Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

Ketika ruh saling mengenali

 Ketika ruh saling mengenali "Sudah menjadi sunnatullah pada ciptaan Nya dan agungnya kuasa Nya adalah Allah ﷻ menjadikan setiap makhluk itu berkelompok dan nyaman dengan yang cocok sesuai dengan tabiatnya." Shahabat Ibnu Abbas pernah melihat seorang laki-laki, lalu beliau berkata, "Sesungguhnya dia itu mencintaiku," mereka bertanya, "Darimana engkau mengetahuinya?" Beliau mengatakan, "Sesungguhnya aku benar-benar mencintainya, dan ruh-ruh itu adalah prajurit yang berkelompok-kelompok." Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: الْأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ "Roh-roh itu seperti prajurit yang berkelompok-kelompok, jika saling mengenal mereka akan menjadi akrab, dan jika saling bermusuhan maka mereka akan saling berselisih." [HR. Muslim no. 2638] Kaidah dari hadits ini menerangkan satu diantara hikmah Allah ﷻ dalam ciptaan Nya yaitu adanya kesa...

Kaidah Nabawi ke-21

*“Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk bagian dari mereka.”*¹ Diriwayatkan: Kami pernah berada dalam sebuah jamuan makan. Lalu datanglah Ahmad bin Hanbal. Ketika beliau masuk, beliau melihat sebuah kursi di dalam rumah yang dihiasi perak. Maka beliau pun keluar. Pemilik rumah lalu menyusulnya, namun Ahmad bin Hanbal menepis tangannya ke arah wajahnya seraya berkata: “Ini menyerupai Majusi, ini menyerupai Majusi!” (riwayat ‘Ali bin Abi Shalih as-Sawwāq). Ini adalah salah satu kaidah Nabawi yang kokoh dalam bab akidah dan perilaku. Kaidah ini menampakkan keagungan agama ini, yang menghendaki agar para pemeluknya menjadi orang-orang yang mulia dan berwibawa dalam segala hal. Bukankah prinsip mereka lebih kuat? Bukankah manhaj mereka lebih luhur? Bukankah sandaran mereka lebih tinggi? (“Janganlah kalian merasa lemah dan jangan pula bersedih hati, padahal kalian adalah orang-orang yang paling tinggi derajatnya jika kalian orang-orang yang beriman.”) (QS. Ali ‘Imran: 139) Mak...

Ghanimah Hari Jumat (khutbah Jumat)

  Segala puji bagi Allah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana, Maha Esa dan Maha Perkasa. Dialah yang menciptakan apa yang Dia kehendaki dan melebihkan sebagian hari atas sebagian yang lain sebagai pelajaran bagi hamba-hamba-Nya. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah. Dialah yang menyediakan surga bagi orang-orang bertakwa dan neraka bagi orang-orang yang zalim. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada beliau, keluarganya, dan para sahabatnya. Ma‘asyiral muslimin rahimakumullah, Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa. Peganglah tauhid dengan kuat, karena tauhid adalah pegangan yang paling kokoh. Ikutilah petunjuk Allah, sebab siapa yang mengikuti petunjuk-Nya tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan Muslim.” Ghanimah Hari Jum...