Langsung ke konten utama

Postingan

Ketika ruh saling mengenali

Postingan terbaru

Kaidah Nabawi ke-21

*“Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk bagian dari mereka.”*¹ Diriwayatkan: Kami pernah berada dalam sebuah jamuan makan. Lalu datanglah Ahmad bin Hanbal. Ketika beliau masuk, beliau melihat sebuah kursi di dalam rumah yang dihiasi perak. Maka beliau pun keluar. Pemilik rumah lalu menyusulnya, namun Ahmad bin Hanbal menepis tangannya ke arah wajahnya seraya berkata: “Ini menyerupai Majusi, ini menyerupai Majusi!” (riwayat ‘Ali bin Abi Shalih as-Sawwāq). Ini adalah salah satu kaidah Nabawi yang kokoh dalam bab akidah dan perilaku. Kaidah ini menampakkan keagungan agama ini, yang menghendaki agar para pemeluknya menjadi orang-orang yang mulia dan berwibawa dalam segala hal. Bukankah prinsip mereka lebih kuat? Bukankah manhaj mereka lebih luhur? Bukankah sandaran mereka lebih tinggi? (“Janganlah kalian merasa lemah dan jangan pula bersedih hati, padahal kalian adalah orang-orang yang paling tinggi derajatnya jika kalian orang-orang yang beriman.”) (QS. Ali ‘Imran: 139) Mak...

Ghanimah Hari Jumat (khutbah Jumat)

  Segala puji bagi Allah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana, Maha Esa dan Maha Perkasa. Dialah yang menciptakan apa yang Dia kehendaki dan melebihkan sebagian hari atas sebagian yang lain sebagai pelajaran bagi hamba-hamba-Nya. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah. Dialah yang menyediakan surga bagi orang-orang bertakwa dan neraka bagi orang-orang yang zalim. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada beliau, keluarganya, dan para sahabatnya. Ma‘asyiral muslimin rahimakumullah, Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa. Peganglah tauhid dengan kuat, karena tauhid adalah pegangan yang paling kokoh. Ikutilah petunjuk Allah, sebab siapa yang mengikuti petunjuk-Nya tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan Muslim.” Ghanimah Hari Jum...

Hikmah di Balik Musibah Bencana alam.

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد: Jamaah yang dimuliakan Allah, Di beberapa hari ini kita kembali mendengar kabar di beberapa wilayah di negeri kita tentang saudara-saudara kita yang tertimpa musibah bencana alam; ada yang terkena banjir, gempa bumi, tanah longsor, dan berbagai bencana lainnya.  Peristiwa ini tentu bukan hal ringan. Namun sesuatu yang menggetarkan hati, membuka mata kita semua, dan mengingatkan kita bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara, dunia ini bukanlah tempat tinggal selamanya, dan tidaklah kehidupan dunia melainkan tempat ujian. --- 1️⃣ Semua Musibah Terjadi Dengan Takdir Allah. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah.. Kita yakin bahwa tidak ada satu pun kejadian di alam semesta ini baik di langit ataupun di muka bumi kecuali telah ditetapkan oleh Allah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana. Allah berfirman: ﴿ مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ ...

Diantara tanda baiknya Islam seseorang

  Kaidah Nabawiyyah ke-19 "Di antara tanda baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya." "Barang siapa yang menyibukkan diri dengan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya, maka ia akan kehilangan sesuatu yang lebih penting darinya. Dan barang siapa tidak puas dengan apa yang mencukupinya, maka tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang bisa membuatnya puas." (Ucapan sebagian orang bijak) Kaidah ini termasuk di antara kaidah-kaidah kenabian yang penuh hikmah. Hadis ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan lainnya, dari hadis Abu Hurairah ra. bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Di antara tanda baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berguna baginya." Hadis ini termasuk pokok besar dari pokok-pokok adab, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Rajab: "Ia adalah kaidah agung dari pokok-pokok adab." Hadis ini juga diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib — yang terkenal sebagai Zain al-‘Abidin — oleh sejumlah imam...

Bersemangat Dalam Perkara Yang Bermanfaat

  --- Kaedah Nabawiyah ke-20: “Bersungguh-sungguhlah dalam hal yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan lemah/putus asa.” Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: الْمُؤْمِنُ القَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إلى اللهِ مِنَ المُؤْمِنِ الضَّعِيفِ، وفي كُلٍّ خَيْرٌ. احْرِصْ علَى ما يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ باللَّهِ وَلَا تَعْجِزْ، وإنْ أَصَابَكَ شَيءٌ، فلا تَقُلْ: لو أَنِّي فَعَلْتُ كانَ كَذَا وَكَذَا، وَلَكِنْ قُلْ: قَدَرُ اللهِ وَما شَاءَ فَعَلَ؛ فإنَّ (لو) تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ. “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah, namun masing-masing memiliki kebaikan. Bersungguh-sungguhlah dalam meraih apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan lemah. Jika sesuatu menimpamu, janganlah engkau berkata: ‘Seandainya aku melakukan ini, pasti akan begini dan begitu.’ Tetapi katakanlah: ‘Ini adalah takdir Allah, dan apa yang Dia kehendaki, Dia lakukan.’ Karena kat...

Diantara tanda baiknya Islam seseorang

  Kaidah Nabawiyyah ke-19 "Di antara tanda baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya." > "Barang siapa yang menyibukkan diri dengan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya, maka ia akan kehilangan sesuatu yang lebih penting darinya. Dan barang siapa tidak puas dengan apa yang mencukupinya, maka tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang bisa membuatnya puas." (Ucapan sebagian orang bijak) Kaidah ini termasuk di antara kaidah-kaidah kenabian yang penuh hikmah. Hadis ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan lainnya, dari hadis Abu Hurairah ra. bahwa Nabi ﷺ bersabda: > "Di antara tanda baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berguna baginya." Hadis ini termasuk pokok besar dari pokok-pokok adab, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Rajab: "Ia adalah kaidah agung dari pokok-pokok adab." Hadis ini juga diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib — yang terkenal sebagai Zain al-‘Abidin — oleh sej...