Langsung ke konten utama

Perintah Beribadah Hanya Kepada Allah dan berbakti Kepada Kedua Orang Tua



๐ŸŒฑ perintah beribadah hanya kepada Allah dan berbakti kepada kedua orang tua. ๐ŸŒด

๐ŸŒฟ Allร h Azza wa Jalla berfirman :

 ูˆَู‚َุถٰู‰ ุฑَุจُّูƒَ ุฃَู„َّุง ุชَุนْุจُุฏُูˆุٓง ุฅِู„َّุข ุฅِูŠَّุงู‡ُ ูˆَุจِุงู„ْูˆٰู„ِุฏَูŠْู†ِ ุฅِุญْุณٰู†ًุง ۚ ุฅِู…َّุง ูŠَุจْู„ُุบَู†َّ ุนِู†ุฏَูƒَ ุงู„ْูƒِุจَุฑَ ุฃَุญَุฏُู‡ُู…َุข ุฃَูˆْ ูƒِู„َุงู‡ُู…َุง ูَู„َุง ุชَู‚ُู„ ู„َّู‡ُู…َุข ุฃُูٍّ ูˆَู„َุง ุชَู†ْู‡َุฑْู‡ُู…َุง ูˆَู‚ُู„ ู„َّู‡ُู…َุง ู‚َูˆْู„ًุง ูƒَุฑِูŠู…ًุง

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. "

 ูˆَุงุฎْูِุถْ ู„َู‡ُู…َุง ุฌَู†َุงุญَ ุงู„ุฐُّู„ِّ ู…ِู†َ ุงู„ุฑَّุญْู…َุฉِ ูˆَู‚ُู„ ุฑَّุจِّ ุงุฑْุญَู…ْู‡ُู…َุง ูƒَู…َุง ุฑَุจَّูŠَุงู†ِู‰ ุตَุบِูŠุฑًุง

"Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, "Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil."

[QS. Al-Isra': Ayat 23-24]

๐ŸŒŽ makna ayat secara global :

๐Ÿ“ถ Allร h subhanahu wa ta'ala mengabarkan bahwa Allร h memerintahkan dan mewasiatkan melalui lisan para Rasul yaitu hendaknya hanya Allร h semata yang disembah bukan selain Nya dan hendaknya seorang anak berbuat baik kepada kedua orang tuanya dengan ucapan maupun perbuatan, serta tidak boleh menyakiti keduanya, karena keduanya yang telah mendidiknya dalam keadaan dia masih kecil dan lemah, sehingga dia menjadi kuat dan besar.

๐Ÿƒ faidah :

1⃣ sesungguhnya tauhid merupakan perintah Allah yang pertama dan kewajiban paling wajib, karena Allah memulai dengan perintah tauhid dalam ayat ini, dan tidaklah dimulai kecuali dengan perkara yang paling penting dan yang penting.

2⃣ di dalam ayat yang mulia ini terdapat dua rukun kalimat "laa ilaaha illallร h" yaitu :

a. nafi (peniadaan) sesembahan selain Allร h.

b. itsbat (penetapan) hanya Allร h yang berhak untuk diibadahi.

dan ini menunjukkan bahwasannya tauhid tidak akan tegak kecuali di atas nafi dan itsbat.

3⃣ besarnya hak kedua orang tua dimana Allah menggandengkan hak keduanya dengan hak Allah, dan hak orang tua berada di tingkatan kedua.

4⃣ wajibnya berbuat baik kepada kedua orang tua.

5⃣ haramnya berbuat durhaka kepada kedua orang tua.

wallร hu A'lam.

ูˆ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู…ุญู…ุฏ ูˆ ุนู„ู‰ ุงู„ู‡ ูˆ ุตุญุจู‡ ูˆ ุณู„ู…، ูˆ ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†.

 ๐Ÿ“š (al Mulakhas fii syarhi Kitabit Tauhid, Asy Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al Fauzan hafizhahullah, hal. 11-12)

------------------------------------

๐Ÿ”Š diposting melalui grup WA "faidah" oleh Abu Nuaim.
no. 085726569843
silahkan disebarkan tulisan ini sebagaimana aslinya.
semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Urgensi Beriman Kepada Hari Akhir Dan Pengaruhnya Terhadap Pribadi Seseorang

Urgensi Beriman Kepada Hari Akhir Dan Pengaruhnya Terhadap Pribadi Seseorang. Beriman Kepada Hari Akhir merupakan perkara yang sangat penting bagi seorang muslim yang demikian dikarenakan beberapa alasan sebagai berikut: 1. Beriman kepada hari akhir merupakan satu diantara rukun iman yang enam. 2. Beriman kepada hari akhir merupakan bagian dari keyakinan pokok islam yang mana bangunan akidah dibangun diatasnya setelah permasalahan keesaan Allร h. 3. Beriman kepada hari akhir dan tanda-tandanya termasuk beriman kepada perkara ghaib yang tidak bisa ditangkap oleh akal dan tidak ada cara untuk mengetahuinya kecuali dengan dalil wahyu (al Quran dan as Sunnah) 4. Iman kepada hari akhir seringkali digandengkan dengan iman kepada Allร h. Seperti dalam surat al Baqarah ayat 177, ู„َูŠْุณَ ุงู„ْุจِุฑَّ ุงَู†ْ ุชُูˆَู„ُّูˆْุง ูˆُุฌُูˆْู‡َูƒُู…ْ ู‚ِุจَู„َ ุงู„ْู…َุดْุฑِู‚ِ ูˆَ ุงู„ْู…َุบْุฑِุจِ ูˆَู„ٰู€ูƒِู†َّ ุงู„ْุจِุฑَّ ู…َู†ْ ุงٰู…َู†َ ุจِุงู„ู„ّٰู‡ِ ูˆَุงู„ْูŠَูˆْู…ِ ุงู„ْุงٰุฎِุฑِ َ Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke ara...

Kisah Menakjubkan Mukjizat Dalam al-Quran Tentang al-Ankabuut (laba-laba)

Firman Allah ๏ทป:  ู…َุซَู„ُ ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ุงุชَّุฎَุฐُูˆْุง ู…ِู†ْ ุฏُูˆْู†ِ ุงู„ู„ّٰู‡ِ ุงَูˆْู„ِูŠَุงุٓกَ ูƒَู…َุซَู„ِ ุงู„ْุนَู†ْูƒَุจُูˆْุชِ ۚ ุงِุชَّุฎَุฐَุชْ ุจَูŠْุชًุง ؕ ูˆَ ุงِู†َّ ุงَูˆْู‡َู†َ ุงู„ْุจُูŠُูˆْุชِ ู„َุจَูŠْุชُ ุงู„ْุนَู†ْูƒَุจُูˆْุชِ ۘ ู„َูˆْ ูƒَุงู†ُูˆْุง ูŠَุนْู„َู…ُูˆْู†َ "Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba, sekiranya mereka mengetahui." [QS. Al-'Ankabut: Ayat 41] Dua faidah indah dari surat al ankabuut : Faidah pertama: Mengapa dalam al-Quran kata al-Ankabut dalam bentuk muannats (betina) sedangkan dia adalah mudzakkar (jantan) ??? Perhatikan ta' ta'nits (ุชْ) pada kalimat ุงุชุฎุฐุช ุงู„ุนู†ูƒุจูˆุช apakah mudzakar atau muannats? apakah kita katakan ู‡ุฐุง ุนู†ูƒุจูˆุช hadza 'ankabut, atau ู‡ุฐู‡ ุนู†ูƒุจูˆุช hadzihi 'ankabut? Yang benar adalah ู‡ุฐุง ุนู†ูƒุจูˆุช hadza 'ankabut karena dia mudzakar, tidak dengan ta' ta'nits ( ุชْ ) pada kalimat al 'ankabut yaitu ุงุชุฎุฐุช Para pencela dan orang yang ragu ...

Khutbah idul Fitri 1446 H

  ุฅِู†َّ ุงู„ْุญَู…ْุฏَ ู„ِู„َّู‡ِ, ู†َุญْู…َุฏُู‡ُ, ูˆَู†َุณْุชَุนِูŠู†ُู‡ُ, ูˆَู†َุณْุชَุบْูِุฑُู‡ُ, ูˆَู†َุนُูˆุฐُ ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ู…ِู†ْ ุดُุฑُูˆุฑِ ุฃَู†ْูُุณِู†َุง, ูˆَุณَูŠِّุฆَุงุชِ ุฃَุนْู…َุงู„ِู†َุง. ู…َู†ْ ูŠَู‡ْุฏِู‡ِ ุงู„ู„َّู‡ُ ูَู„ุงَ ู…ُุถِู„َّ ู„َู‡ُ, ูˆَู…َู†ْ ูŠُุถْู„ِู„ْ ูَู„ุงَ ู‡َุงุฏِูŠَ ู„َู‡ُ, ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†ْ ู„ุงَ ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„ุงَ ุดَุฑِูŠْูƒَ ู„َู‡ُ, ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†َّ ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนَุจْุฏُู‡ُ ูˆَุฑَุณُูˆู„ُู‡ُ ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ุญَู‚َّ ุชُู‚َุงุชِู‡ِ ูˆَู„ุงَ ุชَู…ُูˆุชُู†َّ ุฅِู„ุงَّ ูˆَุฃَู†ْุชُู…ْ ู…ُุณْู„ِู…ُูˆู†َ ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„ู†َّุงุณُ ุงุชَّู‚ُูˆุง ุฑَุจَّูƒُู…ُ ุงู„َّุฐِูŠ ุฎَู„َู‚َูƒُู…ْ ู…ِู†ْ ู†َูْุณٍ ูˆَุงุญِุฏَุฉٍ ูˆَุฎَู„َู‚َ ู…ِู†ْู‡َุง ุฒَูˆْุฌَู‡َุง ูˆَุจَุซَّ ู…ِู†ْู‡ُู…َุง ุฑِุฌَุงู„ุงً ูƒَุซِูŠุฑًุง ูˆَู†ِุณَุงุกً ูˆَุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ุงู„َّุฐِูŠ ุชَุณَุงุกَู„ُูˆู†َ ุจِู‡ِ ูˆَุงู„ุฃََุฑْุญَุงู…َ ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูƒَุงู†َ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ุฑَู‚ِูŠุจًุง ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَู‚ُูˆู„ُูˆุง ู‚َูˆْู„ุงً ุณَุฏِูŠุฏًุง ูŠُุตْู„ِุญْ ู„َูƒُู…ْ ุฃَุนْู…َุงู„َูƒُู…ْ ูˆَูŠَุบْูِุฑْ ู„َูƒُู…ْ ุฐُู†ُูˆุจَูƒُู…ْ ูˆَู…َู†ْ ูŠُุทِุนِ ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَุฑَุณُูˆู„َู‡ُ ูَู‚َุฏْ ูَุงุฒَ ูَูˆْุฒًุง ุนَุธِูŠู…ًุง. ุฃَู…َّุง ุจَุนْุฏُ ูَุฅِู†َّ ุฎَูŠْุฑَ ุงู„ْุญَุฏِูŠุซِ ูƒِุชَุงุจُ ุงู„ู„َّู‡ِ, ูˆَุฎَูŠْุฑَ ุงู„ْู‡َุฏْูŠِ ู‡َุฏْูŠُ ู…ُุญ...