Materi ke-14
بسم الله الرحمن الرحيم
بسم الله الرحمن الرحيم
1. Hadits Asy Sya’bi tentang bolehnya rukyah karena ain atau sengatan.
Dari Hushain bin Abdurrahman berkata: “Ketika saya berada di dekat Sa’id bin Jubair, dia berkata: “Siapakah diantara kalian yang melihat bintang jatuh semalam?” Saya menjawab: “Saya.” Kemudian saya berkata: “Adapun saya ketika itu tidak dalam keadaan sholat, tetapi terkena sengatan kalajengking.” Lalu ia bertanya: “Lalu apa yang anda kerjakan?” Saya menjawab: “Saya minta diruqyah” Ia bertanya lagi: “Apa yang mendorong anda melakukan hal tersebut?”Jawabku: “Sebuah hadits yang dituturkan Asy-Sya’bi kepada kami.” Ia bertanya lagi: “Apakah hadits yang dituturkan oleh Asy-Sya’bi kepada anda?” Saya katakan: “Dia menuturkan hadits dari Buraidah bin Hushaib: ‘Tidak ada ruqyah kecuali karena ‘ain atau terkena sengatan.'”
“Sa’id pun berkata: “Alangkah baiknya orang yang beramal sesuai dengan nash yang telah didengarnya, akan tetapi Ibnu Abbas radhiyallâhu’anhu menuturkan kepada kami hadits dari Nabi ﷺ,
2. Hadits Ibnu Abbas tentang 70.000 orang yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab.
Beliau bersabda: ‘Saya telah diperlihatkan beberapa umat oleh Allâh, lalu saya melihat seorang Nabi bersama beberapa orang, seorang Nabi bersama seorang dan dua orang dan seorang Nabi sendiri, tidak seorangpun menyertainya. Tiba-tiba ditampakkan kepada saya sekelompok orang yang sangat banyak. Lalu saya mengira mereka itu umatku, tetapi disampaikan kepada saya: “Itu adalah Musa dan kaumnya”. Lalu tiba-tiba saya melihat lagi sejumlah besar orang, dan disampaikan kepada saya: “Ini adalah umatmu, bersama mereka ada tujuh puluh ribu orang, mereka akan masuk surga tanpa hisab dan adzab.”.’Kemudian Beliau bangkit dan masuk rumah. Orang-orang pun saling berbicara satu dengan yang lainnya, ‘Siapakah gerangan mereka itu?’ Ada diantara mereka yang mengatakan: ‘Mungkin saja mereka itu sahabat Rasulullâh ﷺ.’ Ada lagi yang mengatakan: ‘Mungkin saja mereka orang-orang yang dilahirkan dalam lingkungan Islam dan tidak pernah berbuat syirik terhadap Allâh.’ dan menyebutkan yang lainnya. Ketika Rasulullâh ﷺ keluar, mereka memberitahukan hal tersebut kepada beliau. Beliau bersabda: ‘Mereka itu adalah orang yang tidak pernah minta diruqyah, tidak meminta di kay dan tidak pernah melakukan tathayyur serta mereka bertawakkal kepada Rabb mereka.’Lalu Ukasyah bin Mihshan berdiri dan berkata: “Mohonkanlah kepada Allâh, mudah-mudahan saya termasuk golongan mereka!’ Beliau menjawab: ‘Engkau termasuk mereka’, Kemudian berdirilah seorang yang lain dan berkata:’Mohonlah kepada Allâh, mudah-mudahan saya termasuk golongan mereka!’ Beliau menjawab:’Kamu sudah didahului Ukasyah.’.”
[HR. Al Bukhari no. 3410, Muslim no. 220, At Tirmidzi no. 2448, Ad Darimi no. 2810, dan Ahmad no. 271/1]
Hushain bin Abdurrahman menceritakan kepada kita percakapan yang terjadi di majlis Said bin Jubair mengenai jatuhnya bintang pada malam hari, lalu Hushain mengabarkan kepada mereka bahwa beliau menyaksikan jatuhnya bintang karena beliau ketika itu tidak tertidur, melainkan beliau khawatir jikalau orang-orang yang hadir menyangka bahwa beliau melihat bintang dikarenakan beliau melakukan shalat malam, lalu beliau hendak menepis anggapan bahwa dirinya melakukan ibadah yang tidak dikerjakannya sebagaimana kebiasaan para salaf dalam semangat mereka untuk berusaha ikhlas, lalu beliau mengabarkan sebab yang sesungguhnya terjaganya beliau yaitu karena sesuatu yang menimpa dirinya, lalu pembahasan beralih kepada pertanyaan bagaimana menangani hal yang menimpanya, maka beliau memberitahukan dengan rukyah. Lalu Sa’id bertanya tentang dalil syar’i akan perbuataanya tersebut, maka beliau menyebutkan sebuah hadits yang bersumber dari Rasulullah ﷺ perihal diperbolehkannya rukyah, lalu Sa’id membenarkan perbuatannya yang berdasarkan dalil
Kemudian beliau menyebutkan keadaan yang lebih baik dari apa yang beliau lakukan, yaitu merukyah menuju kesempurnaan tauh
Kemudian beliau menyebutkan keadaan yang lebih baik dari apa yang beliau lakukan, yaitu merukyah menuju kesempurnaan tauh
id dengan meninggalkan perkara yang dibenci tatkala membutuhkan, disebabkan tawakal kepada Allah ﷻ sebagaimana keadaan tujuh puluh ribu orang yang masuk ke dalam surga dengan tanpa hisab dan tanpa adzab, dimana Rasulullah ﷺ mensifati mereka bahwa mereka meninggalkan rukyah dan dengan besi panas sebagai perwujudan tauhid serta mengambil sebab yang lebih kuat yaitu bertawakal kepada Allah ﷻ dan mereka tidak meminta kepada orang sedikit saja meskipun itu adalah rukyah apalagi yang lebih dari itu.
1. Keutamaan para salaf, bahwa apa yang mereka lihat berupa ayat-ayat, mereka tidak menentangnya bahkan mereka mengetahui bahwa itu hanyalah satu diantara ayat-ayat Allah ﷻ
2. Semangatnya para salaf dalam menjaga keikhlasan dan sangat jauhnya mereka dari sifat riya’.
3. Meminta dalil terhadap suatu perbuatan dan perhatian salaf terhadap dalil
4. Disyariatkannya untuk menerima dalil dan beramal dengan ilmu, bahwa orang yang beramal dengan ilmu yang sampai kepadanya, maka sungguh dia telah berbuat kebaikan.
5. Menyampaikan ilmu dengan lembut dan hikmah.
6. Diperbolehkannya rukyah
7. Mengarahkan orang yang mengambil sesuatu yang disyariatkan kepada yang lebih utama dari itu.
8. Keutamaan nabi kita Muhammad ﷺ dimana diperlihatkan kepadanya umat-umat.
9. Sesungguhnya para nabi bertingkat-tingkat dalam jumlah pengikutnya dalam sedikit atau banyaknya dan ada atau tidaknya.
10. Bantahan kepada orang yang berargumen dengan banyaknya jumlah dan menganggap kebenaran ada pada yang jumlahnya banyak.
11. Sesungguhnya wajib untuk mengikuti kebenaran meskipun sedikit pengikutnya.
12. Keutamaan Nabi Musa ‘alihissalam dan kaumnya.
13. Keutamaan umat ini bahwa umat islam paling banyak pengikut nabinya ﷺ
14. Keutamaan merealisasikan tauhid dan pahalanya.
15. Diperbolehkannya berdiskusi tentang ilmu dan membahas nash-nash syar’i untuk mendapatkan faidah dan menampakkan kebenaran.
16. Dalamnya ilmu salaf yaitu pengetahuan mereka bahwa orang-orang yang disebutkan dalam hadits tidaklah mendapatkan kedudukan ini melainkan dengan ilmu.
17. Semangat para salaf dalam kebaikan dan berlomba-lomba dalam amal shalih.
18. Sesungguhnya meninggalkan rukyah dan kay termasuk merealisasikan tauhid.
19. Meminta doa dari orang yang lebih utama dalam hidupnya.
20. Satu diantara tanda-tanda kenabian beliau ﷺ dimana beliau mengabarkan bahwa Ukasyah termasuk ke dalam tujuh puluh ribu orang yang masuk ke dalam surga tanpa hisab dan tanpa adzab. Lalu beliau terbunuh secara syahid dalam peperangan melawan kaum yang murtad.
21. Keutamaan Ukasyah bin Mihshan
22. Penggunaan bahasa halus dalam menolak dan bagusnya akhlak Rasulullah ﷺ dimana beliau tidak mengatakan kepada selain Ukasyah, “engkau tidak termasuk mereka.”
23. Menutup celah keburukan agar tidak muncul orang yang tidak berhak yang akhirnya harus ditolak. Wallahu A’lam.
24. Beramal dengan Al Quran dan Sunnah lebih didahulukan dari selainnya.
25. Diperbolehkannya rukyah dari terkena ain dan sengatan yaitu selama rukyah tersebut berasal dari Al Quran dan doa-doa yang disyariatkan serta menggunakan bahasa arab.
26. Keutamaan salaf, bagusnya adab mereka, dan lembutnya mereka dalam menyampaikan ilmu.
27. Keutamaan umat Muhammad ﷺ atas seluruh umat.
28. Semangatnya para shahabat terhadap kebaikan.
29. Sesungguhnya orang yang menjaga empat sifat yang disebutkan dalam hadits adalah orang yang mewujudkan tauhid dan masuk surga.
30. Penggabungan antara hadits Asy Sya’bi dan hadits Ibnu Abbas bahwa yang pertama memberikan faidah bolehnya rukyah apabila terpenuhi syarat-syaratnya, sedangkan hadits Ibnu Abbas menghalangi darinya apabila tidak demikian.
Kesimpulan :
Sesungguhnya orang yang menjaga empat sifat yang disebutkan dalam hadits sungguh dia telah merealisasikan tauhidnya dan masuk ke dalam surga tanpa hisab dan tanpa adzab.
Wallahu Ta’ala A’lam bishshawab.
2. Semangatnya para salaf dalam menjaga keikhlasan dan sangat jauhnya mereka dari sifat riya’.
3. Meminta dalil terhadap suatu perbuatan dan perhatian salaf terhadap dalil
4. Disyariatkannya untuk menerima dalil dan beramal dengan ilmu, bahwa orang yang beramal dengan ilmu yang sampai kepadanya, maka sungguh dia telah berbuat kebaikan.
5. Menyampaikan ilmu dengan lembut dan hikmah.
6. Diperbolehkannya rukyah
7. Mengarahkan orang yang mengambil sesuatu yang disyariatkan kepada yang lebih utama dari itu.
8. Keutamaan nabi kita Muhammad ﷺ dimana diperlihatkan kepadanya umat-umat.
9. Sesungguhnya para nabi bertingkat-tingkat dalam jumlah pengikutnya dalam sedikit atau banyaknya dan ada atau tidaknya.
10. Bantahan kepada orang yang berargumen dengan banyaknya jumlah dan menganggap kebenaran ada pada yang jumlahnya banyak.
11. Sesungguhnya wajib untuk mengikuti kebenaran meskipun sedikit pengikutnya.
12. Keutamaan Nabi Musa ‘alihissalam dan kaumnya.
13. Keutamaan umat ini bahwa umat islam paling banyak pengikut nabinya ﷺ
14. Keutamaan merealisasikan tauhid dan pahalanya.
15. Diperbolehkannya berdiskusi tentang ilmu dan membahas nash-nash syar’i untuk mendapatkan faidah dan menampakkan kebenaran.
16. Dalamnya ilmu salaf yaitu pengetahuan mereka bahwa orang-orang yang disebutkan dalam hadits tidaklah mendapatkan kedudukan ini melainkan dengan ilmu.
17. Semangat para salaf dalam kebaikan dan berlomba-lomba dalam amal shalih.
18. Sesungguhnya meninggalkan rukyah dan kay termasuk merealisasikan tauhid.
19. Meminta doa dari orang yang lebih utama dalam hidupnya.
20. Satu diantara tanda-tanda kenabian beliau ﷺ dimana beliau mengabarkan bahwa Ukasyah termasuk ke dalam tujuh puluh ribu orang yang masuk ke dalam surga tanpa hisab dan tanpa adzab. Lalu beliau terbunuh secara syahid dalam peperangan melawan kaum yang murtad.
21. Keutamaan Ukasyah bin Mihshan
22. Penggunaan bahasa halus dalam menolak dan bagusnya akhlak Rasulullah ﷺ dimana beliau tidak mengatakan kepada selain Ukasyah, “engkau tidak termasuk mereka.”
23. Menutup celah keburukan agar tidak muncul orang yang tidak berhak yang akhirnya harus ditolak. Wallahu A’lam.
24. Beramal dengan Al Quran dan Sunnah lebih didahulukan dari selainnya.
25. Diperbolehkannya rukyah dari terkena ain dan sengatan yaitu selama rukyah tersebut berasal dari Al Quran dan doa-doa yang disyariatkan serta menggunakan bahasa arab.
26. Keutamaan salaf, bagusnya adab mereka, dan lembutnya mereka dalam menyampaikan ilmu.
27. Keutamaan umat Muhammad ﷺ atas seluruh umat.
28. Semangatnya para shahabat terhadap kebaikan.
29. Sesungguhnya orang yang menjaga empat sifat yang disebutkan dalam hadits adalah orang yang mewujudkan tauhid dan masuk surga.
30. Penggabungan antara hadits Asy Sya’bi dan hadits Ibnu Abbas bahwa yang pertama memberikan faidah bolehnya rukyah apabila terpenuhi syarat-syaratnya, sedangkan hadits Ibnu Abbas menghalangi darinya apabila tidak demikian.
Sesungguhnya orang yang menjaga empat sifat yang disebutkan dalam hadits sungguh dia telah merealisasikan tauhidnya dan masuk ke dalam surga tanpa hisab dan tanpa adzab.
Wallahu Ta’ala A’lam bishshawab.
و صلى الله على محمد و على اله و صحبه أجمعين
و الحمد لله رب العالمين
و الحمد لله رب العالمين
✅ Kitabut Tauhid bab man haqqaqat tauhid dakhalal jannata bighairi hisab karya Syaikhul Islam Muhammad At Tamimi rahimahullah,
✅ Al Jadid fii Syarhi Kitabit Tauhid kary
✅ Al Jadid fii Syarhi Kitabit Tauhid kary
a Syaikh Muhammad Al Qar’awi rahimahullah,
✅ Al Mualkhash fii Syarhi Kitabittauhid Fazhilatusy Syaikh Sahlih bin Fauzan Al Fauzan hafizhahullah
✅ Al Mualkhash fii Syarhi Kitabittauhid Fazhilatusy Syaikh Sahlih bin Fauzan Al Fauzan hafizhahullah
4 Sya’ban 1437 H
Silahkan disebarkan tulisan ini sebagaimana aslinya.
Semoga bermanfaat.
Komentar
Posting Komentar