Allah berfirman : “Dia-lah yang
mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang
membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan
mereka kitab dan Hikmah (As Sunnah). dan Sesungguhnya mereka sebelumnya
benar-benar dalam kesesatan yang nyata” (Qs Al Jumuah : 2)
Firman-Nya: “kamu adalah umat yang
terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan
mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab
beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang
beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik” (Qs Ali Imran :
110)
Dari abu Masud uqbah bin Amir Al Anshari رضي الله عنه berkata
: Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan maka baginya
pahala semisal orang yang melakukannya” (HR.
Muslim)[2]
Dari Abu Hurairah رضي الله عنه bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “ barangsiapa menyeru kepada petunjuk baginya pahala
semisal pahala orang yang mengikutinya tidak terkurangi pahalanya sedikitpun,
dan barang siapa mengajak kepada kesesatan maka dia mendapatkan dosa semisal
dosa orang yang mengikutinya tidak terkurangi sedikitpun dosanya” (HR. Muslim)[3]
Dari abi Umamah Al Bahili رضي الله عنه Rasulullah ﷺ
bersabda, “sesungguhnya Allah, para Malaikat, dan penduduk
langit dan bumi sampai semut di sarangnya bersholawat kepada orang yang
mengajari manusia kebaikan “ (HR. At Tirmidzi berkata hasan shahih).[4]
Makna bersholawat
kepadanya adalah mendoakannya dan memohonkan ampunan kepadanya.
Penjelasan:
Mengajari manusia perkara agama dan mengajak mereka kepada
kebaikan adalah amalan para nabi yang diutus Allah untuk hal tersebut, dan itu
adalah tugas paling mulia, untuk hal tersebut Allah memilih makhluk-Nya yang
mulia, maka barangsiapa yang Allah beri taufik untuk menempuh jalan mereka
dalam mengajari manusia agama mereka dan membimbing mereka kepada kebaikan
sungguh dia telah memperoleh kebaikan yang banyak dikarenakan telah sampai
dengan sebab menyebarkan ilmu dan amar ma’ruf nahi munkar berupa kebaikan di
bumi, dan dikarenakan didalamnya terdapat tegaknya hujjah kepada manusia.
Pelajaran:
1.
sesungguhnya
mengajari manusia kebaikan termasuk amalan para nabi.
2.
keutamaan
mengajari manusia perkara agama dimana orang yang mengajarkan ilmu atau
mengajak kepada kebaikan baginya pahala orang yang mengerjakannya.
3.
besarnya
pahala orang yang mengajari manusia kebaikan dimana Allah memuji orang tersebut
dan dimintakan ampun oleh penduduk langit dan bumi dikarenakan sampainya
kebaikan di bumi dari tersebarnya ilmu.
[1] Lihat Taudhihul Ahkam 6/273, shahihut Targhib 1/49, dan Ghidaul
Albab 1/47.
[2] HR. Muslim Al Imarah no. 1893,
At Tirmidzi Al Ilmu no. 1762,Abu Dawud Al Adab no. 5129, dan Ahmad 4/120
[3] HR. Muslim Al Ilmu no.2674, At Tirmidzi Al Ilmu no. 2674, Abu
Dawud As Sunnah no. 4609, Ahmad 2/397, Ad Darimi Al Muqaddimah 513, dan Ibnu
Majah 194
[4] HR. At Tirmidzi Al Ilmu no. 2685, Ad Darimi Al Muqaddimah no. 289,
dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih At Targhib no. 1/36, dan Shahihul Jami’
no. 1883
[5] Diterjemahkan oleh Abdurrohman Hidayat dari kitab Ad Durus al
Yaumiyyah minas sunan wal ahkamisy syar’iah oleh Dr. Rasyid bin Husain Abdul
Karim hal. 24-25
Komentar
Posting Komentar