Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Sesungguhnya kita di hari-hari ini tengah bersiap menyambut hari-hari yang penuh keberkahan, tamu yang diberkahi. Bersama perkara yang mulia ini, ada beberapa poin renungan bagi kita:
Renungan Pertama: Tadabur dan Mengambil Pelajaran.
Sesungguhnya kita pada tahun lalu di hari-hari seperti ini sedang bersiap menyambut Ramadhan. Setiap kita berkata kepada saudaranya: "Alangkah cepatnya waktu berlalu!" Satu tahun telah pergi dan tidak ada yang tersisa kecuali apa yang telah kita amalkan. Umur itu terbatas, ajal pasti datang, dan satu-satunya kepastian di dunia adalah:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian.” (QS. Ali Imran: 185).
Ketahuilah, jika seorang hamba wafat, ia akan diikuti oleh tiga hal: keluarga, harta, dan amalnya. Sebagaimana sabda Nabi ﷺ:
يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلَاثَةٌ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ: يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ، فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَيَبْقَى عَمَلُهُ
"Yang mengikuti mayit itu ada tiga: keluarga, harta, dan amalnya. Dua akan kembali (pulang), dan yang satu akan tetap tinggal. Keluarga dan hartanya kembali, sementara amalnya akan tetap bersamanya." (HR. Al Bukhari & Muslim).
Maka, orang yang berakal adalah yang mau merenung. Jadilah orang yang mengambil pelajaran selagi hidup, sebelum keadaanmu yang dijadikan pelajaran oleh orang lain.
Renungan Kedua: Evaluasi Keadaan Kita di Ramadhan Lalu
Kita memasuki Ramadhan tahun lalu dengan gembira, namun seringkali dihinggapi rasa malas di pertengahan. Kita sering berjanji: "Jika aku hidup sampai tahun depan, aku akan sungguh-sungguh memperbaiki ibadahku."
Kini, Allah telah memperpanjang umur kita. Ingatlah janji itu. Ramadhan itu singkat, maka berbuat baiklah pada diri sendiri.
Renungan Ketiga: Ramadhan Bulan yang Dicintai
Ramadhan penuh berkah, rahmat, dan ampunan. Rasulullah ﷺ dahulu selalu memberi kabar gembira:
إِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ، وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ
"Jika masuk bulan Ramadhan, maka dibukakan pintu-pintu langit (dalam riwayat lain: pintu surga), ditutup pintu-pintu jahannam, dan dibelenggu setan-setan." (HR. Bukhari & Muslim).
Dalam riwayat lain disebutkan penyeru yang memanggil:
يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ، وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ
"Wahai pencari kebaikan, mendekatlah! Wahai pencari keburukan, berhentilah!" (HR. At Tirmidzi).
Renungan Keempat: Ibadah-Ibadah Mulia
1. Puasa: Kewajiban yang pahalanya dikhususkan oleh Allah. Allah berfirman dalam Hadits Qudsi:
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ، الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ، قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: إِلَّا الصَّوْمَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، يَدَعُ طَعَامَهُ وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِي
"Setiap amal anak Adam dilipatgandakan, satu kebaikan dibalas sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Allah berfirman: Kecuali puasa, karena ia untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Ia meninggalkan makannya dan syahwatnya demi Aku." (HR. Muslim).
Jagalah puasa dari maksiat, sebagaimana sabda beliau:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ، فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
"Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatannya, maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makan dan minumnya." (HR. Bukhari).
2. Shalat Malam (Tarawih):
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Barangsiapa shalat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang terdahulu." (HR. Bukhari & Muslim).
3. Al-Qur'an:
Setiap huruf bernilai pahala besar:
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا
"Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh." (HR. Tirmidzi).
Penutup
Bulatkan tekad untuk berbuat ihsan mulai hari ini. Kita tidak tahu apakah kita bisa menyelesaikan Ramadhan tahun ini. Barangsiapa berniat baik, Allah akan mencatat pahalanya meskipun ia tidak sempat melakukannya.
Komentar
Posting Komentar