الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah.
Amma ba'du:
Surga adalah negeri kenikmatan yang tidak akan sirna, ia adalah harapan setiap mukmin yang mengusahakannya; maka ia beramal ketaatan di dunia kemudian mengharapkan surga tersebut dengan rahmat Allah Ta’ala. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu Rasulullah ﷺ memberikan gambaran indah mengenai salah satu golongan manusia yang akan menjadi penghuninya.
**يدخل الجنةَ أقوامٌ أفئدتهم مثل أفئدة الطير**
*"Akan masuk surga kaum-kaum yang hati mereka seperti hati burung."* [¹] (HR. Muslim).
Nabi ﷺ menyebutkan sifat mereka sekaligus menyebutkan balasan bagi mereka, yaitu masuk surga. Hal ini memberikan pemahaman—Wallahu Ta’ala A’lam—bahwa sifat tersebut merupakan sebab yang membuat mereka masuk surga.
Surga memiliki pintu-pintu; terkadang seseorang memasukinya dari pintu puasa, terkadang dari pintu sedekah, dan pintu lainnya. Maka, penyebutan sifat khusus ini yang dibarengi dengan balasan masuk surga mengisyaratkan bahwa mereka memasukinya karena keistimewaan sifat yang mereka miliki, yaitu: Hati mereka seperti hati burung.
**
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Penduduk surga hati mereka serupa dengan hati burung dalam hal kelembutan dan kehalusannya. Maknanya bahwa mereka adalah pemilik hati yang lembut. Ungkapan "Seseorang yang hatinya seperti hati burung" adalah perumpamaan bagi hati yang halus, tidak ada kekerasan maupun kekakuan di dalamnya.
Hati mereka serupa dengan hati burung dalam hal rasa takut dan rasa segan (kepada Allah). Sebab, burung adalah termasuk hewan yang paling mudah merasa takut dan terkejut.
Seolah-olah yang dimaksud adalah suatu kaum yang hatinya didominasi oleh rasa takut karena besarnya rasa segan kepada Al-Haq (Allah), serta rasa takut terhadap keagungan dan kekuasaan-Nya.
Sebagaimana firman Allah,
وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ (46
"Dan bagi siapa yang takut akan makam (kedudukan) Tuhannya, (disediakan) dua surga."
Allah juga berfirman,
وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ (40) فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ (41)
(40) "Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya,"
(41) "maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)."
Selain itu ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Mereka adalah orang-orang yang bertawakal kepada Allah sebagaimana burung; yang pergi di pagi hari dalam keadaan perut kosong dan pulang di sore hari dalam keadaan perut kenyang.
sebagaimana sabda Nabi ﷺ:
**لو أنكم تتوكلون على الله حق توكله لرزقكم كما يرزق الطير، تغدو خماصاً، وتروح بطاناً**
*"Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya Dia akan memberi kalian rezeki sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung; ia pergi di pagi hari dalam keadaan lapar, dan kembali di sore hari dalam keadaan kenyang."* [²]
Burung tidak memiliki kemampuan untuk bekerja mencari nafkah seperti manusia yang memiliki akal dan pemahaman untuk mencari jabatan atau berbisnis. Burung hanya keluar dari sarangnya di pagi hari, lalu Allah memberi rezeki kepadanya hingga ia pulang di akhir siang dalam keadaan kenyang.
Inilah hakikat rezeki dan karunia Allah. Manusia, jika bertawakal dengan benar, akan mendapatkan rezeki seperti burung. Namun, seringkali manusia terlalu bersandar pada pengetahuannya, kecerdikannya, keterampilannya, pekerjaannya, atau tokonya, sehingga hal itu mengurangi kesempurnaan tawakalnya. Jika ia mengambil sebab (berusaha) namun tetap menyandarkan hati sepenuhnya kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupinya.
Allah berfirman,
ومن يتوكل على الله فهو حسبه
"Barangsiapa bertawakal kepada Allah maka Dia akan mencukupinya." (Qs. Ath Thalaq)
Ini semua mengandung pujian bagi orang-orang yang memiliki sifat-sifat tersebut. Hadis ini dapat mencakup semua kemungkinan makna yang disebutkan tadi, karena tidak ada pertentangan di antara makna-makna tersebut." [³]
Faedah Hadis.
1. Salah satu sebab masuk surga adalah mewujudkan rasa takut (khauf) dan harap (raja') kepada Allah Azza wa Jalla.
2. Hati itu bisa menjadi lembut dan halus, namun bisa juga menjadi keras dan kasar.
3. Pentingnya menanamkan rasa takut dan harap di dalam hati seorang Muslim.
4. Keutamaan memiliki sifat yakin dan tawakal.
### **Penutup**
Demikianlah, kita memohon kepada Allah azza wa jalla agar mengaruniakan kepada kita semua tawakal yang baik, memberikan kita kelembutan hati, dan menjadikan kita semua sebagai hamba-hamba-Nya yang mendapatkan petunjuk. Semoga shalawat senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya.
**Referensi:**
1. *HR. Muslim, Kitab Al-Jannah wa Shifatu Na'imiha, No. 2840.*
"Maka ini adalah hadis keempat dalam bab Yakin dan Tawakal. (Diriwayatkan dalam) Kitab Az-Zuhud dari Rasulullah ﷺ, Bab tentang Tawakal kepada Allah (Volume 4, halaman 573), nomor hadis: 2344. Dan (diriwayatkan oleh) Ibnu Majah, dalam Kitab Az-Zuhud, Bab Tawakal dan Yakin (Volume 2, halaman 1394), nomor hadis: 4164. Serta (diriwayatkan oleh Imam) Ahmad (Volume 1, halaman 332), nomor hadis: 205."
2. *HR. Tirmidzi (2344), Ibnu Majah (4164), dan Ahmad (1/332).*
3. Imam An-Nawawi —rahimahullah— membawakan hadits ini berdasarkan salah satu m
akna berikut: Kesempurnaan Tawakal dan Kelembutan Hati.

Komentar
Posting Komentar