Langsung ke konten utama

10 Wasiat dari Allâh

 materi ke-5

-------------------

بسم الله الرحمن الرحيم

🍃 10 wasiat dari Allah 🍃

🌿 Allàh Azza wa Jalla berfirman :

 قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ ۖ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِۦ شَيْـًٔا ۖ وَبِالْوٰلِدَيْنِ إِحْسٰنًا ۖ وَلَا تَقْتُلُوٓا أَوْلٰدَكُم مِّنْ إِمْلٰقٍ ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ ۖ وَلَا تَقْرَبُوا الْفَوٰحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ ۖ وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِى حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ۚ ذٰلِكُمْ وَصّٰىكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Katakanlah (Muhammad), "Marilah aku bacakan apa yang diharamkan Tuhan kepadamu. Jangan mempersekutukan-Nya dengan apa pun, berbuat baik kepada ibu bapak, janganlah membunuh anak-anakmu karena miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka; janganlah kamu mendekati perbuatan yang keji, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi, janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu mengerti.
[QS. Al-An'am: Ayat 151]

 وَلَا تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلَّا بِالَّتِى هِىَ أَحْسَنُ حَتّٰى يَبْلُغَ أَشُدَّهُۥ ۖ وَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ ۖ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۖ وَإِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبٰى ۖ وَبِعَهْدِ اللَّهِ أَوْفُوا ۚ ذٰلِكُمْ وَصّٰىكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, sampai dia mencapai (usia) dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya. Apabila kamu berbicara, bicaralah sejujurnya, sekalipun dia kerabat(mu) dan penuhilah janji Allah. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu ingat."
[QS. Al-An'am: Ayat 152]

🌏 makna ayat secara global :

📶 Allah perintahkan nabi Nya untuk mengatakan kepada orang orang musyrikin yang menyembah selain Allah, yang mengharamkan rezeki dari Allah, yang membunuh anak anak mereka dalam rangka mendekatkan diri kepada berhala,  mereka lakukan itu berdasar akal mereka dan tipu daya syetan : kemarilah aku kabarkan kepada kalian apa yang telah diharamkan pencipta dan pemilik kalian dengan sebenar benar pengharaman bukan persangkaan belaka,  bahkan berdasarkan wahyu dari Nya dan perintah dari sisi Nya,  dan itu ada pada apa yang Allah wasiatkan dari sepuluh wasiat berikut ini :

1. mentauhidkan Allah
2. berbakti kepada kedua orang tua
3. tidak membunuh anak anak
4. tidak mendekati perbuatan keji
5. tidak membunuh jiwa yang Allah haramkan untuk dibunuh
6. tidak mendekati harta anak yatim
7. menyempurnakan takaran dan timbangan
8. bersikap adil dalam ucapan
9. menepati janji
10. adalah firman Nya :

 وَأَنَّ هٰذَا صِرٰطِى مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِۦ ۚ ذٰلِكُمْ وَصّٰىكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa.
[QS. Al-An'am: Ayat 153]

🍃 faidah :

1⃣ sesungguhnya syirik merupakan pengharaman terbesar dan tauhid adalah kewajiban paling wajib

2⃣ besarnya hak kedua orang tua

3⃣ haramnya membunuh jiwa tanpa hak terlebih yang dibunuh adalah kerabatnya

4⃣ haramnya memakan harta anak yatim,  dan disyariatkan menyantuninya

5⃣ wajibnya adil dalam ucapan maupun perbuatan terhadap orang dekat maupun jauh

6⃣ wajibnya menepati janji

7⃣ wajibnya mengikuti agama islam dan meninggalkan selainnya

8⃣ penghalalan dan pengharaman adalah hak Allah.

wallàhu A'lam.

و صلى الله على محمد و على اله و صحبه و سلم، و الحمد لله رب العالمين.

 📚 (al Mulakhas fii syarhi Kitabit Tauhid,  Asy Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al Fauzan hafizhahullah,  hal. 14-16 dan syarhu kitabittauhid Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah, hal. 36-44)


🔊 diposting melalui grup WA "faidah" oleh Abu Nuaim.
no. 085726569843
silahkan disebarkan tulisan ini sebagaimana aslinya.
semoga bermanfaat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Urgensi Beriman Kepada Hari Akhir Dan Pengaruhnya Terhadap Pribadi Seseorang

Urgensi Beriman Kepada Hari Akhir Dan Pengaruhnya Terhadap Pribadi Seseorang. Beriman Kepada Hari Akhir merupakan perkara yang sangat penting bagi seorang muslim yang demikian dikarenakan beberapa alasan sebagai berikut: 1. Beriman kepada hari akhir merupakan satu diantara rukun iman yang enam. 2. Beriman kepada hari akhir merupakan bagian dari keyakinan pokok islam yang mana bangunan akidah dibangun diatasnya setelah permasalahan keesaan Allàh. 3. Beriman kepada hari akhir dan tanda-tandanya termasuk beriman kepada perkara ghaib yang tidak bisa ditangkap oleh akal dan tidak ada cara untuk mengetahuinya kecuali dengan dalil wahyu (al Quran dan as Sunnah) 4. Iman kepada hari akhir seringkali digandengkan dengan iman kepada Allàh. Seperti dalam surat al Baqarah ayat 177, لَيْسَ الْبِرَّ اَنْ تُوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَ الْمَغْرِبِ وَلٰـكِنَّ الْبِرَّ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ َ Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke ara...

Suwargo Nunut Neroko Katut

Suwargo Nunut Neroko Katut admin 28 Juni 2015 | 4.884 | 1 | Suwargo Nunut Neroko Katut Kaum muslimin yang berbahagia rahimani wa rahimakumullah , di tengah-tengah masyarakat jawa ada sebuah ungkapan yang cukup masyhur dan oleh sebagian masyarakat jawa ungkapan ini sudah menjadi sebuah falsafah yang mereka anut. Sebuah ungkapan yang menjelaskan apabila ada seseorang yang nantinya masuk surga maka anggota keluarganya seperti anak, istri, dan orang tua bisa turut ikut masuk ke dalam surga. Demikian juga apabila ada seseorang yang nantinya masuk neraka maka anggota keluarganya seperti anak, istri, dan orang tua bisa ikut masuk ke dalam neraka. Ungkapan yang dimaksud berbunyi, “Suwargo Nunut Neroko Katut,” yang kurang lebih artinya adalah surga bisa ikut numpang dan neraka bisa ikut terbawa yang maksudnya adalah seseorang bisa ikut terbawa masuk ke dalam surga atau neraka disebabkan kelua...

Nikmat Allah ﷻ kepada Bani Israil

 Tafsir surat Al-Baqarah ayat 49-53. ini adalah awal dari penyebutan satu persatu nikmat-nikmat Nya terhadap Bani Israil dengan suatu perincian. Kelima ayat di atas mengandung 4 nikmat amat besar yang Allah ﷻ karuniakan kepada Bani Israil. Nikmat-nikmat itu Allah ﷻ perintahkan untuk mengingatnya agar mereka mensyukurinya dan beriman kepada rasul Nya yaitu Muhammad ﷺ dan agama Islam. وَإِذْ نَجَّيْنَٰكُم مِّنْ ءَالِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوٓءَ ٱلْعَذَابِ يُذَبِّحُونَ أَبْنَآءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَآءَكُمْ ۚ وَفِى ذَٰلِكُم بَلَآءٌ مِّن رَّبِّكُمْ عَظِيمٌ Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari (Fir'aun) dan pengikut-pengikutnya (Selamat dari kebinasaan, seperti selamat dari tenggelam atau selamat dari adzab); mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. (Tidak membunuh bayi perempuan agar mereka besar dan menjadi pelayan, dan membunuh bayi laki-laki karena me...