Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2026

Jangan terjatuh kedalam lubang yang sama.

"Seorang mukmin haruslah bersikap tegas, tegar (penuh tekad), dan waspada; ia tidak boleh lengah sehingga bisa ditipu berulang kali dan terperosok ke dalam hal yang tidak diinginkan (keburukan). Hal ini bisa terjadi dalam urusan agama sebagaimana terjadi dalam urusan dunia, dan urusan agama adalah hal yang paling utama untuk diwaspadai." Dalam sebuah hadits disebutkan,  لا يُلْدَغُ المؤمِنُ من جُحْرٍ مَرَّتيْنِ "Tidak selayaknya seorang mukmin disengat [oleh binatang berbisa] dari lubang yang sama dua kali." [(HR. al-Bukhari (6133), Muslim (2998), dan Abu Dawud (4862), dan lafaz ini adalah milik mereka. Shahih al-Jami' (7779)] Terdapat dua makna dari hadits yang mulia ini: Yang pertama: bahwa seorang mukmin dia adalah seorang yang cerdas/cerdik lagi teguh pendiriannya (waspada/tegas) yang tidak lalai Sehingga ia tertipu berulang kali (beberapa kali) tanpa menyadarinya, yang dimaksud dalam hal ini adalah pada perkara agama. Kedua: janganlah seorang mukmin tertipu...

Keutamaan bersegera menghadiri shalat Jumat

Allah Subhaanahu wa Ta'ala memerintahkan hamba-hamba-Nya yang beriman untuk bersegera dalam kebaikan, dan Dia memuji orang-orang yang melakukannya melalui firman-Nya:  إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا ۖ وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ “Sungguh, mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan.” (QS. Al-Anbiya: 90).  Mengingat datang lebih awal (menyegerakan diri) untuk shalat termasuk ke dalam amal kebaikan—khususnya pada shalat Jumat—maka orang yang datang lebih awal memiliki keutamaan dan pahala yang lebih besar daripada yang lainnya. Rasulullah ﷺ bersabda: مَنِ اغتَسَلَ يَومَ الجُمُعةِ غُسلَ الجَنابةِ ثُمَّ راحَ، فكَأنَّما قَرَّبَ بَدَنةً، ومَن راحَ في السَّاعةِ الثَّانيةِ فكَأنَّما قَرَّبَ بَقَرةً، ومَن راحَ في السَّاعةِ الثَّالِثةِ فكَأنَّما قَرَّبَ كَبشًا أقرَنَ، ومَن راحَ في السَّاعةِ الرَّابِعةِ فكَأنَّما قَرَّبَ دَجاجةً، ومَن راحَ في السَّاعةِ الخامِسةِ فكَأنَّما قَرَّبَ بَيضةً، فإذا خَرَجَ الإمامُ حَضَرَتِ المَلائِكةُ يَ...

Perintah mengerjakan shalat Jumat.

  Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah, Allah Ta'ala memerintahkan hamba-hamba-Nya yang beriman untuk menghadiri shalat Jumat dan bersegera menuju kepadanya sejak adzan dikumandangkan. Allah Ta'alaa berfirman,  > ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ ۝  "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diserukan untuk melaksanakan shalat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." Terdapat dua perintah di dalam ayat ini: Pertama untuk bersegera mengingat Allah Ta'alaa. Mengingat Allah Ta'alaa di dalam ayat ini maknanya adalah mengerjakan shalat dan mendengarkan khutbah. Kedua: Meninggalkan aktivitas perdagangan apabila adzan shalat telah dikumandangkan, dan segera beranjak menuju masjid. Sebab yang demikian itu lebih ba...