Langsung ke konten utama

Ayat Paling Menghimpun di dalam Al Quran

๐Ÿ•Œ๐Ÿ•Œ๐Ÿ•Œ๐Ÿ•Œ๐Ÿ•Œ๐Ÿ•Œ๐Ÿ•Œ๐Ÿ•Œ๐Ÿ•Œ๐Ÿ•Œ๐Ÿ•Œ
Ayat Paling Menghimpun di dalam Al Quran ๐Ÿ“œ Firman Allรกh azza wa jalla : " ุฅู† ุงู„ู„ู‡ ูŠุฃู…ุฑ ุจุงู„ุนุฏู„ ูˆุงู„ุฅุญุณุงู† ูˆุฅูŠุชุงุก ุฐูŠ ุงู„ู‚ุฑุจู‰ ูˆูŠู†ู‡ู‰ ุนู† ุงู„ูุญุดุงุก ูˆุงู„ู…ู†ูƒุฑ ูˆุงู„ุจุบูŠ ูŠุนุธูƒู… ู„ุนู„ูƒู… ุชุฐูƒุฑูˆู† ". "Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran." (Qs. An-Naฤฅl:90) ู‡ุฐู‡ ุงู„ุขูŠุฉ ู†ุณู…ุนู‡ุง ูƒู„ ุฌู…ุนุฉ ุชู‚ุฑูŠุจุง ูู‡ู„ ุณุนูŠู†ุง ู„ู„ุนู…ู„ ุจู‡ุง .. ⁉ Ayat ini, sering kita dengar tiap hari Jumat. Lalu sudahkah kita berusaha mengamalkannya ? ● ุฅู† ุงู„ู„ู‡ ูŠุฃู…ุฑ ุจู€ู€ : ‼ Sungguh Allรกh perintahkan untuk : 1 - ุงู„ุนุฏู„ : ุงู„ู‚ุณุท ูˆุงู„ู…ูˆุงุฒู†ุฉ، ููŠ ุญู‚ู‡، ูˆููŠ ุญู‚ ุนุจุงุฏู‡. 1. Al Adl yaitu berlaku keadilan dan kesamaan pada hak Allรกh dan juga pada hak hamba-hamba Nya. 2 - ุงู„ุฅุญุณุงู† : ุฃูŠ ูŠู†ุฏุจ ุฅู„ู‰ ุงู„ุฅุญุณุงู† ููŠ ูƒู„ ุดูŠุก، ููŠ ุนุจุงุฏุชู‡، ูˆุฅู„ู‰ ุฎู„ู‚ู‡. 2. Al Ihsan yaitu berbuat kebajikan pada segala sesuatu di dalam beribadah kepada Nya dan berbuat kebajikan kepada makhluk Nya. 3 - ุฅูŠุชุงุก ุฐูŠ ุงู„ู‚ุฑุจู‰ : ุฃูŠ ูŠุฃู…ุฑ ุจุตู„ุฉ ุงู„ุฃุฑุญุงู…. 3. Memberi kepada kaum kerabat yaitu diperintahkan untuk silaturahim. ● ูˆูŠู†ู‡ู‰ ุนู† : ๐Ÿšซ Dan melarang dari : 1 - ุงู„ูุญุดุงุก : ุงู„ู…ุญุฑู…ุงุช ูˆู…ุง ูŠูˆุตู„ ุฅู„ูŠู‡ุง. 1. Al Fahsya atau kekejian yaitu perkara-perkara yang diharamkan dan hal yang mengarah ke sana. 2 - ุงู„ู…ู†ูƒุฑ : ู…ุง ุธู‡ุฑ ู…ู† ุชู„ูƒ ุงู„ู…ุญุฑู…ุงุช. 2. Kemungkaran yaitu apa yang tampak dari perkara yang diharamkan itu. 3 - ุงู„ุจุบูŠ : ุงู„ุนุฏูˆุงู† ุนู„ู‰ ุงู„ู†ุงุณ. 3. Tindakan melampaui batas yaitu permusuhan di tengah manusia. ● ูŠุนุธูƒู… ุจู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃูˆุงู…ุฑ ูˆุงู„ู†ูˆุงู‡ูŠ ู„ุนู„ูƒู… ุชุฐูƒุฑูˆู† . ๐Ÿ”ด Allรกh wasiatkan parintah-perintah dan larangan-larangan ini supaya kalian ingat. Ibnu Mas'ud radhiyallรกhu 'anhu mengatakan : " ู‡ุฐู‡ ุฃุฌู…ุน ุขูŠุฉ ููŠ ุงู„ู‚ุฑุขู† ". "Ayat ini merupakan ayat paling menghimpun (perintah dan larangan) di dalam Al Quran" ๐Ÿ“ alih bahasa : abdurrohman al banyumasi dari chanel ad durrar al bahiyyah assalafiyyah. diposting melalui grup faidah t.me/faidahkita ๐Ÿ“กfaidah ูุงุฆุฏุฉ๐Ÿ“ก ๐Ÿ•Œ๐Ÿ•Œ๐Ÿ•Œ๐Ÿ•Œ๐Ÿ•Œ๐Ÿ•Œ๐Ÿ•Œ๐Ÿ•Œ๐Ÿ•Œ๐Ÿ•Œ๐Ÿ•Œ

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kaidah ke-15: Manusia Seperti Seratus Ekor Unta.

ุฅู†َّู…ุง ุงู„ู†َّุงุณُ ูƒุงู„ุฅِุจِู„ِ ุงู„ู…ِุงุฆَุฉِ، ู„ุง ุชَูƒุงุฏُ ุชَุฌِุฏُ ููŠู‡ุง ุฑุงุญِู„َุฉً. "Sesungguhnya manusia itu seperti seratus ekor unta, hampir-hampir kamu tidak menemukan seekor pun di antaranya yang layak untuk dijadikan tunggangan (yang kuat dan cocok untuk perjalanan)." (HR. Al Bukhari no. 6133 dan Muslim no. 2547 dengan sedikit perbedaan lafaz. Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma) Apa makna dari perkataan Nabi ini? Orang yang istimewa dan orang yang mampu memimpin dan memiliki pengaruh sangatlah jarang padahal jumlah mereka sangat banyak dan tak jarang juga orang yang mengaku memiliki hal itu. Ini seperti keadaan unta yang jumlahnya cukup banyak, namun Unta-unta pilihan dan tunggangan yang andal itu sangat sedikit. Hadits ini mengandung makna yang sangat dalam. Mengapa demikian? Karena Rasulullah ๏ทบ mengaitkan manusia dengan unta—hewan yang sangat dikenal oleh masyarakat Arab saat itu. Perumpamaan ini tentu mengacu pada karakteristik unta yang sudah umum diketahui, seperti rakus ...

Ketaatan dalam perkara yang ma'ruf. (Kaidah ke-8)

Shahabat Abu Bakar ash Shiddiq Radhiyallahu Anhu mengatakan, "Taatilah aku selama aku menaati Allah ๏ทป dan Rasul Nya, apabila aku bermaksiat kepada Allah dan Rasulullah maka tidak boleh kalian menaatiku." Asal muasal kaidah ini memiliki sebab yang tetap dua kitab sahih dari hadits Amirul mukminin Ali Radhiyallahu Anhu, Nabi ๏ทบ mengutus sebuah ekspedisi dan mengangkat sahabat anshar sebagai pemimpin mereka, dan beliau perintahkan mereka untuk menaatinya. Selanjutnya sahabat anshar marah dan mengatakan; "Bukankah Rasulullah ๏ทบ telah memerintahkan kalian untuk mentaatiku?" 'Ya' Jawab mereka. Sahabat anshar meneruskan; "Karena itu, aku ingin jika kalian mengumpulkan kayu bakar dan menyalakan api, kemudian kalian masuk kedalamnya." Mereka pun mengumpulkan kayu bakar dan menyalakan api. Tatkala mereka ingin memasukinya, satu sama lain saling memandang. Sebagian mengatakan; 'bukankah kita ikut Nabi ๏ทบ untuk menjauhkan diri dari api, apakah (sekarang) ki...

Jangan terjatuh kedalam lubang yang sama.

"Seorang mukmin haruslah bersikap tegas, tegar (penuh tekad), dan waspada; ia tidak boleh lengah sehingga bisa ditipu berulang kali dan terperosok ke dalam hal yang tidak diinginkan (keburukan). Hal ini bisa terjadi dalam urusan agama sebagaimana terjadi dalam urusan dunia, dan urusan agama adalah hal yang paling utama untuk diwaspadai." Dalam sebuah hadits disebutkan,  ู„ุง ูŠُู„ْุฏَุบُ ุงู„ู…ุคู…ِู†ُ ู…ู† ุฌُุญْุฑٍ ู…َุฑَّุชูŠْู†ِ "Tidak selayaknya seorang mukmin disengat [oleh binatang berbisa] dari lubang yang sama dua kali." [(HR. al-Bukhari (6133), Muslim (2998), dan Abu Dawud (4862), dan lafaz ini adalah milik mereka. Shahih al-Jami' (7779)] Terdapat dua makna dari hadits yang mulia ini: Yang pertama: bahwa seorang mukmin dia adalah seorang yang cerdas/cerdik lagi teguh pendiriannya (waspada/tegas) yang tidak lalai Sehingga ia tertipu berulang kali (beberapa kali) tanpa menyadarinya, yang dimaksud dalam hal ini adalah pada perkara agama. Kedua: janganlah seorang mukmin tertipu...