Langsung ke konten utama

Diantara sifat hamba Allah ﷻ yang beriman

Materi ke – 13
بسم الله الرحمن الرحيم
🌿 Diantara sifat hamba Allah  ﷻ   yang beriman 🌾
Allah ﷻ berfirman :
إِنَّ الَّذِينَ هُمْ مِنْ خَشْيَةِ رَبِّهِمْ مُشْفِقُونَ ♻ وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ ♻ وَالَّذِينَ هُمْ بِرَبِّهِمْ لَا يُشْرِكُونَ ♻ وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ ♻ أُولَئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ ♻ وَلَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا وَلَدَيْنَا كِتَابٌ يَنْطِقُ بِالْحَقِّ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ ♻
♻ Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka,
♻ dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka,
♻ dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apapun),
♻ dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) Sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka,
♻ mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.
♻ Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya. [Qs. Al Mu’minun : 57-62]
🌏 makna ayat secara global :
Allah ﷻ memuji dan mensifati hamba-hamba-Nya yang beriman di dalam ayat yang mulia ini dengan empat sifat yang mengharuskan pujian dan sanjungan untuk mereka, yang demikian dikarenakan mereka :
1⃣  Takut akan siksa Allah ﷻ
2⃣  Membenarkan ayat-ayat Allah ﷻ baik itu yang diturunkan ataupun ayat-ayat yang ada di alam semesta dan yang menunjukan akan wujud Allah dan kebenaran risalah Nabi Muhammad ﷺ
3⃣ Mereka menaati ayat-ayat tersebut lalu mereka tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun baik itu dalam Dzat-Nya, sifat-Nya, maupun dalam peribadahan secara lahir maupun batin, dan mereka beribadah dengan apa yang telah disyariatkan
4⃣ Mereka dikarenakan kuatnya rasa percaya mereka kepada Allah dikarenakan rasa takut mereka kepada Allah mereka khawatir kalau-kalau pemberian-pemberian (sedekah-sedekah) yang mereka berikan dan amal ibadah yang mereka kerjakan itu tidak diterima oleh Allah dikarenakan mereka masih merasa kurang dalam melaksanakan kewajiban. Sebagaimana diriwayatkan dari Aisyah bahwa beliau mengatakan, “wahai Rasulullah ! orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut apakah dia itu orang yang mencuri, berzina, serta meminum khamr sedangkan dia takut kepada Allah ﷻ ? Rasulullah ﷺ bersabda, “tidak demikian wahai putri Abu Bakar , wahai putri Ash Shidiq ! akan tetapi dia itu adalah orang yang shalat, puasa, serta bersedekah sedangkan mereka takut kepada Allah ﷻ “ [HR. Ahmad]
Kemudian Allah mempersaksikan mereka dengan berlomba-lomba dalam sisi-sisi kebaikan dan Allah mengabarkan bahwa mereka telah mendahului orang-orang selain mereka.
🍃 Pelajaran ayat :
1⃣ Keutamaan takut, iman, tauhid, tawadhu’, dan merasa diawasi oleh Allah ﷻ
2⃣ Kabar gembira dari Allah untuk ahli iman dan takwa.
3⃣ Penetapan kaidah pengangkatan beban dalam agama.
4⃣  Penetapan pencatatan amalan para hamba dan penghitungan amalan dan pembalasan secara adil bagi para hamba.
هَذَا كِتَابُنَا يَنْطِقُ عَلَيْكُمْ بِالْحَقِّ إِنَّا كُنَّا نَسْتَنْسِخُ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
(Allah berfirman): "Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan terhadapmu dengan benar. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan". [Qs. Al-Jatsiyah ayat 29]
5⃣ Wajibnya takut terhadap adzab Allah.
6⃣ Wajibnya beriman terhadap ayat-ayat Allah dan dengan tanda-tandanya terhadap para hamba.
7⃣ Haramnya kesyirikan dengan seluruh macam dan bentuknya.
8⃣  Perhatian dengan penerimaan amal termasuk sifat orang shalih.
9⃣ Disukainya berlomba-lomba dalam amal kebaikan.
🔎 Kesimpulan :
Ayat yang mulia ini menunjukkan bahwa orang-orang yang disifati dengan sifat-sifat ini serta membersihkan dirinya dari kesyirikan yang bisa membatalkan amalan, maka sungguh dia berhak masuk ke dalam surga tanpa hisab dan tanpa adzab, dikarenakan dengan hal tersebut sungguh dia
telah merealisasikan tauhid dan ini merupakan balasan bagi orang yang merealisasikan tauhid.
Wallahu A’lam.
و صلى الله على محمد و على اله و صحبه و سلم , و الحمد لله رب العلمين
📚 Referensi :
✅  Kitabut Tauhid bab man haqqaqat tauhid dakhalal jannah bighairi hisab karya Syaikhul Islam Muhammad At Tamimi rahimahullah,
✅  Al Jadid fii Syarhi Kitabit Tauhid karya Syaikh Muhammad Al Qar’awi rahimahullah,
✅  Aisarut Tafasir Li Kalamil 'Aliyil Kabir karya Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jazairi rahimahullah
✅ Tafsir Al Quran Al Azhim karya Al Hafizh Abul Fidaa Ibnu Katsir rahimahullah.
📡 Diposting melalui grup WA “Faidah” no. 085726569843 Abdurrohman Abu Amroh
13 Rajab 1437 H
Silahkan disebarkan tulisan ini sebagaimana aslinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Urgensi Beriman Kepada Hari Akhir Dan Pengaruhnya Terhadap Pribadi Seseorang

Urgensi Beriman Kepada Hari Akhir Dan Pengaruhnya Terhadap Pribadi Seseorang. Beriman Kepada Hari Akhir merupakan perkara yang sangat penting bagi seorang muslim yang demikian dikarenakan beberapa alasan sebagai berikut: 1. Beriman kepada hari akhir merupakan satu diantara rukun iman yang enam. 2. Beriman kepada hari akhir merupakan bagian dari keyakinan pokok islam yang mana bangunan akidah dibangun diatasnya setelah permasalahan keesaan Allàh. 3. Beriman kepada hari akhir dan tanda-tandanya termasuk beriman kepada perkara ghaib yang tidak bisa ditangkap oleh akal dan tidak ada cara untuk mengetahuinya kecuali dengan dalil wahyu (al Quran dan as Sunnah) 4. Iman kepada hari akhir seringkali digandengkan dengan iman kepada Allàh. Seperti dalam surat al Baqarah ayat 177, لَيْسَ الْبِرَّ اَنْ تُوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَ الْمَغْرِبِ وَلٰـكِنَّ الْبِرَّ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ َ Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke ara...

Suwargo Nunut Neroko Katut

Suwargo Nunut Neroko Katut admin 28 Juni 2015 | 4.884 | 1 | Suwargo Nunut Neroko Katut Kaum muslimin yang berbahagia rahimani wa rahimakumullah , di tengah-tengah masyarakat jawa ada sebuah ungkapan yang cukup masyhur dan oleh sebagian masyarakat jawa ungkapan ini sudah menjadi sebuah falsafah yang mereka anut. Sebuah ungkapan yang menjelaskan apabila ada seseorang yang nantinya masuk surga maka anggota keluarganya seperti anak, istri, dan orang tua bisa turut ikut masuk ke dalam surga. Demikian juga apabila ada seseorang yang nantinya masuk neraka maka anggota keluarganya seperti anak, istri, dan orang tua bisa ikut masuk ke dalam neraka. Ungkapan yang dimaksud berbunyi, “Suwargo Nunut Neroko Katut,” yang kurang lebih artinya adalah surga bisa ikut numpang dan neraka bisa ikut terbawa yang maksudnya adalah seseorang bisa ikut terbawa masuk ke dalam surga atau neraka disebabkan kelua...

Nikmat Allah ﷻ kepada Bani Israil

 Tafsir surat Al-Baqarah ayat 49-53. ini adalah awal dari penyebutan satu persatu nikmat-nikmat Nya terhadap Bani Israil dengan suatu perincian. Kelima ayat di atas mengandung 4 nikmat amat besar yang Allah ﷻ karuniakan kepada Bani Israil. Nikmat-nikmat itu Allah ﷻ perintahkan untuk mengingatnya agar mereka mensyukurinya dan beriman kepada rasul Nya yaitu Muhammad ﷺ dan agama Islam. وَإِذْ نَجَّيْنَٰكُم مِّنْ ءَالِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوٓءَ ٱلْعَذَابِ يُذَبِّحُونَ أَبْنَآءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَآءَكُمْ ۚ وَفِى ذَٰلِكُم بَلَآءٌ مِّن رَّبِّكُمْ عَظِيمٌ Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari (Fir'aun) dan pengikut-pengikutnya (Selamat dari kebinasaan, seperti selamat dari tenggelam atau selamat dari adzab); mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. (Tidak membunuh bayi perempuan agar mereka besar dan menjadi pelayan, dan membunuh bayi laki-laki karena me...