Langsung ke konten utama

Keutamaan ilmu

Keutamaan ilmu[1]
Allah Azza wa Jalla berfirman:
Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" [Qs. Az-Zumar : 9]
Firman-Nya: “Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Qs. Al Mujadilah : 11]
Firman-Nya : dan Katakanlah "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan." [Qs. Thaahaa : 114]
Rasulullah bersabda :
 “barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah maka Allah pahamkan dia dalam urusan agama.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Shahabat Muawiyah radhiyallahu ‘anhu]
Sabda Nabi :“ barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu maka Allah mudahkan baginya jalan menuju surga, sesungguhnya malaikat meletakkan sayapnya karena ridha terhadap penuntut ilmu, sesungguhnya orang alim dimintakan ampun oleh segala sesuatu sampai ikan di dalam air, keutamaan orang alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan dibandingkan bintang-bintang, sesungguhnya para ulama tidak mewariskan dinar dan dirham, mereka hanya mewariskan ilmu, barangsiapa mengembilnya maka dia telah mengambil bagian yang cukup banyak.”[HR. Abu Dawud dan At Tirmidzi dari shahabat Abu Darda radhiyallahu ‘anhu]
Sabda Nabi :“ apabila manusia mati maka terputus amalannya kecuali tiga hal; Shadaqah jariyah, Ilmu yang bermanfaat, Anak shaleh yang mendoakannya”[HR. Muslim dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu]
Penjelasan :
Ilmu syar’i memiliki kedudukan yang besar dalam agama, Allah memotivasi kepadanya, mencintainya, dan mengutamakan ahlinya dibanding yang lain, serta menjadikan menuntut ilmu sebagai amalan yang paling utama dan diantara sebab terbesar masuk surga, dimana di dalam ilmu dan ta’lim terdapat pengetahuan tentang Allah, tentang perintah-perintah-Nya dan larangan-larangan-Nya, serta tegaknya agama-Nya, maka dengan hal ini ulama menjadi pewaris para nabi, ulama mewarisi ilmu syar’i yang barangsiapa mengambilnya, berarti dia telah menjadi pewaris mereka, dan apabila Allah menghendaki kebaikan terhadap seorang hamba, maka Allah mudahkan dirinya untuk mempelajari urusan agamanya.
kesimpulan :
1. Keutamaan ilmu dan ulama dimana mereka adalah pewaris para nabi.
2. Sesungguhnya kepahaman dalam agama merupakan bukti bahwa Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba.
3. Menuntut ilmu diantara sebab masuk surga.
4. Diantara warisan terbaik bagi seorang hamba adalah ilmu yang bermanfaat karena pahalanya akan terus mengalir untuknya setelah meninggal.[2]



[1]Lihat Jami’ bayan Ilmi wa Fadhlih oleh Ibnu Abdil Barr, Al Adab Asy Syar’iyyah 2/33, Miftah Daris Sa’adah oleh Ibnul Qayyim 1/61, Syarh Ibnu Rajab hadist Abu Darda’ “man salaka thariqan”, Ad Dinul Khalish 3/268, dan Al Majmu’ Syarhul Muhadzdzab oleh Imam An Nawawi 1/18 
[2] Diterjemahkan oleh Abdurrohman Hidayat dari kitab Addurus Al Yaumiyah minas sunan wa ahkamisy syar’iyyah oleh Rasyid bin Husain Abdul Karim hal. 22-23.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Urgensi Beriman Kepada Hari Akhir Dan Pengaruhnya Terhadap Pribadi Seseorang

Urgensi Beriman Kepada Hari Akhir Dan Pengaruhnya Terhadap Pribadi Seseorang. Beriman Kepada Hari Akhir merupakan perkara yang sangat penting bagi seorang muslim yang demikian dikarenakan beberapa alasan sebagai berikut: 1. Beriman kepada hari akhir merupakan satu diantara rukun iman yang enam. 2. Beriman kepada hari akhir merupakan bagian dari keyakinan pokok islam yang mana bangunan akidah dibangun diatasnya setelah permasalahan keesaan Allàh. 3. Beriman kepada hari akhir dan tanda-tandanya termasuk beriman kepada perkara ghaib yang tidak bisa ditangkap oleh akal dan tidak ada cara untuk mengetahuinya kecuali dengan dalil wahyu (al Quran dan as Sunnah) 4. Iman kepada hari akhir seringkali digandengkan dengan iman kepada Allàh. Seperti dalam surat al Baqarah ayat 177, لَيْسَ الْبِرَّ اَنْ تُوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَ الْمَغْرِبِ وَلٰـكِنَّ الْبِرَّ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ َ Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke ara...

Suwargo Nunut Neroko Katut

Suwargo Nunut Neroko Katut admin 28 Juni 2015 | 4.884 | 1 | Suwargo Nunut Neroko Katut Kaum muslimin yang berbahagia rahimani wa rahimakumullah , di tengah-tengah masyarakat jawa ada sebuah ungkapan yang cukup masyhur dan oleh sebagian masyarakat jawa ungkapan ini sudah menjadi sebuah falsafah yang mereka anut. Sebuah ungkapan yang menjelaskan apabila ada seseorang yang nantinya masuk surga maka anggota keluarganya seperti anak, istri, dan orang tua bisa turut ikut masuk ke dalam surga. Demikian juga apabila ada seseorang yang nantinya masuk neraka maka anggota keluarganya seperti anak, istri, dan orang tua bisa ikut masuk ke dalam neraka. Ungkapan yang dimaksud berbunyi, “Suwargo Nunut Neroko Katut,” yang kurang lebih artinya adalah surga bisa ikut numpang dan neraka bisa ikut terbawa yang maksudnya adalah seseorang bisa ikut terbawa masuk ke dalam surga atau neraka disebabkan kelua...

Nikmat Allah ﷻ kepada Bani Israil

 Tafsir surat Al-Baqarah ayat 49-53. ini adalah awal dari penyebutan satu persatu nikmat-nikmat Nya terhadap Bani Israil dengan suatu perincian. Kelima ayat di atas mengandung 4 nikmat amat besar yang Allah ﷻ karuniakan kepada Bani Israil. Nikmat-nikmat itu Allah ﷻ perintahkan untuk mengingatnya agar mereka mensyukurinya dan beriman kepada rasul Nya yaitu Muhammad ﷺ dan agama Islam. وَإِذْ نَجَّيْنَٰكُم مِّنْ ءَالِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوٓءَ ٱلْعَذَابِ يُذَبِّحُونَ أَبْنَآءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَآءَكُمْ ۚ وَفِى ذَٰلِكُم بَلَآءٌ مِّن رَّبِّكُمْ عَظِيمٌ Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari (Fir'aun) dan pengikut-pengikutnya (Selamat dari kebinasaan, seperti selamat dari tenggelam atau selamat dari adzab); mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. (Tidak membunuh bayi perempuan agar mereka besar dan menjadi pelayan, dan membunuh bayi laki-laki karena me...