Langsung ke konten utama

Keutamaan Tauhid bag. 1

materi ke-7

-------------------

بسم الله الرحمن الرحيم

🌾 keutamaan tauhid bag. 1 🌾

🌿 Allâh 'azza wa jalla berfirman :

الَّذِينَ ءَامَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوٓا إِيمٰنَهُم بِظُلْمٍ أُولٰٓئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan syirik, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk.

[QS. Al-An'am : 82]

🌎 makna ayat secara global :

📶 Allâh subhanahu wa ta'ala mengabarkan bahwa orang-orang yang memurnikan ibadah hanya untuk Allãh serta tidak mencampuri tauhidnya dengan suatu kesyirikan,  mereka adalah orang-orang yang mendapat rasa aman dari rasa takut dan kesusahan pada hari kiamat,  mereka mendapat petunjuk untuk berjalan di atas shirathal mustaqim di dunia.
ketika turun ayat ini,  para shahabat merasa berat lantas mereka bertanya,  "wahai Rasulullâh,  siapakah diantara kami yang tidak menzhalimi dirinya?" Rasulullãh shallallâhu 'alaihi wa sallam menjawab,  "maksud ayat ini bukanlah seperti yang kalian sangka,  hanyalah yang dimaksud adalah syirik,  tidakkah kalian mendengar perkataan orang yang shaleh (yaitu Luqman)

وَإِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِابْنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يٰبُنَىَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, "Wahai anakku! Janganlah engkau menyekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar."

[QS. Luqman: Ayat 13] [HR. Al Bukhari dan Muslim dari Ibnu Masud radhiyallâhu 'anhu]

🍃 faidah :

❶ keutamaan tauhid dan buah yang dihasilkan di dunia dan akhirat.

❷ sesungguhnya syirik adalah sebuah kezhaliman yang membatalkan keimanan jika itu besar dan mengurangi keimanan jika itu kecil.

❸ sesungguhnya dosa syirik tidak diampuni (jika tidak bertaubat)

❹ sesungguhnya syirik menyebabkan rasa takut di dunia dan di akhirat.

❺ kezhaliman terbagi menjadi 3 yaitu:

a. kezhaliman paling zhalim,  yaitu syirik dalam hak Allâh.

b. zhalimnya seseorang terhadap dirinya,  tidak memberikan haknya,  seperti puasa terus menerus,  shalat malam tanpa tidur.

c. kezhaliman seseorang kepada orang lain,  seperti menganiaya orang lain dengan memukul atau membunuh,  atau merampas harta orang lain,  atau yang lainnya.

❻ hadist nabi Muhammad menjelaskan ayat-ayat Al Quran.

wallàhu A'lam.

و صلى الله على محمد و على اله و صحبه و سلم، و الحمد لله رب العالمين.

 📚 (al Mulakhas fii syarhi Kitabit Tauhid,  Asy Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al Fauzan hafizhahullah,  hal. 21-22 dan al Qaaulul Mufid syarhu kitabit tauhid Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah, I/60-63)

-------------------

🔊 diposting melalui grup WA "faidah" oleh Abdurrohman Hidayat
no. 085726569843
Rabu 4 Rabiul Awwal 1437 H
silahkan disebarkan tulisan ini sebagaimana aslinya.
semoga bermanfaat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kaidah ke-15: Manusia Seperti Seratus Ekor Unta.

إنَّما النَّاسُ كالإِبِلِ المِائَةِ، لا تَكادُ تَجِدُ فيها راحِلَةً. "Sesungguhnya manusia itu seperti seratus ekor unta, hampir-hampir kamu tidak menemukan seekor pun di antaranya yang layak untuk dijadikan tunggangan (yang kuat dan cocok untuk perjalanan)." (HR. Al Bukhari no. 6133 dan Muslim no. 2547 dengan sedikit perbedaan lafaz. Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma) Apa makna dari perkataan Nabi ini? Orang yang istimewa dan orang yang mampu memimpin dan memiliki pengaruh sangatlah jarang padahal jumlah mereka sangat banyak dan tak jarang juga orang yang mengaku memiliki hal itu. Ini seperti keadaan unta yang jumlahnya cukup banyak, namun Unta-unta pilihan dan tunggangan yang andal itu sangat sedikit. Hadits ini mengandung makna yang sangat dalam. Mengapa demikian? Karena Rasulullah ﷺ mengaitkan manusia dengan unta—hewan yang sangat dikenal oleh masyarakat Arab saat itu. Perumpamaan ini tentu mengacu pada karakteristik unta yang sudah umum diketahui, seperti rakus ...

Ketaatan dalam perkara yang ma'ruf. (Kaidah ke-8)

Shahabat Abu Bakar ash Shiddiq Radhiyallahu Anhu mengatakan, "Taatilah aku selama aku menaati Allah ﷻ dan Rasul Nya, apabila aku bermaksiat kepada Allah dan Rasulullah maka tidak boleh kalian menaatiku." Asal muasal kaidah ini memiliki sebab yang tetap dua kitab sahih dari hadits Amirul mukminin Ali Radhiyallahu Anhu, Nabi ﷺ mengutus sebuah ekspedisi dan mengangkat sahabat anshar sebagai pemimpin mereka, dan beliau perintahkan mereka untuk menaatinya. Selanjutnya sahabat anshar marah dan mengatakan; "Bukankah Rasulullah ﷺ telah memerintahkan kalian untuk mentaatiku?" 'Ya' Jawab mereka. Sahabat anshar meneruskan; "Karena itu, aku ingin jika kalian mengumpulkan kayu bakar dan menyalakan api, kemudian kalian masuk kedalamnya." Mereka pun mengumpulkan kayu bakar dan menyalakan api. Tatkala mereka ingin memasukinya, satu sama lain saling memandang. Sebagian mengatakan; 'bukankah kita ikut Nabi ﷺ untuk menjauhkan diri dari api, apakah (sekarang) ki...

Jangan terjatuh kedalam lubang yang sama.

"Seorang mukmin haruslah bersikap tegas, tegar (penuh tekad), dan waspada; ia tidak boleh lengah sehingga bisa ditipu berulang kali dan terperosok ke dalam hal yang tidak diinginkan (keburukan). Hal ini bisa terjadi dalam urusan agama sebagaimana terjadi dalam urusan dunia, dan urusan agama adalah hal yang paling utama untuk diwaspadai." Dalam sebuah hadits disebutkan,  لا يُلْدَغُ المؤمِنُ من جُحْرٍ مَرَّتيْنِ "Tidak selayaknya seorang mukmin disengat [oleh binatang berbisa] dari lubang yang sama dua kali." [(HR. al-Bukhari (6133), Muslim (2998), dan Abu Dawud (4862), dan lafaz ini adalah milik mereka. Shahih al-Jami' (7779)] Terdapat dua makna dari hadits yang mulia ini: Yang pertama: bahwa seorang mukmin dia adalah seorang yang cerdas/cerdik lagi teguh pendiriannya (waspada/tegas) yang tidak lalai Sehingga ia tertipu berulang kali (beberapa kali) tanpa menyadarinya, yang dimaksud dalam hal ini adalah pada perkara agama. Kedua: janganlah seorang mukmin tertipu...