Langsung ke konten utama

Keutamaan Tauhid (bag. 2)

materi ke-8
بسم الله الرحمن الرحيم
🌴 keutamaan tauhid (bag. 2)
🌿 Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
(من شهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأن محمداً عبده ورسوله، وأن عيسى عبد الله ورسوله وكلمته ألقاها إلى مريم وروح منه، والجنة حق، والنار حق أدخله الله الجنة على ما كان من العمل).
dari Ubadah bin Shamit radhiyallâhu ahhu berkata,  Rasulullah bersabda, "barang siapa bersyahadat bahwa tidak ada sesembahan yang hak selain Allãh saja,  tiada sekutu bagi Nya,  dan Muhammad adalah hamba dan rasul Nya,  dan bahwa Isa adalah hamba dan rasul Nya,  dan kalimatnya yang disampaikan kepada Maryam,  serta ruh dari pada Nya,  dan surga itu benar adanya,  neraka juga benar adanya,  maka Allãh pasti memasukkannya ke dalam surga, betapapun amal yang telah diperbuatnya. [Muttafaqun 'alaih]
🌎 makna hadist secara global :
📶 sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengabarkan kepada kita dengan menjelaskan kepada kita akan keutamaan dan kemuliaan tauhid yaitu :
1. barang siapa mengucapkan dua kalimat syahadat dengan mengetahui maknanya,  mengamalkan konsekuensinya zhahir dan batin, 
2. menjauhi sikap berlebihan dan meremehkan terkait hak dua nabi yang mulia yaitu Nabi Isa dan Nabi Muhammad 'alaihimash shalatu wassalam,
3. lalu menetapkan kerusulan dan penghambaan diri mereka kepada Allãh, bahwa mereka berdua tidak memiliki sedikitpun kekhususan dalam rububiyyah, 
4. serta dia meyakini adanya surga dan neraka, 
maka sesungguhnya tempat kembalinya adalah surga meskipun dia melakukan kemaksiatan selain syirik.
🍃 faidah :
❶ keutamaan tauhid sesungguhnya Allãh menghapus dosa dengan sebab tauhid
❷ luasnya karunia Allãh dan kebaikan Nya subhanahu wa ta'ala
❸ wajibnya menjauhi sikap meremehkan dan berlebihan terkait hak para nabi dan orang shalih,  maka tidak boleh meremehkan keutamaan mereka dan tidak boleh melampaui batas pada diri mereka terlebih menyerahkan suatu ibadah untuk mereka sebagaimana dilakukan sebagian orang jahil dan yang sesat.
sebagaimana yang terjadi pada diri Nabi Isa 'alaihis salam,  telah tersesat dua kaum,  yaitu :
a. Yahudi yang mendustakan Nabi Isa,  mereka menuduhnya sebagai anak zina,  ibunya adalah wanita tuna susila,  dan tidak menganggapnya sebagai nabi, serta berusaha membunuhnya. firman Nya :
dan (Kami hukum juga) karena ucapan mereka, "Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, 'Isa putra Maryam, Rasul Allah." Padahal, mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh adalah) orang yang diserupakan dengan 'Isa. Sesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentang (pembunuhan) 'Isa, selalu dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka benar-benar tidak tahu (siapa sebenarnya yang dibunuh itu), melainkan mengikuti persangkaan belaka, jadi mereka tidak yakin telah membunuhnya,
[QS. An-Nisa': Ayat 157]
b. Nashara yang  meyakini bahwa Nabi Isa adalah anak Allãh,  salah satu dari yang tiga (trinitas), mereka menjadikannya sebagai tuhan yang disembah, 
firman Nya :
Al-Masih putra Maryam hanyalah seorang rasul. Sebelumnya pun sudah berlalu beberapa rasul. Dan ibunya seorang yang berpegang teguh pada kebenaran. kedua duanya biasa memakan makanan.
[Qs. Al Maidah :75]
Sungguh, telah kafir orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga [Qs. Al Maidah :73]
❹ sesungguhnya pelaku maksiat dari orang orang yang mentauhidkan Allãh tidak kekal di dalam neraka.
wallàhu A'lam.
و صلى الله على محمد و على اله و صحبه و سلم، و الحمد لله رب العالمين.
📚 (kitabut tauhid bab fadhlut tauhid wa ma yukaffiru minadzdzunub,  syaikhul islam Muhammad At Tamimi rahimahullâh, al Mulakhas fii syarhi Kitabit Tauhid,  Asy Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al Fauzan hafizhahullah,  hal. 23-25 dan al Qaulul Mufid 'alaa kitabit tauhid Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah, I/63-76)
-------------------
🔊 diposting melalui grup WA "faidah" oleh Abdurrohman
no. 085726569843
24 Rabiul Awwal 1437 H
silahkan disebarkan tulisan ini sebagaimana aslinya.
semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Urgensi Beriman Kepada Hari Akhir Dan Pengaruhnya Terhadap Pribadi Seseorang

Urgensi Beriman Kepada Hari Akhir Dan Pengaruhnya Terhadap Pribadi Seseorang. Beriman Kepada Hari Akhir merupakan perkara yang sangat penting bagi seorang muslim yang demikian dikarenakan beberapa alasan sebagai berikut: 1. Beriman kepada hari akhir merupakan satu diantara rukun iman yang enam. 2. Beriman kepada hari akhir merupakan bagian dari keyakinan pokok islam yang mana bangunan akidah dibangun diatasnya setelah permasalahan keesaan Allàh. 3. Beriman kepada hari akhir dan tanda-tandanya termasuk beriman kepada perkara ghaib yang tidak bisa ditangkap oleh akal dan tidak ada cara untuk mengetahuinya kecuali dengan dalil wahyu (al Quran dan as Sunnah) 4. Iman kepada hari akhir seringkali digandengkan dengan iman kepada Allàh. Seperti dalam surat al Baqarah ayat 177, لَيْسَ الْبِرَّ اَنْ تُوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَ الْمَغْرِبِ وَلٰـكِنَّ الْبِرَّ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ َ Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke ara...

Suwargo Nunut Neroko Katut

Suwargo Nunut Neroko Katut admin 28 Juni 2015 | 4.884 | 1 | Suwargo Nunut Neroko Katut Kaum muslimin yang berbahagia rahimani wa rahimakumullah , di tengah-tengah masyarakat jawa ada sebuah ungkapan yang cukup masyhur dan oleh sebagian masyarakat jawa ungkapan ini sudah menjadi sebuah falsafah yang mereka anut. Sebuah ungkapan yang menjelaskan apabila ada seseorang yang nantinya masuk surga maka anggota keluarganya seperti anak, istri, dan orang tua bisa turut ikut masuk ke dalam surga. Demikian juga apabila ada seseorang yang nantinya masuk neraka maka anggota keluarganya seperti anak, istri, dan orang tua bisa ikut masuk ke dalam neraka. Ungkapan yang dimaksud berbunyi, “Suwargo Nunut Neroko Katut,” yang kurang lebih artinya adalah surga bisa ikut numpang dan neraka bisa ikut terbawa yang maksudnya adalah seseorang bisa ikut terbawa masuk ke dalam surga atau neraka disebabkan kelua...

Nikmat Allah ﷻ kepada Bani Israil

 Tafsir surat Al-Baqarah ayat 49-53. ini adalah awal dari penyebutan satu persatu nikmat-nikmat Nya terhadap Bani Israil dengan suatu perincian. Kelima ayat di atas mengandung 4 nikmat amat besar yang Allah ﷻ karuniakan kepada Bani Israil. Nikmat-nikmat itu Allah ﷻ perintahkan untuk mengingatnya agar mereka mensyukurinya dan beriman kepada rasul Nya yaitu Muhammad ﷺ dan agama Islam. وَإِذْ نَجَّيْنَٰكُم مِّنْ ءَالِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوٓءَ ٱلْعَذَابِ يُذَبِّحُونَ أَبْنَآءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَآءَكُمْ ۚ وَفِى ذَٰلِكُم بَلَآءٌ مِّن رَّبِّكُمْ عَظِيمٌ Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari (Fir'aun) dan pengikut-pengikutnya (Selamat dari kebinasaan, seperti selamat dari tenggelam atau selamat dari adzab); mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. (Tidak membunuh bayi perempuan agar mereka besar dan menjadi pelayan, dan membunuh bayi laki-laki karena me...