materi ke-9
بسم الله الرحمن الرحيم
(فَإِنَّ اللهَ حَرّمَ عَلى النَّارِ مَنْ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلاَّ الله يَبْتَغِي بذَِلِكَ وَجْهَ الله )
"sesungguhnya Allàh 'azza wa jalla mengharamkan atas neraka seseorang yang mengucapkan laa ilaaha illallàh (tiada sesembahan yang hak kecuali Allàh) dengan itu dia mengharap wajah Allàh." [Muttafaqun 'alaih]
🔈sesungguhnya Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- mengabarkan dengan sebenar-benarnya bahwa siapa saja yang mengucapkan kalimat laa ilaaha illallàh dengan niat ikhlas dan meniadakan perbuatan syirik, mengamalkannya secara zhahir maupun batin, dan dia mati pada keadaan tersebut, maka pada hari kiamat api neraka tidak akan menyentuhnya.
❶ keutamaan tauhid, sesungguhnya tauhid menyelamatkan seseorang dari api neraka dan menghapus kesalahan.
❷ sesungguhnya dalam hal keimanan tidak cukup seseorang mengucapkan tanpa disertai keyakinan hati hal ini sebagaimana keadaan orang munafik.
❸ sesungguhnya tidak cukup dalam hal keimanan, seseorang hanya meyakini tanpa mengucapkannya sebagaimana keadaan orang kafir.
❹ diharamkannya neraka bagi ahli tauhid yang sempurna.
❺ sesungguhnya amalan tidak akan bermanfaat bagi seseorang kecuali apabila dia beramal dengan dua hal :
a. ikhlas mengharap wajah Allàh
b. dan benar sesuai sunnah Ràsulullàh -shallallàhu 'alaihi wa sallam-
b. dan benar sesuai sunnah Ràsulullàh -shallallàhu 'alaihi wa sallam-
❻ sesungguhnya orang yang mengucapkan kalimat laa ilaaha illallàh sedangkan dia berdoa kepada selain Allàh, maka tidak bermanfaat baginya ucapan tersebut, hal ini seperti keadaan para penyembah kubur pada hari ini, mereka mengucapkan laa ilaaha illallàh namun mereka berdoa kepada orang-orang yang telah mati dan mendekatkan diri kepadanya.
❼ menetapkan sifat wajah bagi Allàh ta'ala sesuai kemuliaan dan keagungan-Nya.
❽ dalam hadist yang mulia ini terdapat bantahan terhadap dua kaum yang menyimpang, yaitu :
a. murjiah yang mengatakan bahwa cukup mencucapkan laa ilaaha illallah tanpa mengharapkan wajah Allàh.
b. khawarij dan mu'tazilah yang mengatakan bahwa pelaku dosa besar (selain syirik) kekal di neraka, secara zhahir hadist ini menjelaskan bahwa pelaku dosa besar tidak kekal di neraka tetapi berhak mendapatkan siksa.
wallàhu A'lam.
و صلى الله على محمد و على اله و صحبه و سلم، و الحمد لله رب العالمين.
-------------------
🔊 diposting melalui grup WA "faidah"
no. 085726569843
🔊 telegram channel :
https://telegram.me/faidahkita
no. 085726569843
🔊 telegram channel :
https://telegram.me/faidahkita
16 Rabiul Akhir 1437 H
silahkan disebarkan tulisan ini sebagaimana aslinya.
semoga bermanfaat.
silahkan disebarkan tulisan ini sebagaimana aslinya.
semoga bermanfaat.
Komentar
Posting Komentar