Langsung ke konten utama

keutamaan tauhid (bag. 3)

materi ke-9
بسم الله الرحمن الرحيم
🌵 keutamaan tauhid (bag. 3) 🌵
🌿 Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda :
(فَإِنَّ اللهَ حَرّمَ عَلى النَّارِ مَنْ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلاَّ الله يَبْتَغِي بذَِلِكَ وَجْهَ الله )
"sesungguhnya Allàh 'azza wa jalla mengharamkan atas neraka seseorang yang mengucapkan laa ilaaha illallàh (tiada sesembahan yang hak kecuali Allàh) dengan itu dia mengharap wajah Allàh." [Muttafaqun 'alaih]
🌎 makna hadist secara global :
🔈sesungguhnya Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- mengabarkan dengan sebenar-benarnya bahwa siapa saja yang mengucapkan kalimat laa ilaaha illallàh dengan niat ikhlas dan meniadakan perbuatan syirik, mengamalkannya secara zhahir maupun batin,  dan dia mati pada keadaan tersebut, maka pada hari kiamat api neraka tidak akan menyentuhnya.
🍃 faidah :
❶ keutamaan tauhid, sesungguhnya tauhid menyelamatkan seseorang dari api neraka dan menghapus kesalahan.
❷ sesungguhnya dalam hal keimanan tidak cukup seseorang  mengucapkan tanpa disertai keyakinan hati hal ini sebagaimana keadaan orang munafik.
❸ sesungguhnya tidak cukup dalam hal keimanan, seseorang hanya meyakini tanpa mengucapkannya sebagaimana keadaan orang kafir.
❹ diharamkannya neraka bagi ahli tauhid yang sempurna.
❺ sesungguhnya amalan tidak akan bermanfaat bagi seseorang  kecuali apabila dia beramal dengan dua hal :
a. ikhlas mengharap wajah Allàh
b. dan benar sesuai sunnah Ràsulullàh -shallallàhu 'alaihi wa sallam-
❻ sesungguhnya orang yang mengucapkan kalimat laa ilaaha illallàh sedangkan dia berdoa kepada selain Allàh,  maka tidak bermanfaat baginya ucapan tersebut, hal ini seperti keadaan para penyembah kubur pada hari ini, mereka mengucapkan laa ilaaha illallàh namun mereka berdoa kepada orang-orang yang telah mati dan mendekatkan diri kepadanya.
❼ menetapkan sifat wajah bagi Allàh ta'ala sesuai kemuliaan dan keagungan-Nya.
❽ dalam hadist yang mulia ini terdapat bantahan terhadap dua kaum yang menyimpang,  yaitu :
a. murjiah yang mengatakan bahwa cukup mencucapkan laa ilaaha illallah tanpa mengharapkan wajah Allàh.
b. khawarij dan mu'tazilah yang mengatakan bahwa pelaku dosa besar (selain syirik) kekal di neraka, secara zhahir hadist ini menjelaskan bahwa pelaku dosa besar tidak kekal di neraka tetapi berhak mendapatkan siksa.
wallàhu A'lam.
و صلى الله على محمد و على اله و صحبه و سلم، و الحمد لله رب العالمين.
📚 (kitabut tauhid bab fadhlut tauhid wa ma yukaffiru minadzdzunub,  syaikhul islam Muhammad At Tamimi rahimahullâh, al Mulakhas fii syarhi Kitabit Tauhid,  Asy Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al Fauzan hafizhahullah,  hal. 25-26 dan al Qaulul Mufid 'alaa kitabit tauhid Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah, I/76-78)
-------------------
🔊 diposting melalui grup WA "faidah"
no. 085726569843
🔊 telegram channel :
https://telegram.me/faidahkita
16 Rabiul Akhir 1437 H
silahkan disebarkan tulisan ini sebagaimana aslinya.
semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Urgensi Beriman Kepada Hari Akhir Dan Pengaruhnya Terhadap Pribadi Seseorang

Urgensi Beriman Kepada Hari Akhir Dan Pengaruhnya Terhadap Pribadi Seseorang. Beriman Kepada Hari Akhir merupakan perkara yang sangat penting bagi seorang muslim yang demikian dikarenakan beberapa alasan sebagai berikut: 1. Beriman kepada hari akhir merupakan satu diantara rukun iman yang enam. 2. Beriman kepada hari akhir merupakan bagian dari keyakinan pokok islam yang mana bangunan akidah dibangun diatasnya setelah permasalahan keesaan Allàh. 3. Beriman kepada hari akhir dan tanda-tandanya termasuk beriman kepada perkara ghaib yang tidak bisa ditangkap oleh akal dan tidak ada cara untuk mengetahuinya kecuali dengan dalil wahyu (al Quran dan as Sunnah) 4. Iman kepada hari akhir seringkali digandengkan dengan iman kepada Allàh. Seperti dalam surat al Baqarah ayat 177, لَيْسَ الْبِرَّ اَنْ تُوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَ الْمَغْرِبِ وَلٰـكِنَّ الْبِرَّ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ َ Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke ara...

Suwargo Nunut Neroko Katut

Suwargo Nunut Neroko Katut admin 28 Juni 2015 | 4.884 | 1 | Suwargo Nunut Neroko Katut Kaum muslimin yang berbahagia rahimani wa rahimakumullah , di tengah-tengah masyarakat jawa ada sebuah ungkapan yang cukup masyhur dan oleh sebagian masyarakat jawa ungkapan ini sudah menjadi sebuah falsafah yang mereka anut. Sebuah ungkapan yang menjelaskan apabila ada seseorang yang nantinya masuk surga maka anggota keluarganya seperti anak, istri, dan orang tua bisa turut ikut masuk ke dalam surga. Demikian juga apabila ada seseorang yang nantinya masuk neraka maka anggota keluarganya seperti anak, istri, dan orang tua bisa ikut masuk ke dalam neraka. Ungkapan yang dimaksud berbunyi, “Suwargo Nunut Neroko Katut,” yang kurang lebih artinya adalah surga bisa ikut numpang dan neraka bisa ikut terbawa yang maksudnya adalah seseorang bisa ikut terbawa masuk ke dalam surga atau neraka disebabkan kelua...

Nikmat Allah ﷻ kepada Bani Israil

 Tafsir surat Al-Baqarah ayat 49-53. ini adalah awal dari penyebutan satu persatu nikmat-nikmat Nya terhadap Bani Israil dengan suatu perincian. Kelima ayat di atas mengandung 4 nikmat amat besar yang Allah ﷻ karuniakan kepada Bani Israil. Nikmat-nikmat itu Allah ﷻ perintahkan untuk mengingatnya agar mereka mensyukurinya dan beriman kepada rasul Nya yaitu Muhammad ﷺ dan agama Islam. وَإِذْ نَجَّيْنَٰكُم مِّنْ ءَالِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوٓءَ ٱلْعَذَابِ يُذَبِّحُونَ أَبْنَآءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَآءَكُمْ ۚ وَفِى ذَٰلِكُم بَلَآءٌ مِّن رَّبِّكُمْ عَظِيمٌ Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari (Fir'aun) dan pengikut-pengikutnya (Selamat dari kebinasaan, seperti selamat dari tenggelam atau selamat dari adzab); mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. (Tidak membunuh bayi perempuan agar mereka besar dan menjadi pelayan, dan membunuh bayi laki-laki karena me...