Langsung ke konten utama

Peringatan dari majlis-majlis yang tidak disebut nama Allah di dalamnya

Peringatan dari majlis-majlis yang tidak disebut nama Allah di dalamnya.[1]
Firman Nya: “tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat Pengawas yang selalu hadir.” (Qs. Qaaf :18)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah bersabda : “Barangsiapa duduk di suatu tempat yang tidak menyebut nama Allah, niscaya hal tersebut akan menjadi penyesalan, dan barangsiapa berbaring disuatu tempat yang tidak menyebut nama Allah, niscaya hal tersebut menjadi penyesalan.” (HR. Abu Dawud)[2]
Makna penyesalan adalah kekurangan, ada yang mengatakan maknanya adalah akibat.[3]
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah bersabda : “Tidaklah suatu kaum duduk di suatu majlis yang mereka tidak menyebut nama Allah di dalamnya dan mereka tidak bershalawat kepada nabinya melainkan  hal tersebut akan menjadi penyesalan, jika Allah berkehendak maka menyiksa mereka dan jika Allah berkehendak maka mengampuni mereka.” (HR. At Tirmidzi)[4]
Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata, Rasulullah bersabda : “Janganlah memperbanyak ucapan dengan tanpa menyebut nama Allah, karena banyak berkata dengan tanpa menyebut nama Allah adalah kekerasan bagi hati, dan sesungguhnya manusia yang paling jauh dari Allah adalah orang yang hatinya keras.” (HR. At Tirmidzi)[5]
Penjelasan :
Manusia pastilah memiliki tempat duduk yang dia berkumpul dan mengobrol disana, dan tempat duduk yang terbaik adalah tempat duduk yang didalamnya ada dzikir kepada Allah azza wa jalla, adapun tempat duduk yang tidak disebut nama Allah di dalamnya dan tidak ada shalawat kepada nabi , maka itu tempat duduk yang tercela, yang telah diperingatkan oleh Rasulullah dan beliau mengabarkan bahwa hal tersebut pada hari kiamat akan menjadi kekurangan bagi pelakunya dimana dia menyia-nyiakan waktu pada perkara yang tidak penting bagi mereka, nabi juga mengabarkan bahwa hal tersebut adalah penyebab kerasnya hati lalu hati tidak lembut karena suatu nasehat dan tidak menerima peringatan.
Pelajaran :
1. Peringatan dari banyak berbicara dengan tanpa berdzikir kepada Allah seperti istighfar, mempelajari ilmu, dan amar makruf nahi munkar.
2. Wajibnya berhati-hati dari tempat duduk yang tidak ada dzikir kepada Allah dan bersemangat mendatangi majlis dzikir.
3. Sesungguhnya banyak berbicara dengan tanpa berdzikir kepada Allah termasuk penyebab kerasnya hati.



[1] Diterjemahkan oleh Abdurrohman Hidayat dari kitab Ad Durusul Yaumiyyah minas sunani wal ahkamisy syar’iah oleh Rasyid bin Husain Abdul Karim hal. 26-27
[2] HR. Abu Dawud no. 4856, 5059, dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Al Misykah 2/703
[3] An Nihayah oleh Ibnul Atsir 1/189
[4] HR. At Tirmidzi no. 3380, dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahihul Jami’ no. 5607
[5] HR. At Tirmidzi no. 2411 dan ia mengatakan hadist hasan gharib, dan dihasankan oleh Al Arnauth dalam Jami’ul Ushul no. 11/737.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Urgensi Beriman Kepada Hari Akhir Dan Pengaruhnya Terhadap Pribadi Seseorang

Urgensi Beriman Kepada Hari Akhir Dan Pengaruhnya Terhadap Pribadi Seseorang. Beriman Kepada Hari Akhir merupakan perkara yang sangat penting bagi seorang muslim yang demikian dikarenakan beberapa alasan sebagai berikut: 1. Beriman kepada hari akhir merupakan satu diantara rukun iman yang enam. 2. Beriman kepada hari akhir merupakan bagian dari keyakinan pokok islam yang mana bangunan akidah dibangun diatasnya setelah permasalahan keesaan Allàh. 3. Beriman kepada hari akhir dan tanda-tandanya termasuk beriman kepada perkara ghaib yang tidak bisa ditangkap oleh akal dan tidak ada cara untuk mengetahuinya kecuali dengan dalil wahyu (al Quran dan as Sunnah) 4. Iman kepada hari akhir seringkali digandengkan dengan iman kepada Allàh. Seperti dalam surat al Baqarah ayat 177, لَيْسَ الْبِرَّ اَنْ تُوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَ الْمَغْرِبِ وَلٰـكِنَّ الْبِرَّ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ َ Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke ara...

Kisah Menakjubkan Mukjizat Dalam al-Quran Tentang al-Ankabuut (laba-laba)

Firman Allah ﷻ:  مَثَلُ الَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَوْلِيَآءَ كَمَثَلِ الْعَنْكَبُوْتِ ۚ اِتَّخَذَتْ بَيْتًا ؕ وَ اِنَّ اَوْهَنَ الْبُيُوْتِ لَبَيْتُ الْعَنْكَبُوْتِ ۘ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ "Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba, sekiranya mereka mengetahui." [QS. Al-'Ankabut: Ayat 41] Dua faidah indah dari surat al ankabuut : Faidah pertama: Mengapa dalam al-Quran kata al-Ankabut dalam bentuk muannats (betina) sedangkan dia adalah mudzakkar (jantan) ??? Perhatikan ta' ta'nits (تْ) pada kalimat اتخذت العنكبوت apakah mudzakar atau muannats? apakah kita katakan هذا عنكبوت hadza 'ankabut, atau هذه عنكبوت hadzihi 'ankabut? Yang benar adalah هذا عنكبوت hadza 'ankabut karena dia mudzakar, tidak dengan ta' ta'nits ( تْ ) pada kalimat al 'ankabut yaitu اتخذت Para pencela dan orang yang ragu ...

Khutbah idul Fitri 1446 H

  إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأََرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ, وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُح...