Langsung ke konten utama

Wajibnya menjaga waktu dan tidak menyia-nyiakannya pada perkara yang tidak penting

Wajibnya menjaga waktu dan tidak menyia-nyiakannya pada perkara yang tidak penting[1]
Dari ibnu Abbas berkata, Rasulullah bersabda, “dua nikmat yang kebanyakan manusia terlena darinya adalah kesehatan dan waktu luang,” (HR. Al Bukhari)[2]
Dari Aisyah berkata, “adalah Rasulullah apabila memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan menghidupkan malam dan membangunkan keluarganya, besungguh-sungguh dan mengencangkan ikat pinggangnya.” (Muttafaqun ‘alaih)[3]
Dari Ibnu Mas’ud dari Nabi bersabda, “ tidak bergeser kaki anak adam pada hari kiamat dari sisi Rabbnya sampai ditanya lima perkara; tentang umurnya untuk apa digunakan, tentang masa mudanya untuk apa dihabiskan, tentang hartanya dari mana dia peroleh dan untuk apa dia belanjakan, dan apa yang dia amalkan dari ilmu yang dia ketahui.” (HR. At Tirmidzi)[4]
Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah bersabda, “barangsiapa yang takut (dari serangan musuh) maka dia berjalan dimalam hari, dan barangsiapa yang berjalan dimalam hari maka dia akan sampai ke tempat tinggalnya, ketahuilah sesungguhnya barang dagangan Allah itu sangat mahal, ketahuilah sesungguhnya barang dagangan Allah itu adalah surga.” (HR. At Tirmidzi)[5]
Penjelasan:
Waktu adalah kehidupan, barangsiapa yang menyia-nyiakan waktunya maka sungguh dia telah menyia-nyiakan kehidupannya, dan kelak dia akan ditanya tentang perbuataannya tersebut, kebanyakan manusia terlalaikan dari waktunya maka dia merugi sedangkan dia menginfakkannya kepada sesuatu yang akan kembali kepadanya berupa kerugian di dunia dan di akhirat.
Pelajaran:
1. wajibnya mengoptimalkan waktu dalam perkara yang bermanfaat.
2. sesungguhnya anak adam ditanya tentang waktunya.
3. banyak orang yang meremehkan waktunya, menyia-nyiakannya dan terlena didalamnya.

وجوب حفظ الأوقات وعدم التفريط فيها فيما لا ينفع

عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "نعمتان مغبون فيهما كثير من الناس: الصحة والفراغ" أخرجه البخاري (1).

عن عائشة رضي الله عنها أنها قالت: "كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا دخل العشر (أي: عشر رمضان) أحيا الليل وأيقظ أهله وجد وشد المئزر" متفق عليه (2).

عن ابن مسعود رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: "لا تزول قدم ابن آدم يوم القيامة من عند ربه حتى يسأل عن خمس: عن عمره فيم أفناه وعن شبابه فيم أبلاه وماله من أين اكتسبه وفيم أنفقه وماذا عمل فيما علم؟ " أخرجه الترمذي (3).

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "من خاف أدلج ومن أدلج بلغ المنزل، ألا إن سلعة الله غالية إلا إن سلعة الله الجنة" أخرجه الترمذي (4).

الشرح:
الوقت هو الحياة، فمن أضاع وقته فقد أضاع حياته وسيسأل عن هذا التضييع، وكثير من الناس مغبون في وقته فهو خاسر فيه وينفقه فيما يعود عليه بالخسار في الدنيا والآخرة.

الفوائد:
- وجوب اغتنام الأوقات فيما ينفع.
- أن ابن آدم مسؤول عن أوقاته.
- كثرة المفرطين في أوقاتهم المضيعين لها والمغبونين فيها.
_________
(1) خ 11/ 229 (6412).
(2) خ4/ 269 (2024)، م 1174.
(3) ت 2416 وحسنه الألباني في صحيح الجامع 7299.
(4) ت 2450، وصححه الألباني في صحيح الجامع 6222.



[1] Diterjemahkan oleh Abdurrohman Hidayat dari kitab Addurus Al Yaumiyah minassunan wal ahkamisy syar’iah oleh Dr. Rasyid bin Husain Abdul Karim hal. 28-29
[2] HR. Al Bukhari dalam ar raqaq no. 6049, At Tirmidzi dalam az zauhd no. 2304, Ibnu Majah dalam az zuhd no. 4170, Ahmad 1/258, dan Ad Darimi dalam ar raqaq no. 2707
[3] HR. Al Bukhari dalam shalatut tarawih no. 1920, Muslim dalam al i’tikaf no. 1174, At Tirmidzi dalam ash shiyam no. 796, An Nasai dalam qiyamul lail wa tathawu an nahar no. 1639, Abu Dawud dalam ash shalah no. 1376, Ibnu Majah dalam ash shiyam no. 1768, Ahmad 6/41
[4] HR. At Tirmidzi dalam shifatul qiyamah war riqaiq wal wara’ no. 2416, dan dihasankan oleh Al Albani dalam shahihul jami’ no. 7299
[5] HR. At Tirmidzi dalam shifatul qiyamah war riqaiq wal wara’ no. 2450, dan dishahihkan oleh Al Albani dalam shahihul jami’ no.6222

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Urgensi Beriman Kepada Hari Akhir Dan Pengaruhnya Terhadap Pribadi Seseorang

Urgensi Beriman Kepada Hari Akhir Dan Pengaruhnya Terhadap Pribadi Seseorang. Beriman Kepada Hari Akhir merupakan perkara yang sangat penting bagi seorang muslim yang demikian dikarenakan beberapa alasan sebagai berikut: 1. Beriman kepada hari akhir merupakan satu diantara rukun iman yang enam. 2. Beriman kepada hari akhir merupakan bagian dari keyakinan pokok islam yang mana bangunan akidah dibangun diatasnya setelah permasalahan keesaan Allàh. 3. Beriman kepada hari akhir dan tanda-tandanya termasuk beriman kepada perkara ghaib yang tidak bisa ditangkap oleh akal dan tidak ada cara untuk mengetahuinya kecuali dengan dalil wahyu (al Quran dan as Sunnah) 4. Iman kepada hari akhir seringkali digandengkan dengan iman kepada Allàh. Seperti dalam surat al Baqarah ayat 177, لَيْسَ الْبِرَّ اَنْ تُوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَ الْمَغْرِبِ وَلٰـكِنَّ الْبِرَّ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ َ Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke ara...

Suwargo Nunut Neroko Katut

Suwargo Nunut Neroko Katut admin 28 Juni 2015 | 4.884 | 1 | Suwargo Nunut Neroko Katut Kaum muslimin yang berbahagia rahimani wa rahimakumullah , di tengah-tengah masyarakat jawa ada sebuah ungkapan yang cukup masyhur dan oleh sebagian masyarakat jawa ungkapan ini sudah menjadi sebuah falsafah yang mereka anut. Sebuah ungkapan yang menjelaskan apabila ada seseorang yang nantinya masuk surga maka anggota keluarganya seperti anak, istri, dan orang tua bisa turut ikut masuk ke dalam surga. Demikian juga apabila ada seseorang yang nantinya masuk neraka maka anggota keluarganya seperti anak, istri, dan orang tua bisa ikut masuk ke dalam neraka. Ungkapan yang dimaksud berbunyi, “Suwargo Nunut Neroko Katut,” yang kurang lebih artinya adalah surga bisa ikut numpang dan neraka bisa ikut terbawa yang maksudnya adalah seseorang bisa ikut terbawa masuk ke dalam surga atau neraka disebabkan kelua...

Nikmat Allah ﷻ kepada Bani Israil

 Tafsir surat Al-Baqarah ayat 49-53. ini adalah awal dari penyebutan satu persatu nikmat-nikmat Nya terhadap Bani Israil dengan suatu perincian. Kelima ayat di atas mengandung 4 nikmat amat besar yang Allah ﷻ karuniakan kepada Bani Israil. Nikmat-nikmat itu Allah ﷻ perintahkan untuk mengingatnya agar mereka mensyukurinya dan beriman kepada rasul Nya yaitu Muhammad ﷺ dan agama Islam. وَإِذْ نَجَّيْنَٰكُم مِّنْ ءَالِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوٓءَ ٱلْعَذَابِ يُذَبِّحُونَ أَبْنَآءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَآءَكُمْ ۚ وَفِى ذَٰلِكُم بَلَآءٌ مِّن رَّبِّكُمْ عَظِيمٌ Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari (Fir'aun) dan pengikut-pengikutnya (Selamat dari kebinasaan, seperti selamat dari tenggelam atau selamat dari adzab); mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. (Tidak membunuh bayi perempuan agar mereka besar dan menjadi pelayan, dan membunuh bayi laki-laki karena me...