Langsung ke konten utama

Keutamaan Tauhid

Keutamaan Tauhid[1]
Allah Ta’ala berfirman : Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. [Qs. Adz Dzariyat : 56]
Allah Ta’ala berfirman : Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). [Qs. An Nahl : 36]
Dari Jabir berkata, Rasulullah bersabda, “barangsiapa berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, maka masuk surga dan barangsiapa berjumpa dengan Allah dalam keadaan menyekutukan Allah dengan sesuatu, maka masuk neraka.” [HR. Muslim][2]
Dari Mu’adz bin Jabal berkata, aku pernah membonceng Nabi diatas keledai, lalu Nabi bersabda, “wahai Mu’adz, tahukah kamu apa hak Allah terhadap hamba dan apa hak hamba terhadap Allah ? aku menjawab, Allah dan Rasulullah yang lebih tahu, beliau bersabda, hak Allah terhadap hamba adalah hamba menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, sedangkan hak hamba terhadap Allah adalah tidak menyiksa orang yang tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.” [Muttafaqun ‘Alaih][3]
Penjelasan :
Tauhid merupakan ketaatan terbesar dan merupakan pondasi ketaatan, dan itu adalah mengesakan Allah dengan beribadah serta mengingkari setiap apa yang disembah selain Allah ta’ala, dan karena tujuan inilah Allah menciptakan Jin dan Manusia, mengutus para nabi, dan sungguh Allah menjanjikan orang yangmerealisasikan tauhid dengan surga sebesar apapun dosanya.
Pelajaran :     
1.    Keutamaan tauhid, sesungguhnya tauhid merupakan sebab terbesar masuk kedalam surga dan selamat dari neraka, sesungguhnya tauhid merupakan syarat masuk surga.
2.    Sesungguhnya tauhid adalah tujuan diciptakannya jin dan manusia, dan karena tauhid inilah Allah mengutus para rasul. [4]


فضل التوحيد (1) 13
قال الله تعالى: {وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإِنسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ} (2).
وقال تعالى: {وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولاً أَنِ اعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ} (3).
وعن جابر رضي الله عنه، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "من لقي الله لا يشرك به شيئاً دخل الجنة ومن لقيه يشرك به شيئاً دخل النار" أخرجه مسلم (4).
وعن معاذ بن جبل، رضي الله عنه، قال: "كنت رديف النبي صلى الله عليه وسلم على حمار فقال: يا معاذ، أتدري ما حق الله على العباد، وما حق العباد على الله؟ قلت: الله ورسوله أعلم. قال: حق الله على العباد أن يعبدوه ولا يشركوا به شيئاً، وحق العباد على الله ألا يعذب من لا يشرك به شيئاً" متفق عليه (5).
الشرح:
التوحيد أعظم الطاعات وأساسها، وهو إفراد الله بالعبادة،
والكفر بكل ما يعبد من دون الله تعالى، ولأجله خلق الله الجن والإنس وبعث النبيين عليهم السلام، وقد وعد الله من حققه بالجنة مهما بلغت ذنوبه.
الفوائد:
- فضل التوحيد وأنه أعظم أسباب دخول الجنة والنجاة من النار، وأنه شرط لدخول الجنة.
- أنه الغاية من خلق الجن والإنس، ولأجله بعث الرسل عليهم الصلاة والسلام.
_________.




[1] Lihat Kitab Tauhid dan penjelasannya, bab keutamaan Tauhid dan dosa-dosa yang diampuni karenanya.
[2] HR. Muslim no. 93
[3] HR. Al Bukhari 6/58 no. 2856, Muslim no. 30
[4] Diterjemahkan oleh Abdurrohman Hidayat dari kitab Addurus Al Yaumiyyah minasunan wal Ahkamisy Syar’iyyah oleh DR. Rasyid bin Husain Abdul Karim hal. 47-48

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kaidah ke-15: Manusia Seperti Seratus Ekor Unta.

إنَّما النَّاسُ كالإِبِلِ المِائَةِ، لا تَكادُ تَجِدُ فيها راحِلَةً. "Sesungguhnya manusia itu seperti seratus ekor unta, hampir-hampir kamu tidak menemukan seekor pun di antaranya yang layak untuk dijadikan tunggangan (yang kuat dan cocok untuk perjalanan)." (HR. Al Bukhari no. 6133 dan Muslim no. 2547 dengan sedikit perbedaan lafaz. Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma) Apa makna dari perkataan Nabi ini? Orang yang istimewa dan orang yang mampu memimpin dan memiliki pengaruh sangatlah jarang padahal jumlah mereka sangat banyak dan tak jarang juga orang yang mengaku memiliki hal itu. Ini seperti keadaan unta yang jumlahnya cukup banyak, namun Unta-unta pilihan dan tunggangan yang andal itu sangat sedikit. Hadits ini mengandung makna yang sangat dalam. Mengapa demikian? Karena Rasulullah ﷺ mengaitkan manusia dengan unta—hewan yang sangat dikenal oleh masyarakat Arab saat itu. Perumpamaan ini tentu mengacu pada karakteristik unta yang sudah umum diketahui, seperti rakus ...

Kisah Menakjubkan Mukjizat Dalam al-Quran Tentang al-Ankabuut (laba-laba)

Firman Allah ﷻ:  مَثَلُ الَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَوْلِيَآءَ كَمَثَلِ الْعَنْكَبُوْتِ ۚ اِتَّخَذَتْ بَيْتًا ؕ وَ اِنَّ اَوْهَنَ الْبُيُوْتِ لَبَيْتُ الْعَنْكَبُوْتِ ۘ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ "Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba, sekiranya mereka mengetahui." [QS. Al-'Ankabut: Ayat 41] Dua faidah indah dari surat al ankabuut : Faidah pertama: Mengapa dalam al-Quran kata al-Ankabut dalam bentuk muannats (betina) sedangkan dia adalah mudzakkar (jantan) ??? Perhatikan ta' ta'nits (تْ) pada kalimat اتخذت العنكبوت apakah mudzakar atau muannats? apakah kita katakan هذا عنكبوت hadza 'ankabut, atau هذه عنكبوت hadzihi 'ankabut? Yang benar adalah هذا عنكبوت hadza 'ankabut karena dia mudzakar, tidak dengan ta' ta'nits ( تْ ) pada kalimat al 'ankabut yaitu اتخذت Para pencela dan orang yang ragu ...

Bersemangat Dalam Perkara Yang Bermanfaat

  --- Kaedah Nabawiyah ke-20: “Bersungguh-sungguhlah dalam hal yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan lemah/putus asa.” Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: الْمُؤْمِنُ القَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إلى اللهِ مِنَ المُؤْمِنِ الضَّعِيفِ، وفي كُلٍّ خَيْرٌ. احْرِصْ علَى ما يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ باللَّهِ وَلَا تَعْجِزْ، وإنْ أَصَابَكَ شَيءٌ، فلا تَقُلْ: لو أَنِّي فَعَلْتُ كانَ كَذَا وَكَذَا، وَلَكِنْ قُلْ: قَدَرُ اللهِ وَما شَاءَ فَعَلَ؛ فإنَّ (لو) تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ. “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah, namun masing-masing memiliki kebaikan. Bersungguh-sungguhlah dalam meraih apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan lemah. Jika sesuatu menimpamu, janganlah engkau berkata: ‘Seandainya aku melakukan ini, pasti akan begini dan begitu.’ Tetapi katakanlah: ‘Ini adalah takdir Allah, dan apa yang Dia kehendaki, Dia lakukan.’ Karena kat...