Langsung ke konten utama

Bismillahir rahmanir rahim

***
Khutbah Pertama
إِنَّ الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ:
فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ وَشَرَّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.
Ma’syaral muslimin rahimakumullah ...
Marilah kita memuji Allah atas segala nikmat Nya kepada kita semua baik nikmat Islam, nikmat iman, nikmat kesehatan, serta nikmat-nikmat yang lainnya.
Semoga shalawat dan salam akan terus tercurahkan kepada nabi Nya Nabi agung Muhammad beserta para keluarga, para Shahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman nanti.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah ...
Pada khutbah kali ini khatib akan mengangkat tema sebuah kalimat yang sangat sering kita ucapkan yaitu kalimat bismillahir rahmanir rahim.
Yang terdapat di dalam surat An Naml ayat ke 30. Ketika Nabi Sulaiman ‘alaihissalam mencari burung Hudhud, maka tidak lama berselang burung Hudhud datang menghadap Nabi Sulaiman dengan membawa sebuah kabar berita bahwa dia menjumpai ada seorang wanita bersama kaumnya mereka menyembah matahari. Wanita tersebut adalah Ratu Balqis yang memimpin bangsa Saba’. Melalui burung Hudhud, Nabi Sulaiman mengirimkan surat kepada ratu Balqis dan kalimat yang pertama ditulis adalah kalimat bismillahir rahmanir rahim sebagaimana Allah berfirman :
إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
“Sesungguhnya surat itu, dari Sulaiman dan sesungguhnya (isi) nya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. “
Rasulullah menjelaskan bahwa manusia yang pertama kali menuliskan bismillahir rahmanir rahim adalah Nabi Sulaiman. Sebelum turunnya ayat ini, Rasulullah tatkala hendak mengirimkan surat melalui juru tulisnya beliau hanya menuliskan kalimat bismikallahumma hingga turunnya ayat ini maka dituliskan kalimat bismillahir rahmanir rahim.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah ...
Ucapan basmalah merupakan kalimat yang paling sering kita baca, setiap kali seseorang hendak membaca Al Quran maka yang pertama kali dibaca adalah ucapan basmalah bismillahir rahmanir rahim. Bahkan Allah membuka Al Quran  dengan basmalah. Bismillah yang artinya dengan menyebut nama Allah terkandung makna meminta pertolongan hanya kepada Allah. Pada ucapan ini kita meminta pertolongan kepada Allah dengan seluruh nama Allah. Lafal jalalah Allah merupakan nama Allah yang paling agung yang seluruh nama Allah kembali padanya. Jadi kesimpulannya adalah ketika seseorang mengucapkan basmalah berarti dia sedang meminta pertolongan kepada Allah dengan wasilah seluruh nama Allah.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah ...
Setiap perkara yang baik, tetapi tidak diawali dengan mengucapkan bismillah, maka hal itu adalah suatu kesia-siaan. Maka oleh sebab itu kita sangat dianjurkan untuk mengucapkan basmalah karena ucapan ini akan mendatangkan keberkahan. Mengucapkan basmalah disyariatkan pada segala perbuatan baik, secara umum dan secara khusus. Secara umum yaitu ketika hendak melakukan segala perbuatan yang baik maka diawali dengan mengucapkan basmalah. Adapun secara khusus maka sebagaimana terdapat dalil-dalil khusus yang menjelaskannya seperti :
1.    Ketika hendak berwudhu.
2.    Ketika berpakaian dan melepas pakaian.
3.    Ketika hendak makan atau minum.
4.    Ketika naik kendaraan dan ketika kendaraan mogok.
5.    Ketika masuk dan keluar masjid.
6.    Ketika hendak tidur kita mengucapkan doa :
بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوْتُ وَأَحْيَا
“Dengan nama Mu, ya Allah! Aku mati dan hidup.” (HR. Al Bukhari)
7.    Ketika masuk rumah dan ketika keluar rumah membaca doa :
بِسْمِ اللهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ
“Dengan nama Allah (aku keluar). Aku bertawakkal kepadaNya, dan tiada daya dan upaya kecuali karena pertolongan Allah”. (HR. At Tirmidzi)
8.    Demikian juga ucapan basmalah dijadikan sebagai dzkir pagi dan petang
بِسْمِ اللهِ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Dibaca 3 x) (HR. Abu Dawud)
9.    Dan masih banyak dzikir dengan bacaan basmalah bahkan basmalah menjadi syarat sahnya penyembelihan, Ini semua menunjukkan akan pentingnya ucapan basmalah.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ مَا تَسْمَعُوْنَ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ
Khutbah Kedua
الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِين حَمداً كَثِيراً طَيِّباً مُبَارَكاً فِيه كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَ يَرْضَى.
وَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah ...
Selain lafal jalalah Allah disebutkan pula dua nama Allah yang lain yaitu Ar Rahman dan Ar Rahim. Ar Rahman dan Ar Rahim memiliki akar kata yang sama yaitu Rahmah atau sifat kasih sayang. Ar Rahman maknanya adalah Yang Pemilik sifat kasih sayang yang mencakup seluruh makhluk Nya. Sedangkan Ar Rahim maknanya adalah Yang memiliki sifat kasih sayang yang ditujukan secara khusus kepada hamba-nya yang beriman dan bertakwa. Allah sangat berkasih sayang kepada hamba-nya dan sesungguhnya kasih sayang Allah mendahului murka Nya. Ketika Allah mengadzab suatu kaum maka sebelumnya Allah telah mengutus kepada mereka pemberi peringatan seorang rasul untuk mengajak mereka kepada Allah. Dan sungguh kasih sayang Allah sangatlah luas meliputi segala sesuatu.
Allah berfirman :
وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ
“Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.” (Qs. Al A’raaf : 156)
Suatu ketika didatangkan kepada Rasulullah sekelompok tawanan perang diantara mereka ada seorang wanita yang dia terpisah dari anaknya hingga merasa kehilangan anaknya. Setiap kali dia melihat anak kecil dia segera mendekatinya dan mendekapnya karena rasa sayang kepada anaknya. Melihat hal ini Rasulullah lantas bertanya kepada para Shahabat, “Apakah menurut kalian wanita itu sampai tega melemparkan anaknya ke dalam kobaran api ?” mendengar ini para Shahabat menjawab, “Tentu tidak wahai Rasulullah !“ beliau bersabda, “Sungguh, Allah sangat sayang kepada hamba-nya melebihi sayangnya wanita itu kepada anaknya.” (HR. Al Bukhari dan Muslim dari Umar bin Khathab)
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah ...
Rasulullah mengabarkan bahwa Allah memiliki 100 rahmat, Allah turunkan ke dunia satu rahmat, dan  Allah simpan 99 rahmat di akhirat untuk hamba-hamba Allah yang beriman.
Sabda Rasulullah :

إن لله مائة رحمة أنزل منها رحمة واحدة بين الجن والإنس والبهائم والهوام، فيها يتعاطفون، وبها يتراحمون، وبها تعطف الوحش على ولدها، وأخر الله تسعا وتسعين رحمة يرحم بها عباده يوم القيامة
Sesungguhnya Allah memiliki 100 rahmat. Salah satu di antaranya diturunkannya kepada kaum jin, manusia, hewan, dan tetumbuhan. Dengan rahmat itulah mereka saling berbelas kasih dan menyayangi. Dengannya pula binatang liar mengasihi anaknya. Dan Allah mengakhirkan 99 rahmat untuk Dia curahkan kepada hamba-hamba-Nya pada hari kiamat.” (HR. Al Bukhari dan Shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)
Allah berfirman :
وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا
“Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (Qs. Al Ahzab : 43)
Rasulullahpun memerintahkan kita untuk menyayangi makhluk yang ada di bumi yang dengan itu Allah yang ada di atas langit akan menyayangi kita.
Dan akhirnya kita memohon kepada Allah Agar Allah merahmati kita semua, mengampuni kita semua, dan memasukkan kita ke dalam surga Nya.
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللّهُمّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنًاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنّكَ سَمِيْعٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبّنَا آتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لله رَبّ الْعَالَمِيْن
Sumber :

  1. Tafsir Ibnu Katsir
  2. Fiqhul Asmaul Husna Syaikh Abdurrazzaq Al Badr hafizhahullah
  3. Hisnul Muslim
  4. Penjelasan Syaikh Muhammad bin Shaleh Al ‘Utsaimin rahimahullah tentang basmalah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Urgensi Beriman Kepada Hari Akhir Dan Pengaruhnya Terhadap Pribadi Seseorang

Urgensi Beriman Kepada Hari Akhir Dan Pengaruhnya Terhadap Pribadi Seseorang. Beriman Kepada Hari Akhir merupakan perkara yang sangat penting bagi seorang muslim yang demikian dikarenakan beberapa alasan sebagai berikut: 1. Beriman kepada hari akhir merupakan satu diantara rukun iman yang enam. 2. Beriman kepada hari akhir merupakan bagian dari keyakinan pokok islam yang mana bangunan akidah dibangun diatasnya setelah permasalahan keesaan Allàh. 3. Beriman kepada hari akhir dan tanda-tandanya termasuk beriman kepada perkara ghaib yang tidak bisa ditangkap oleh akal dan tidak ada cara untuk mengetahuinya kecuali dengan dalil wahyu (al Quran dan as Sunnah) 4. Iman kepada hari akhir seringkali digandengkan dengan iman kepada Allàh. Seperti dalam surat al Baqarah ayat 177, لَيْسَ الْبِرَّ اَنْ تُوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَ الْمَغْرِبِ وَلٰـكِنَّ الْبِرَّ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ َ Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke ara...

Suwargo Nunut Neroko Katut

Suwargo Nunut Neroko Katut admin 28 Juni 2015 | 4.884 | 1 | Suwargo Nunut Neroko Katut Kaum muslimin yang berbahagia rahimani wa rahimakumullah , di tengah-tengah masyarakat jawa ada sebuah ungkapan yang cukup masyhur dan oleh sebagian masyarakat jawa ungkapan ini sudah menjadi sebuah falsafah yang mereka anut. Sebuah ungkapan yang menjelaskan apabila ada seseorang yang nantinya masuk surga maka anggota keluarganya seperti anak, istri, dan orang tua bisa turut ikut masuk ke dalam surga. Demikian juga apabila ada seseorang yang nantinya masuk neraka maka anggota keluarganya seperti anak, istri, dan orang tua bisa ikut masuk ke dalam neraka. Ungkapan yang dimaksud berbunyi, “Suwargo Nunut Neroko Katut,” yang kurang lebih artinya adalah surga bisa ikut numpang dan neraka bisa ikut terbawa yang maksudnya adalah seseorang bisa ikut terbawa masuk ke dalam surga atau neraka disebabkan kelua...

Nikmat Allah ﷻ kepada Bani Israil

 Tafsir surat Al-Baqarah ayat 49-53. ini adalah awal dari penyebutan satu persatu nikmat-nikmat Nya terhadap Bani Israil dengan suatu perincian. Kelima ayat di atas mengandung 4 nikmat amat besar yang Allah ﷻ karuniakan kepada Bani Israil. Nikmat-nikmat itu Allah ﷻ perintahkan untuk mengingatnya agar mereka mensyukurinya dan beriman kepada rasul Nya yaitu Muhammad ﷺ dan agama Islam. وَإِذْ نَجَّيْنَٰكُم مِّنْ ءَالِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوٓءَ ٱلْعَذَابِ يُذَبِّحُونَ أَبْنَآءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَآءَكُمْ ۚ وَفِى ذَٰلِكُم بَلَآءٌ مِّن رَّبِّكُمْ عَظِيمٌ Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari (Fir'aun) dan pengikut-pengikutnya (Selamat dari kebinasaan, seperti selamat dari tenggelam atau selamat dari adzab); mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. (Tidak membunuh bayi perempuan agar mereka besar dan menjadi pelayan, dan membunuh bayi laki-laki karena me...