Kaidah ke-14
Kebajikan adalah akhlak mulia
Asal dari kaidah ini adalah hadits Nabi ﷺ yang mulia, yaitu sabda beliau ﷺ ,
: اْلبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ، وَالإِثْمُ مَا حَاكَ فِيْ نَفْسِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ
"Kebajikan adalah akhlak mulia.kejelekan (dosa) itu adalah sesuatu yang meresahkan jiwamu dan engkau benci apabila manusia mengetahuinya." (HR. Muslim no. 2553 dari Nawas bin Sam'an Radhiyallahu anhu)
Hadits ini sebagai kaidah yang begitu agung terkumpul padanya semua bentuk kebaikan, maha suci Allah ﷻ yang telah memberikan kepada nabi Nya perkataan-perkataan ringkas namun padat makna.
Apa itu Al Birr atau kebajikan yang dimaksud?
Kebajikan secara asal bermakna memperluas perbuatan baik, jika seorang hamba berbuat kebajikan kepada Rabbnya maksudnya adalah hamba tersebut memperluas ketaatannya.
Sedangkan kebajikan dari Allah ﷻ adalah pahala, dari hamba adalah ketaatan. Terkadang digunakan pada kejujuran dan akhlak mulia. Karena jujur dan akhlak mulia termasuk kebaikan yang diperluas.
Namun jika kita renungkan maka kita bisa melihat bahwa akhlak mulia mencakup dua hal yang menghimpun semua ajaran agama, kedua hal itu adalah:
1. Perilaku yang baik dalam hubungan dengan Allah ﷻ, dan ini tidak mungkin terwujud kecuali dengan mewujudkan rukun Islam dan rukun iman.
2. Perilaku yang baik dalam hubungan dengan makhluk Allah ﷻ, masuk kedalamnya semua makhluk Allah ﷻ, baik itu manusia, jin, hewan, sampaipun benda mati seperti rumah-rumah Allah ﷻ.
Imam Ibnul Qayyim -rahimahullah- berkata, "Agama ini seluruhnya adalah akhlak! Maka siapa saja yang mengunggulimu dalam akhlak, maka dia telah mengunggulimu dalam agama."
Diantara perkataan ulama tentang akhlak mulia.
Shahabat Ali Radhiyallahu Anhu berkata,
حُسْن الخُلُق في ثلاث خِصال: اجتناب المحارم، وطلب الحلال، والتوسِعة على العيال.
"Akhlak yang baik terletak pada tiga hal:
1. Menjauhi larangan (dosa dan maksiat)
2. Mencari rezeki yang halal
3. Memberi nafkah dan memenuhi kebutuhan keluarga"
Al Hasan rahimahullah berkata,
حسن الخلق: الكرم والبذلة والاحتمال".
"Akhlak yang baik adalah kedermawanan, memberi dengan ikhlas, dan sabar."
Beliau rahimahullah juga berkata,
"حسن الخلق بسط الوجه وبذل النّدى وكفّ الأذى
"Akhlak yang baik adalah:
1. Membuka wajah (bersikap ramah dan ceria)
2. Memberi dengan murah hati (suka memberi dan berbuat baik)
3. Menahan diri dari berbuat jahat (tidak menyakiti orang lain)"
Imam Ahmad rahimahullah berkata,
حسن الخلق أن لا تغضب ولا تحقد.
"Akhlak yang baik adalah engkau tidak marah dan tidak iri dengki."
Beliau rahimahullah juga berkata,
حسن الخلق أن تحتمل ما يكون من الناس.
"Bersabar atas perilaku manusia."
Imam Ishaq bin Rahawaih rahimahullah berkata,
هو بسط الوجه وأن لا تغضب.
"Akhlak baik adalah bermuka berseri-seri dan engkau tidak marah."
Imam Ibnul Mubarak rahimahullah berkata,
حسن الخلق طلاقة الوجه وبذل المعروف وكف الأذى
"Akhlak yang baik adalah:
1. (bersikap ramah dan ceria, dengan wajah yang berseri-seri)
2. (memberi kebaikan dan berbuat baik kepada orang lain)
3. (menahan diri dari berbuat jahat atau menyakiti orang lain)"
Imam Ibnu Rajab rahimahullah menjelaskan, "Sesungguhnya akhlak baik itu terkadang dimaksudkan berakhlak dengan akhlak syariat dan beradab dengan adab-adab dari Allah ﷻ yang Allah ﷻ didik para hamba Nya di dalam kitabullah seperti firman Nya kepada Rasulullah ﷺ,
وإنك لعلى خلق عظيم
"Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung." (QS. Al Qalam:4)
Apa buah dari akhlak mulia?
1. Nabi ﷺ bersabda,
أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا
“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Tirmidzi no. 1162. Dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 284.)
Telah dipahami bahwa manusia yang paling dicintai oleh Allah ﷻ adalah kaum mukminin, maka apabila seseorang adalah kaum mukminin yang paling sempurna imannya dia adalah yang paling bagus akhlaknya, maka seseorang yang paling agung kecintaan Allah ﷻ padanya maka dia adalah yang paling baik akhlaknya.
2. Sesungguhnya dengan sebab akhlak mulia seorang mukmin akan mencapai derajat orang yang berpuasa dan shalat malam, dirinya adalah manusia yang paling dicintai Allah ﷻ, menjadi seorang yang paling dekat duduknya dengan Nabi, akhlak mulia adalah amalan yang sangat berat dalam timbangan Mizan.
Bagaimana seseorang bisa memperoleh akhlak mulia ini?
Akhlak mulia terkadang diperoleh dengan fitrah yang mulia sebagai anugerah dari Allah ﷻ, banyak anak kecil yang berakhlak jujur, dermawan, dan sabar.
Dan terkadang juga akhlak mulia diraih dengan usaha keras yang demikian membutuhkan latihan yaitu membawa dirinya untuk mengerjakan amalan yang bisa membentuk akhlak yang dimaksud. Sebagai contoh siapa saja yang ingin memiliki akhlak dermawan maka hendaknya memaksa dirinya untuk mengerjakan kedermawanan supaya hal itu menjadi tabiat dirinya, namun jangan berharap itu dilakukan dua atau tiga hari saja! Tapi terus menerus.
Maka kita berdoa kepada Allah ﷻ dengan doa
اللهم اهدنا لأحسن الأخلاق لا يهدي لأحسنها إلا أنت ، واصرف عنا سيئها لا يصرف عنا سيئها إلا أنت
Ya Allah, Bimbinglah kami kepada akhlak yang paling baik, karena tidak ada yang bisa Membimbing kepada akhlak yang paling baik kecuali Engkau, dan Jauhkanlah dari kami akhlak yang buruk, karena tidak ada yang bisa menjauhkannya dari kami kecuali Engkau.
Kesimpulan:
1. Perbaikilah akhlakmu niscaya engkau menjadi manusia yang terbaik.
2. Akhlak mulia adalah penutup yang luas bagi seseorang yang tidak memiliki penutup atau kehormatan.
3. Orang yang terbiasa melakukan dosa maka dia adalah seorang yang telah mengalami kemunduran fitrahnya
Purwokerto, kamis 15 Mei 2025
Komentar
Posting Komentar