Langsung ke konten utama

Kezhaliman adalah kegelapan pada hari kiamat.

 

Kezhaliman adalah suatu kegelapan pada hari kiamat.


Mendengar perkataan ini menunjukkan begitu dahsyatnya larangan Ilahi dan teguran yang menakutkan dari kezhaliman.


Perkataan ini merupakan hadits Nabi ﷺ 

Rasulullah ﷺ bersabda:

 الظُّلْمُ ظُلُماتٌ يومَ القِيامَةِ.

"Kezhaliman adalah kegelapan pada hari kiamat." (HR. Al Bukhari no. 2447 dan Muslim no. 2579)


Lalu apa yang dimaksud dengan kezhaliman?

Kezhaliman adalah meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya.

Mari kita sejenak merenungi sebuah kisah yang diceritakan oleh Baginda Rasulullah 

عُذِّبَتِ ٱمْرَأَةٌ فِي هِرَّةٍ حبستْهَا حَتَّى مَاتَتْ جوعا، فَدَخَلَتْ فِيهَا النَّارَ، لَا هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَلَا سَقَتْهَا إِذْ حَبَسَتْهَا، وَلَا هِيَ تَرَكَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ ٱلْأَرْضِ


"Seorang wanita disiksa karena seekor kucing yang ia kurung sampai mati. Ia masuk neraka karenanya. Ia tidak memberinya makan dan minum ketika mengurungnya, dan tidak pula membiarkannya makan dari serangga di bumi." (HR. Al Bukhari dan Muslim dari shahabat Ibnu Umar dan abu Hurairah)

Seberapa besar ini? Seorang wanita masuk neraka disiksa didalamnya dengan sebab kucing kecil?! Inilah agama yang agung sampaipun hak hewan ditanggungnya, terlebih lagi hak manusia.

Apabila ancaman ini ditujukan kepada orang yang menzhalimi hewan, bagaimana lagi ancaman terhadap orang yang menzhalimi manusia? Terlebih lagi jika dia adalah saudara seislam atau memiliki hubungan khusus!

Kebanyakan manusia menyepelekan bahaya kezhaliman ini, dan akibat buruknya di dunia sebelum diakhirat.

Betapa banyaknya anak-anak yatim yang dimakan hartanya secara zhalim padahal ancaman yang datang tentang memakan harta mereka tanpa hak begitu keras, seolah pemakan yang zhalim tidak mendengar ancaman yang bisa membuat gunung bergetar.

Allah berfirman, 

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَٰلَ ٱلْيَتَـٰمَىٰ ظُلْمًا إِنَّمَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ نَارًۭا ۖ وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيرًۭا


"Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api ke dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)."

(QS. An-Nisā’: 10)

Betapa banyak kasus yang masuk ke pengadilan berkaitan dengan sengketa tanah seolah mereka tidak mendengar sabda Nabi, 


> مَنْ أَخَذَ شِبْرًا مِنَ ٱلْأَرْضِ ظُلْمًا، طَوَّقَهُ ٱللَّهُ إِيَّاهُ يَوْمَ ٱلْقِيَامَةِ مِنْ سَبْعِ أَرَضِينَ


"Barang siapa mengambil sejengkal tanah secara zalim, maka Allah akan mengalungkan tanah itu di lehernya pada hari kiamat dari tujuh lapis bumi." (HR. al-Bukhari no. 3026 dan Muslim no. 1610)

Ini hukuman bagi yang mengambil satu jengkal, lalu bagaimana jika lebih dari itu!?

Kandungan hadits Nabi ini tidak terkecualikan seorangpun dari manusia, dan semakin besar ancaman dan (azab) akan sangat berat bagi orang yang memanfaatkan kekuatannya, kedudukannya, atau kekuasaannya untuk menzalimi hamba-hamba (Allah), maka bisa kita perhatikan bagaimana akhir dari Fir'aun ketika sombong dan melampaui batas.


بَلْ كَذَّبُوا بِمَا لَمْ يُحِيطُوا بِعِلْمِهِ وَلَمَّا يَأْتِهِمْ تَأْوِيلُهُ ۚ كَذَٰلِكَ كَذَّبَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۖ فَانظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الظَّالِمِينَ


"Sebenarnya mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya secara sempurna dan belum datang kepada mereka penjelasannya. Demikian pula orang-orang sebelum mereka telah mendustakan. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang zalim." (QS. Yunus:39)


Demikian juga kisah kaum Tsamud,

فَتِلْكَ بُيُوتُهُمْ خَاوِيَةًۭ بِمَا ظَلَمُوٓا۟ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ لِّقَوْمٍۢ يَعْلَمُونَ


"Maka itulah rumah-rumah mereka yang runtuh kosong karena kezaliman mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang mengetahui." (QS. An Naml:52)

Kezhaliman para hamba diantara penyebab tercepat kebinasaan dan kehancuran umat dan masyarakat, sejarah telah membuktikannya.

Sungguh banyak diantara orang-orang yang zhalim mereka mengira Allah membiarkannya, lalu dia memakan harta manusia, mengambilnya dengan zhalim, atau menzhalimi manusia dengan memukul, mencela, memusuhi, bersikap sewenang-wenang terhadap kaum lemah, namun setiap orang yang zhalim hendaknya mengetahui bahwa ada suatu hari yang tidak bisa mengelak.

Allah berfirman, 

فَلَا تَحْسَبَنَّ ٱللَّهَ مُخْلِفَ وَعْدِهِۦ رُسُلَهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌۭ ذُو ٱنتِقَامٍۢ


"Maka janganlah sekali-kali kamu mengira bahwa Allah menyalahi janji-Nya kepada rasul-rasul-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi mempunyai pembalasan."  (QS. Ibrāhīm:47)


Firman Nya, 

إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَذَكَرُوا۟ ٱللَّهَ كَثِيرًۭا وَٱنتَصَرُوا۟ مِنۢ بَعْدِ مَا ظُلِمُوا۟ ۗ وَسَيَعْلَمُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓا۟ أَىَّ مُنقَلَبٍۢ يَنقَلِبُونَ


"Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta banyak mengingat Allah dan membela diri setelah dizalimi. Dan orang-orang yang zhalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali." (Qs. Asy-Syu‘arā Ayat 227)


Firman Nya, 

وَلَا تَرْكَنُوٓا۟ إِلَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ فَتَمَسَّكُمُ ٱلنَّارُ ۖ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِنْ أَوْلِيَآءَ ثُمَّ لَا تُنصَرُونَ


"Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zhalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka. Dan sekali-kali kamu tidak mempunyai seorang penolong pun selain dari Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan." (Qs. Hūd Ayat 113)


Kezhaliman mencakup dua maksiat yaitu mengambil harta orang lain tanpa hak dan menentang Allah dengan menyelisihi Nya, maksiat jenis kedua ini paling besar dari selainnya, karena tidak terjadi umumnya kecuali pada yang lemah yang tidak punya kemampuan untuk ditolong, dan kezhaliman ini muncul dari kegelapan hati, karena sekiranya dia meminta diberi cahaya dengan cahaya petunjuk niscaya dia mengambil pelajaran, maka orang-orang yang bertakwa berjalan dengan cahayanya yang sampai kepada mereka dengan sebab Ketakwaan, cukuplah kegelapan kezhaliman untuk orang yang zhalim dimana kezhalimannya tidak memberi manfaat kepadanya sedikitpun.

Sebesar-besarnya kezhaliman yang dilakukan seorang hamba adalah menzhalimi dirinya dengan kesyirikan sebagaimana firman Allah,


وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ


Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, “Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Luqman ayat 13)


Sesungguhnya orang yang berbuat kesyirikan dia telah menjadikan makhluk pada kedudukan Sang Khalik, dia menyembahnya dan menjadikannya tuhan, lalu dia letakkan sesuatu pada yang bukan tempatnya, kebanyakan ancaman kepada pelaku kezhaliman yang disebutkan di dalam Al Quran yang dimaksud adalah kaum musyrikin, sebagaimana Allah firmankan, 


> يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خُلَّةٌ وَلَا شَفَاعَةٌ ۗ وَالْكَافِرُونَ هُمُ الظَّالِمُونَ


"Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada jual beli, tidak ada persahabatan yang akrab, dan tidak ada syafaat. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zhalim." (QS. Al Baqarah:254)

Kemudian berikutnya adalah kemaksiatan berdasarkan ragam jenisnya baik yang besar maupun yang kecil.


Setelah tingkatan kezhaliman ini adalah kezhaliman seorang hamba terhadap orang lain, ini yang disebutkan di dalam hadits ini. Nabi pernah bersabda dalam khutbahnya di haji wada',


> "إِنَّ دِمَاءَكُمْ، وَأَمْوَالَكُمْ، وَأَعْرَاضَكُمْ، عَلَيْكُمْ حَرَامٌ، كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا، فِي شَهْرِكُمْ هَذَا، فِي بَلَدِكُمْ هَذَا..."


> "Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, dan kehormatan kalian adalah haram atas kalian (untuk dilanggar), seperti haramnya hari ini, di bulan ini, dan di negeri ini (Makkah)."

(HR. al-Bukhari no. 1741, Muslim no. 1218)


Zhalimnya seorang hamba terhadap dirinya sendiri termasuk bentuk kezhaliman. Maka sesungguhnya setiap dosa mengakibatkan: kegelapan di hati, wajah menjadi gelap, kelemahan pada tubuh,berkurangnya rezeki, dan kebencian di hati manusia."

Sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Abbas – [dinukil oleh Ibnu Taimiyah].


Kesimpulan:

1. Kegelapan di dunia terkadang masih kita dapati cahaya, akan tetapi bagaimana dengan kegelapan pada hari kiamat!

2. Kezhaliman adalah tagihan yang sangat mahal, dan yang mengherankan, ia harus dibayar dua kali: di dunia dan di akhirat!

3. Jika nasib orang yang menzhalimi hewan adalah neraka, maka bagaimana menurutmu dengan orang yang menzhalimi sesama manusia!


Purwokerto, 24 Juli 2025

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Urgensi Beriman Kepada Hari Akhir Dan Pengaruhnya Terhadap Pribadi Seseorang

Urgensi Beriman Kepada Hari Akhir Dan Pengaruhnya Terhadap Pribadi Seseorang. Beriman Kepada Hari Akhir merupakan perkara yang sangat penting bagi seorang muslim yang demikian dikarenakan beberapa alasan sebagai berikut: 1. Beriman kepada hari akhir merupakan satu diantara rukun iman yang enam. 2. Beriman kepada hari akhir merupakan bagian dari keyakinan pokok islam yang mana bangunan akidah dibangun diatasnya setelah permasalahan keesaan Allàh. 3. Beriman kepada hari akhir dan tanda-tandanya termasuk beriman kepada perkara ghaib yang tidak bisa ditangkap oleh akal dan tidak ada cara untuk mengetahuinya kecuali dengan dalil wahyu (al Quran dan as Sunnah) 4. Iman kepada hari akhir seringkali digandengkan dengan iman kepada Allàh. Seperti dalam surat al Baqarah ayat 177, لَيْسَ الْبِرَّ اَنْ تُوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَ الْمَغْرِبِ وَلٰـكِنَّ الْبِرَّ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ َ Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke ara...

Suwargo Nunut Neroko Katut

Suwargo Nunut Neroko Katut admin 28 Juni 2015 | 4.884 | 1 | Suwargo Nunut Neroko Katut Kaum muslimin yang berbahagia rahimani wa rahimakumullah , di tengah-tengah masyarakat jawa ada sebuah ungkapan yang cukup masyhur dan oleh sebagian masyarakat jawa ungkapan ini sudah menjadi sebuah falsafah yang mereka anut. Sebuah ungkapan yang menjelaskan apabila ada seseorang yang nantinya masuk surga maka anggota keluarganya seperti anak, istri, dan orang tua bisa turut ikut masuk ke dalam surga. Demikian juga apabila ada seseorang yang nantinya masuk neraka maka anggota keluarganya seperti anak, istri, dan orang tua bisa ikut masuk ke dalam neraka. Ungkapan yang dimaksud berbunyi, “Suwargo Nunut Neroko Katut,” yang kurang lebih artinya adalah surga bisa ikut numpang dan neraka bisa ikut terbawa yang maksudnya adalah seseorang bisa ikut terbawa masuk ke dalam surga atau neraka disebabkan kelua...

Nikmat Allah ﷻ kepada Bani Israil

 Tafsir surat Al-Baqarah ayat 49-53. ini adalah awal dari penyebutan satu persatu nikmat-nikmat Nya terhadap Bani Israil dengan suatu perincian. Kelima ayat di atas mengandung 4 nikmat amat besar yang Allah ﷻ karuniakan kepada Bani Israil. Nikmat-nikmat itu Allah ﷻ perintahkan untuk mengingatnya agar mereka mensyukurinya dan beriman kepada rasul Nya yaitu Muhammad ﷺ dan agama Islam. وَإِذْ نَجَّيْنَٰكُم مِّنْ ءَالِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوٓءَ ٱلْعَذَابِ يُذَبِّحُونَ أَبْنَآءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَآءَكُمْ ۚ وَفِى ذَٰلِكُم بَلَآءٌ مِّن رَّبِّكُمْ عَظِيمٌ Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari (Fir'aun) dan pengikut-pengikutnya (Selamat dari kebinasaan, seperti selamat dari tenggelam atau selamat dari adzab); mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. (Tidak membunuh bayi perempuan agar mereka besar dan menjadi pelayan, dan membunuh bayi laki-laki karena me...