Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan hari-hari terbaik untuk beramal shaleh, sebagaimana dikabarkan oleh Nabi ﷺ dalam sabdanya:
ما من أيَّامٍ العملُ الصَّالحُ فيهنَّ أحبُّ إلى اللهِ من هذه الأيَّامِ العشرِ . قالوا : يا رسولَ اللهِ ولا الجهادُ في سبيلِ اللهِ ؟ فقال رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم : ولا الجهادُ في سبيلِ اللهِ إلَّا رجل خرج بنفسِه ومالِه فلم يرجِعْ من ذلك بشيءٍ
خلاصة حكم المحدث : حسن صحيح
الراوي : عبدالله بن عباس | المحدث : موفق الدين ابن قدامة | المصدر : المغني لابن قدامة | الصفحة أو الرقم : 4/443
| التخريج : أخرجه البخاري (969) باختلاف يسير
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah..
Nikmat Allah Ta'alaa sangatlah banyak dan tak terhingga, kewajiban seorang hamba adalah mensyukuri nikmat Allah Ta'alaa tersebut.
Wujud syukur atas nikmat Allah Ta'alaa adalah dengan beribadah kepada Nya.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Sesungguhnya di antara syiar Islam yang agung yang diperintahkan oleh Allah dan sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad ﷺ adalah ibadah Kurban (Al-Udhhiyah).
Allah Ta'ala berfirman:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
"Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah." (QS. Al-Kautsar: 2)
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Maknanya adalah: Sebagaimana Kami (Allah) telah memberimu kebaikan yang melimpah di dunia dan akhirat—salah satunya adalah Telaga Al-Kautsar yang telah dijelaskan sifatnya—maka ikhlaskanlah salatmu (baik yang wajib maupun sunah) serta kurbanmu hanya untuk Tuhanmu.
Sembahlah Dia semata, tanpa sekutu bagi-Nya, dan menyembelihlah hanya dengan menyebut nama-Nya saja. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta'ala:
﴿قُلْ إنَّ صَلاتِي ونُسُكِي ومَحْيايَ ومَماتِي لِلَّهِ رَبِّ العالَمِينَ﴾ [الأنعام: ١٦٢] .
"Katakanlah: Sesungguhnya salatku, ibadahku (kurbanku), hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)." (QS. Al-An’am: 162-163)
Dua ibadah ini (salat dan kurban) disebut secara khusus karena keduanya adalah ibadah yang paling utama dan mulia untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Alasannya adalah:
• Shalat: Di dalamnya ada bentuk penyerahan diri secara total, baik hati maupun raga, melalui berbagai gerakan pengabdian kepada Allah.
Maksud "shalat" di sini mencakup semua jenis shalat. Yang paling utama adalah shalat yang beriringan dengan ibadah kurban, yaitu shalat Iduladha. Namun, ayat ini maknanya luas: "Shalatlah karena Tuhanmu" mencakup shalat wajib, shalat sunah, shalat Id, hingga shalat Jumat.
• Kurban: Merupakan cara mendekatkan diri kepada Allah dengan memberikan hewan ternak terbaik yang dimiliki. Ini juga menjadi bukti keberhasilan seseorang dalam melawan sifat pelit dan rasa cinta berlebih terhadap harta.
Kata An-Nahr sebenarnya secara khusus digunakan untuk penyembelihan unta, sedangkan Adz-Dzabh digunakan untuk sapi dan kambing.
Disebutkan kata An-Nahr (unta) di sini karena unta adalah hewan yang paling bermanfaat (dagingnya lebih banyak) bagi orang-orang miskin dibandingkan hewan lainnya.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Esensi dari kurban bukanlah semata-mata fisik hewan tersebut, melainkan ketakwaan yang ada di dalam hati pelakunya, sebagaimana ditegaskan Allah:
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ
"Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan darimulah yang dapat mencapainya." (QS. Al-Hajj: 37).
Disampaikan sebagai khutbah Jumat di masjid Nurul Huda karang rau sokaraja, masjid Ath Thalibin berkoh
Komentar
Posting Komentar