Langsung ke konten utama

Keutamaan bersegera menghadiri shalat Jumat


Allah Subhaanahu wa Ta'ala memerintahkan hamba-hamba-Nya yang beriman untuk bersegera dalam kebaikan, dan Dia memuji orang-orang yang melakukannya melalui firman-Nya: 


إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا ۖ وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ


“Sungguh, mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan.” (QS. Al-Anbiya: 90). 


Mengingat datang lebih awal (menyegerakan diri) untuk shalat termasuk ke dalam amal kebaikan—khususnya pada shalat Jumat—maka orang yang datang lebih awal memiliki keutamaan dan pahala yang lebih besar daripada yang lainnya.


Rasulullah ﷺ bersabda:


مَنِ اغتَسَلَ يَومَ الجُمُعةِ غُسلَ الجَنابةِ ثُمَّ راحَ، فكَأنَّما قَرَّبَ بَدَنةً، ومَن راحَ في السَّاعةِ الثَّانيةِ فكَأنَّما قَرَّبَ بَقَرةً، ومَن راحَ في السَّاعةِ الثَّالِثةِ فكَأنَّما قَرَّبَ كَبشًا أقرَنَ، ومَن راحَ في السَّاعةِ الرَّابِعةِ فكَأنَّما قَرَّبَ دَجاجةً، ومَن راحَ في السَّاعةِ الخامِسةِ فكَأنَّما قَرَّبَ بَيضةً، فإذا خَرَجَ الإمامُ حَضَرَتِ المَلائِكةُ يَستَمِعونَ الذِّكرَ.


"Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat seperti mandi janabah, kemudian berangkat (ke masjid pada jam pertama), maka seolah-olah ia berkurban dengan seekor unta. Barangsiapa yang berangkat pada jam kedua, maka seolah-olah ia berkurban dengan seekor sapi. Barangsiapa yang berangkat pada jam ketiga, maka seolah-olah ia berkurban dengan seekor domba jantan yang bertanduk. Barangsiapa yang berangkat pada jam keempat, maka seolah-olah ia berkurban dengan seekor ayam. Dan barangsiapa yang berangkat pada jam kelima, maka seolah-olah ia berkurban dengan sebutir telur. Apabila imam telah keluar (untuk berkhotbah), para malaikat hadir untuk mendengarkan dzikir (khotbah tersebut)." (HR. Al-Bukhari (881) dan Muslim (850) dari shahabat Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu)


Dalam hadits ini, Rasulullah ﷺ mengabarkan tentang keutamaan datang lebih awal untuk shalat Jumat. Beliau ﷺ memulainya dengan menganjurkan mandi untuk shalat Jumat, lalu mengabarkan bahwa barangsiapa yang mandi dengan sempurna seperti mandi janabah (mandi wajib), kemudian berangkat ke shalat Jumat lebih awal di awal siang, maka ia seolah-olah mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala dengan bersedekah seekor *badanah*, yaitu unta.

Barangsiapa yang berangkat pada jam kedua, maka seolah-olah ia bersedekah seekor sapi karena Allah Ta'ala. Barangsiapa yang berangkat pada jam ketiga, maka seolah-olah ia bersedekah seekor domba jantan yang bertanduk—disebutkan bertanduk untuk menunjukkan bagus dan sempurnanya domba tersebut. Barangsiapa yang berangkat pada jam keempat, maka seolah-olah ia bersedekah seekor ayam. Dan barangsiapa yang berangkat pada jam kelima, maka seolah-olah ia bersedekah sebutir telur.

Jam-jam yang dimaksud dalam hadits ini dimulai sejak terbitnya matahari. Waktu antara terbitnya matahari hingga adzan kedua (adzan khotbah) dibagi menjadi lima bagian, dan setiap bagian itulah yang dimaksud dengan "jam" di dalam hadits ini.

Kemudian Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa apabila imam telah keluar dan naik ke atas mimbar untuk berkhotbah, maka para malaikat akan masuk (ke dalam masjid) dan berhenti mencatat orang-orang yang datang setelah waktu tersebut demi mendengarkan khotbah Jumat dan dzikir kepada Allah Ta'ala di dalamnya. Akibatnya, orang yang datang setelah itu akan kehilangan keutamaan datang lebih awal (*tabkir*), namun tidak kehilangan pahala shalat Jumatnya.

**Di antara pelajaran dalam hadits ini adalah:**

 * Keutamaan datang lebih awal untuk shalat Jumat.

 * Anjuran dan dorongan kuat untuk mandi sebelum menghadiri shalat Jumat.


Data Hadits dan Sanad

Kesimpulan Hukum Muhaddits (Ahli Hadits): [Shahih]

Periwayat (Rawi): Abu Hurairah

Ahli Hadits (Al-Muhaddits): Al-Bukhari

Sumber (Al-Mashdar): Shahih Al-Bukhari

Halaman atau Nomor Hadits: 881

Takhrij (Sumber Rujukan Lain): Dikeluarkan oleh Al-Bukhari (881) dan Muslim (850).

Klasifikasi Tematik (Kategori Pembahasan)

Jumat — Keutamaan hari Jumat

Jumat — Keutamaan berangkat lebih awal (tahjir) untuk shalat Jumat

Mandi — Mandi Jumat

Malaikat — Amalan-amalan para malaikat

Jumat — Keutamaan datang pagi-pa

gi (tabkir) ke masjid pada hari Jumat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kaidah ke-15: Manusia Seperti Seratus Ekor Unta.

إنَّما النَّاسُ كالإِبِلِ المِائَةِ، لا تَكادُ تَجِدُ فيها راحِلَةً. "Sesungguhnya manusia itu seperti seratus ekor unta, hampir-hampir kamu tidak menemukan seekor pun di antaranya yang layak untuk dijadikan tunggangan (yang kuat dan cocok untuk perjalanan)." (HR. Al Bukhari no. 6133 dan Muslim no. 2547 dengan sedikit perbedaan lafaz. Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma) Apa makna dari perkataan Nabi ini? Orang yang istimewa dan orang yang mampu memimpin dan memiliki pengaruh sangatlah jarang padahal jumlah mereka sangat banyak dan tak jarang juga orang yang mengaku memiliki hal itu. Ini seperti keadaan unta yang jumlahnya cukup banyak, namun Unta-unta pilihan dan tunggangan yang andal itu sangat sedikit. Hadits ini mengandung makna yang sangat dalam. Mengapa demikian? Karena Rasulullah ﷺ mengaitkan manusia dengan unta—hewan yang sangat dikenal oleh masyarakat Arab saat itu. Perumpamaan ini tentu mengacu pada karakteristik unta yang sudah umum diketahui, seperti rakus ...

Khutbah idul Fitri 1446 H

  إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأََرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ, وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُح...

Kisah Menakjubkan Mukjizat Dalam al-Quran Tentang al-Ankabuut (laba-laba)

Firman Allah ﷻ:  مَثَلُ الَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَوْلِيَآءَ كَمَثَلِ الْعَنْكَبُوْتِ ۚ اِتَّخَذَتْ بَيْتًا ؕ وَ اِنَّ اَوْهَنَ الْبُيُوْتِ لَبَيْتُ الْعَنْكَبُوْتِ ۘ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ "Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba, sekiranya mereka mengetahui." [QS. Al-'Ankabut: Ayat 41] Dua faidah indah dari surat al ankabuut : Faidah pertama: Mengapa dalam al-Quran kata al-Ankabut dalam bentuk muannats (betina) sedangkan dia adalah mudzakkar (jantan) ??? Perhatikan ta' ta'nits (تْ) pada kalimat اتخذت العنكبوت apakah mudzakar atau muannats? apakah kita katakan هذا عنكبوت hadza 'ankabut, atau هذه عنكبوت hadzihi 'ankabut? Yang benar adalah هذا عنكبوت hadza 'ankabut karena dia mudzakar, tidak dengan ta' ta'nits ( تْ ) pada kalimat al 'ankabut yaitu اتخذت Para pencela dan orang yang ragu ...