Langsung ke konten utama

Postingan

Mengapa kita harus beradab kepada Nabi ﷺ?

 Beradab Kepada Rasulullah ﷺ. Diutusnya Rasulullah ﷺ merupakan sebuah karunia yang sangat besar. Allah ﷻ berfirman, لَقَدْ مَنَّ ٱللَّهُ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًۭا مِّنْ أَنفُسِهِمْ يَتْلُوا۟ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا۟ مِن قَبْلُ لَفِى ضَلَٰلٍۢ مُّبِينٍ Sungguh, Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika (Allah) mengutus seorang Rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur'an) dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (QS. Ali 'Imran: 164) Al Quranul Karim yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ dipenuhi ajakan kepada orang-orang yang berakal untuk beradab kepada beliau. Seorang muslim merasakan dari dalam jiwanya akan wajibnya beradab secara sempurna kepada Rasulullah ﷺ. Mengapa kita h...

Jangan kau gadaikan akidahmu!

Akidah yang lurus merupakan pondasi yang agama itu tegak di atasnya dan amal ibadah akan menjadi sah dengannya. Allah ﷻ berfirman,  فَمَن كَانَ يَرْجُوا۟ لِقَآءَ رَبِّهِۦ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَٰلِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِۦٓ أَحَدًۢا Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya". (QS. Al Kahfi:110) Ayat yang mulia ini demikian juga ayat-ayat yang lainnya menjelaskan bahwa amalan tidak akan diterima kecuali apabila bersih dari kesyirikan, dari sini perhatian para rasul itu yang pertama kali adalah memperbaiki akidah, perkara yang pertama kali mereka seru kepada kaumnya adalah beribadah hanya kepada Allah ﷻ semata dan meninggalkan peribadahan selain Nya. Allah ﷻ berfirman,  وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِى كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَٱجْتَنِبُوا۟ ٱلطَّٰغُوتَ Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk men...

Ketaatan dalam perkara yang ma'ruf. (Kaidah ke-8)

Shahabat Abu Bakar ash Shiddiq Radhiyallahu Anhu mengatakan, "Taatilah aku selama aku menaati Allah ﷻ dan Rasul Nya, apabila aku bermaksiat kepada Allah dan Rasulullah maka tidak boleh kalian menaatiku." Asal muasal kaidah ini memiliki sebab yang tetap dua kitab sahih dari hadits Amirul mukminin Ali Radhiyallahu Anhu, Nabi ﷺ mengutus sebuah ekspedisi dan mengangkat sahabat anshar sebagai pemimpin mereka, dan beliau perintahkan mereka untuk menaatinya. Selanjutnya sahabat anshar marah dan mengatakan; "Bukankah Rasulullah ﷺ telah memerintahkan kalian untuk mentaatiku?" 'Ya' Jawab mereka. Sahabat anshar meneruskan; "Karena itu, aku ingin jika kalian mengumpulkan kayu bakar dan menyalakan api, kemudian kalian masuk kedalamnya." Mereka pun mengumpulkan kayu bakar dan menyalakan api. Tatkala mereka ingin memasukinya, satu sama lain saling memandang. Sebagian mengatakan; 'bukankah kita ikut Nabi ﷺ untuk menjauhkan diri dari api, apakah (sekarang) ki...

Laksana Ruh-ruh yang berkelompok.

Kaidah ke-7. "Sudah menjadi sunnatullah pada ciptaan Nya dan agungnya kuasa Nya adalah Allah ﷻ menjadikan setiap makhluk itu berkelompok dan nyaman dengan yang cocok sesuai dengan tabiatnya." Shahabat Ibnu Abbas pernah melihat seorang laki-laki, lalu beliau berkata, "Sesungguhnya dia itu mencintaiku," mereka bertanya, "Darimana engkau mengetahuinya?" Beliau mengatakan, "Sesungguhnya aku benar-benar mencintainya, dan ruh-ruh itu adalah prajurit yang berkelompok-kelompok." Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:  الْأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ "Roh-roh itu seperti prajurit yang berkelompok-kelompok, jika saling mengenal mereka akan menjadi akrab, dan jika saling bermusuhan maka mereka akan saling berselisih." [HR. Muslim no. 2638] Kaidah dari hadits ini menerangkan satu diantara hikmah Allah ﷻ dalam ciptaan Nya yaitu adanya kesamaan bentuk dal...

Sedekah Tidaklah Mengurangi Harta.

Sedekah tidaklah mengurangi harta, kalimat ini merupakan cuplikan dari hadits Nabi ﷺ dalam riwayat imam Muslim, ما نقصت صداقة من مال “Tidaklah sedekah itu mengurangi harta.” (HR. Muslim no. 2588) Betapa menawannya penjelasan Nabi ini! Hanya saja kaidah Nabi ini menghujam ke dalam hati untuk mengganti darinya suatu makna yang menyelisihi gambaran secara visual yang dilihat manusia dengan perspektif material. Kita katakan kepadanya, “Sesungguhnya sedekah itu meskipun mengurangi secara materi, maka dia hakikatnya kembali kepadanya menjadi berkembang dan berkah, yang menjadikan sesuatu yang sedikit yang diberkahi menjadi lebih baik dari harta yang banyak namun tercabut keberkahannya. Allah ﷻ berfirman, مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji y...

Kurban Ibadah Penuh Hikmah

 Hikmah Kurban. الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله, وبعد: Saudaraku kaum muslimin yang berbahagia yang semoga dirahmati Allah ﷻ, sesungguhnya Allah ﷻ menciptakan manusia bukan tanpa suatu tujuan, Allah ﷻ menciptakan manusia untuk suatu tujuan yang agung yaitu untuk beribadah kepada Allah ﷻ semata. Allah ﷻ berfirman, وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ "Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." (Qs. Adz Dzariyat:56) Ibadah sebagaimana telah dijelaskan oleh ulama kita dalam definisinya yaitu, الْعِبَادَة هِيَ اسْم جَامع لكل مَا يُحِبهُ الله ويرضاه من الْأَقْوَال والأعمال الْبَاطِنَة وَالظَّاهِرَة “Suatu ungkapan yang mencakup segala yang Allah ﷻ cintai dan Allah ﷻ ridhai berupa ucapan maupun perbuatan baik yang tampak maupun tersembunyi.” (Al ‘Ubudiyah, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah) Ibadah ini cakupanannya begitu luas yang meliputi ibadah hati, ibadah lisan, dan ibadah anggota badan. Dan ibadah...

Kisah Nabi Musa Dan Fir'aun

 Tafsir surat An Naziat bag. 3 ayat 15-26. Setelah Allah menyebutkan sumpahnya dengan malaikat-malaikat Nya, untuk menjelaskan tentang dahsyatnya hari kiamat, maka Allah ﷻ mulai menyebutkan tentang kisah Nabi Musa ‘Alaihissalam. Allah ﷻ berfirman, ﴿هَلۡ أَتَىٰكَ حَدِیثُ مُوسَىٰۤ ۝١٥ إِذۡ نَادَىٰهُ رَبُّهُۥ بِٱلۡوَادِ ٱلۡمُقَدَّسِ طُوًى ۝١٦ ٱذۡهَبۡ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ إِنَّهُۥ طَغَىٰ ۝١٧ فَقُلۡ هَل لَّكَ إِلَىٰۤ أَن تَزَكَّىٰ ۝١٨ وَأَهۡدِیَكَ إِلَىٰ رَبِّكَ فَتَخۡشَىٰ ۝١٩ فَأَرَىٰهُ ٱلۡـَٔایَةَ ٱلۡكُبۡرَىٰ ۝٢٠ فَكَذَّبَ وَعَصَىٰ ۝٢١ ثُمَّ أَدۡبَرَ یَسۡعَىٰ ۝٢٢ فَحَشَرَ فَنَادَىٰ ۝٢٣ فَقَالَ أَنَا۠ رَبُّكُمُ ٱلۡأَعۡلَىٰ ۝٢٤ فَأَخَذَهُ ٱللَّهُ نَكَالَ ٱلۡـَٔاخِرَةِ وَٱلۡأُولَىٰۤ ۝٢٥ إِنَّ فِی ذَ ٰ⁠لِكَ لَعِبۡرَةࣰ لِّمَن یَخۡشَىٰۤ ۝٢٦﴾ [النازعات ١٥-٢٦] Sudahkah sampai kepadamu (ya Muhammad) kisah Musa. Tatkala Tuhannya menjelajah di lembah suci ialah Lembah Tuwa, "Pergilah kamu kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas, dan berkata (kepada Fir'aun), "Adakah kei...