Langsung ke konten utama

Postingan

Sabar, karunia terbaik dan paling luas.

Ada sebuah perkataan indah dari ulama kita yang bernama Abu Āli ad daqaaq rahimahullahu mengenai keutamaan orang yang sabar, beliau berkata, "Orang-orang yang sabar mendapatkan keberuntungan dengan kemuliaan dunia dan akhirat, karena mereka memperoleh pertolongan dari Allah, sesungguhnya Allah bersama orang yang sabar." Di dalam agama kita terdapat kaidah agung untuk mendidik jiwa supaya memperoleh keutamaan dan mencegah bahaya yang berat, yaitu yang berasal dari hadits Nabi yang mulia. Rasulullah ﷺ bersabda: «مَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ» "Tidak ada seorang pun yang diberi pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran." (HR. Al Bukhari no. 1400, dan Muslim no. 2471) Sesungguhnya kehidupan ini dipenuhi kesusahan dan kesedihan. Seorang insan di kehidupan dunia ini sebagaimana firmankan Allah, لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي كَبَدٍ "Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah." (Qs. Al Bala...

Kebajikan adalah Akhlak Mulia

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah, Sesungguhnya Nabi ﷺ diberikan jawāmi‘ al-kalim (ucapan yang singkat namun padat makna). Beliau berbicara dengan kata-kata yang ringkas tetapi mengandung makna yang sangat banyak.  Diantaranya adalah sebuah hadits dari shahabat yang mulia Nawas bin Sam‘an Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ bersabda,   اْلبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ، وَالإِثْمُ مَا حَاكَ فِيْ نَفْسِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ “Kebajikan adalah akhlak mulia, sedangkan dosa adalah sesuatu yang meresahkan jiwamu dan engkau benci apabila manusia mengetahuinya.” (HR. Muslim no. 2553) Al-birr (kebajikan) adalah kalimat yang sangat ringkas namun mencakup banyak makna sekaligus menutup segala kekurangan. yang maknanya adalah memperluas perbuatan baik dan ketaatan. Dari sisi balasan: kebajikan dari Allah ﷻ adalah pahala, sedangkan dari hamba adalah ketaatan. Kadang digunakan untuk makna kejujuran dan akhlak mulia, karena keduanya termasuk inti kebajikan. Sebagaimana al-b...

Iringilah keburukan dengan kebaikan!

Kaum muslimin, sesungguhnya manusia sangat butuh untuk membersihkan jiwanya, mendidiknya dengan sungguh-sungguh, dan menapaki tangga penghambaan diri kepada Allah, untuk itu Nabi kita yang mulia berpesan dalam sebuah hadits dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ" "Bertakwalah kepada Allah di mana saja kamu berada. Iringilah keburukan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapusnya. Dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik." (HR. At Tirmidzi, no. 1987, ia berkata: hadits hasan) Kita akan merasakan rahmat kasih sayang diantara rangkaian huruf-huruf yang terdapat dalam hadits yang mulia ini, maka itu merupakan derasnya curahan harapan dan besarnya harapan terhadap rahmat Allah yang maha pengasih di hati hamba-hamba yang penuh dosa dan kesalahan, dan semua kita adalah orangnya. Kaidah ini adalah satu diant...

Kemerdekaan Sejati: Bebas dari Neraka, Masuk Surga

 Ma'asyiral muslimin rahimakumullah... Sesungguhnya keberuntungan yang hakiki adalah ketika seseorang dijauhkan dari ancaman siksa neraka dan dimasukkan ke dalam surga. Dan yang paling berhak mendapatkan keberuntungan yang hakiki ini adalah mereka, orang-orang yang bertakwa. Sebagaimana dinyatakan oleh Allah di dalam Surah Āli ‘Imrān ayat 185: > كُلُّ نَفْسٍۢ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَـٰعُ ٱلْغُرُورِ "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Maka barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya." (QS. Āli ‘Imrān: 185) Inilah kebahagiaan yang abadi, keberuntungan yang hakiki, dan kemerdekaan yang sejati, yang seharusnya setiap kita memil...

Kisah Nabi Musa dan Khidir

  عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ، أَنَّهُ سَمِعَهُ يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ: Dari Ubay bin Ka'ab radhiyallahu ‘anhu, bahwa ia mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: > "خَطَبَ مُوسَى فِي بَنِي إِسْرَائِيلَ، فَقِيلَ لَهُ: أَيُّ النَّاسِ أَعْلَمُ؟ قَالَ: أَنَا أَعْلَمُ.   "Musa pernah berkhutbah di tengah Bani Israil, lalu ditanya, 'Siapakah orang yang paling berilmu?' Ia menjawab, 'Aku.'  فَعَتَبَ اللَّهُ عَلَيْهِ، إِذْ لَمْ يَرُدَّ الْعِلْمَ إِلَيْهِ، فَأَوْحَى اللَّهُ  إِلَيْهِ: بَلَى، عَبْدٌ لِي بِمَجْمَعِ الْبَحْرَيْنِ، هُوَ أَعْلَمُ مِنْكَ.  Maka Allah mencelanya karena tidak mengembalikan ilmu kepada Allah. Maka Allah mewahyukan kepadanya, 'Sesungguhnya ada seorang hamba-Ku di pertemuan dua lautan yang lebih berilmu darimu.'  قَالَ مُوسَى: يَا رَبِّ، وَكَيْفَ لِي بِهِ؟ قِيلَ لَهُ: احْمِلْ  حُوتًا فِي مِكْتَلٍ، فَحَيْثُمَا فَقَدْتَ الْحُوتَ، فَهُوَ ثَمَّ.  Musa berkata: 'Wahai Rabb-ku, bagaimana aku bisa menemuinya?' Allah berf...

Khutbah Jumat: ajaran Nabi jalan kebaikan

 --- Ma'âsyiral Muslimîn rahimakumullâh... Sesungguhnya ajaran para nabi dan rasul yang diutus oleh Allah, merupakan jalan kebaikan dan keberkahan bagi siapa pun yang mengikutinya. Namun sayang, sebagian kaum justru menuduh bahwa para nabi adalah penyebab kesialan bagi mereka. Tuduhan ini muncul karena ketidaktahuan mereka terhadap hakikat takdir, bahwa kebaikan dan keburukan semuanya berasal dari Allah ﷻ. Dahulu kaum Fir‘aun mereka menyalahkan Nabi Musa atas musibah seperti kekeringan dan paceklik yang menimpa mereka. Allah ﷻ ceritakan hal dalam firman Nya, > وَإِذَا جَاءَتْهُمُ ٱلْحَسَنَةُ قَالُوا۟ لَنَا هَـٰذِهِۦ ۖ وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌۭ يَطَّيَّرُوا۟ بِمُوسَىٰ وَمَن مَّعَهُۥٓ ۗ أَلَآ إِنَّمَا طَـٰٓئِرُهُمْ عِندَ ٱللَّهِ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ “Dan apabila datang kepada mereka kebaikan, mereka berkata, ‘Ini adalah karena (usaha) kami.’ Tetapi jika mereka ditimpa malapetaka, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang bersama di...

Kezhaliman adalah kegelapan pada hari kiamat.

  Kezhaliman adalah suatu kegelapan pada hari kiamat. Mendengar perkataan ini menunjukkan begitu dahsyatnya larangan Ilahi dan teguran yang menakutkan dari kezhaliman. Perkataan ini merupakan hadits Nabi ﷺ  Rasulullah ﷺ bersabda:  الظُّلْمُ ظُلُماتٌ يومَ القِيامَةِ. "Kezhaliman adalah kegelapan pada hari kiamat." (HR. Al Bukhari no. 2447 dan Muslim no. 2579) Lalu apa yang dimaksud dengan kezhaliman? Kezhaliman adalah meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya. Mari kita sejenak merenungi sebuah kisah yang diceritakan oleh Baginda Rasulullah  عُذِّبَتِ ٱمْرَأَةٌ فِي هِرَّةٍ حبستْهَا حَتَّى مَاتَتْ جوعا، فَدَخَلَتْ فِيهَا النَّارَ، لَا هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَلَا سَقَتْهَا إِذْ حَبَسَتْهَا، وَلَا هِيَ تَرَكَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ ٱلْأَرْضِ "Seorang wanita disiksa karena seekor kucing yang ia kurung sampai mati. Ia masuk neraka karenanya. Ia tidak memberinya makan dan minum ketika mengurungnya, dan tidak pula membiarkannya makan dari serangga di bumi." (HR. Al Bukhari d...