Langsung ke konten utama

Postingan

Diantara tanda baiknya Islam seseorang

  Kaidah Nabawiyyah ke-19 "Di antara tanda baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya." "Barang siapa yang menyibukkan diri dengan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya, maka ia akan kehilangan sesuatu yang lebih penting darinya. Dan barang siapa tidak puas dengan apa yang mencukupinya, maka tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang bisa membuatnya puas." (Ucapan sebagian orang bijak) Kaidah ini termasuk di antara kaidah-kaidah kenabian yang penuh hikmah. Hadis ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan lainnya, dari hadis Abu Hurairah ra. bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Di antara tanda baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berguna baginya." Hadis ini termasuk pokok besar dari pokok-pokok adab, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Rajab: "Ia adalah kaidah agung dari pokok-pokok adab." Hadis ini juga diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib — yang terkenal sebagai Zain al-‘Abidin — oleh sejumlah imam...

Bersemangat Dalam Perkara Yang Bermanfaat

  --- Kaedah Nabawiyah ke-20: “Bersungguh-sungguhlah dalam hal yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan lemah/putus asa.” Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: الْمُؤْمِنُ القَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إلى اللهِ مِنَ المُؤْمِنِ الضَّعِيفِ، وفي كُلٍّ خَيْرٌ. احْرِصْ علَى ما يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ باللَّهِ وَلَا تَعْجِزْ، وإنْ أَصَابَكَ شَيءٌ، فلا تَقُلْ: لو أَنِّي فَعَلْتُ كانَ كَذَا وَكَذَا، وَلَكِنْ قُلْ: قَدَرُ اللهِ وَما شَاءَ فَعَلَ؛ فإنَّ (لو) تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ. “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah, namun masing-masing memiliki kebaikan. Bersungguh-sungguhlah dalam meraih apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan lemah. Jika sesuatu menimpamu, janganlah engkau berkata: ‘Seandainya aku melakukan ini, pasti akan begini dan begitu.’ Tetapi katakanlah: ‘Ini adalah takdir Allah, dan apa yang Dia kehendaki, Dia lakukan.’ Karena kat...

Diantara tanda baiknya Islam seseorang

  Kaidah Nabawiyyah ke-19 "Di antara tanda baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya." > "Barang siapa yang menyibukkan diri dengan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya, maka ia akan kehilangan sesuatu yang lebih penting darinya. Dan barang siapa tidak puas dengan apa yang mencukupinya, maka tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang bisa membuatnya puas." (Ucapan sebagian orang bijak) Kaidah ini termasuk di antara kaidah-kaidah kenabian yang penuh hikmah. Hadis ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan lainnya, dari hadis Abu Hurairah ra. bahwa Nabi ﷺ bersabda: > "Di antara tanda baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berguna baginya." Hadis ini termasuk pokok besar dari pokok-pokok adab, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Rajab: "Ia adalah kaidah agung dari pokok-pokok adab." Hadis ini juga diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib — yang terkenal sebagai Zain al-‘Abidin — oleh sej...

Sabar, karunia terbaik dan paling luas.

Ada sebuah perkataan indah dari ulama kita yang bernama Abu Āli ad daqaaq rahimahullahu mengenai keutamaan orang yang sabar, beliau berkata, "Orang-orang yang sabar mendapatkan keberuntungan dengan kemuliaan dunia dan akhirat, karena mereka memperoleh pertolongan dari Allah, sesungguhnya Allah bersama orang yang sabar." Di dalam agama kita terdapat kaidah agung untuk mendidik jiwa supaya memperoleh keutamaan dan mencegah bahaya yang berat, yaitu yang berasal dari hadits Nabi yang mulia. Rasulullah ﷺ bersabda: «مَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ» "Tidak ada seorang pun yang diberi pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran." (HR. Al Bukhari no. 1400, dan Muslim no. 2471) Sesungguhnya kehidupan ini dipenuhi kesusahan dan kesedihan. Seorang insan di kehidupan dunia ini sebagaimana firmankan Allah, لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي كَبَدٍ "Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah." (Qs. Al Bala...

Kebajikan adalah Akhlak Mulia

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah, Sesungguhnya Nabi ﷺ diberikan jawāmi‘ al-kalim (ucapan yang singkat namun padat makna). Beliau berbicara dengan kata-kata yang ringkas tetapi mengandung makna yang sangat banyak.  Diantaranya adalah sebuah hadits dari shahabat yang mulia Nawas bin Sam‘an Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ bersabda,   اْلبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ، وَالإِثْمُ مَا حَاكَ فِيْ نَفْسِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ “Kebajikan adalah akhlak mulia, sedangkan dosa adalah sesuatu yang meresahkan jiwamu dan engkau benci apabila manusia mengetahuinya.” (HR. Muslim no. 2553) Al-birr (kebajikan) adalah kalimat yang sangat ringkas namun mencakup banyak makna sekaligus menutup segala kekurangan. yang maknanya adalah memperluas perbuatan baik dan ketaatan. Dari sisi balasan: kebajikan dari Allah ﷻ adalah pahala, sedangkan dari hamba adalah ketaatan. Kadang digunakan untuk makna kejujuran dan akhlak mulia, karena keduanya termasuk inti kebajikan. Sebagaimana al-b...

Iringilah keburukan dengan kebaikan!

Kaum muslimin, sesungguhnya manusia sangat butuh untuk membersihkan jiwanya, mendidiknya dengan sungguh-sungguh, dan menapaki tangga penghambaan diri kepada Allah, untuk itu Nabi kita yang mulia berpesan dalam sebuah hadits dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ" "Bertakwalah kepada Allah di mana saja kamu berada. Iringilah keburukan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapusnya. Dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik." (HR. At Tirmidzi, no. 1987, ia berkata: hadits hasan) Kita akan merasakan rahmat kasih sayang diantara rangkaian huruf-huruf yang terdapat dalam hadits yang mulia ini, maka itu merupakan derasnya curahan harapan dan besarnya harapan terhadap rahmat Allah yang maha pengasih di hati hamba-hamba yang penuh dosa dan kesalahan, dan semua kita adalah orangnya. Kaidah ini adalah satu diant...

Kemerdekaan Sejati: Bebas dari Neraka, Masuk Surga

 Ma'asyiral muslimin rahimakumullah... Sesungguhnya keberuntungan yang hakiki adalah ketika seseorang dijauhkan dari ancaman siksa neraka dan dimasukkan ke dalam surga. Dan yang paling berhak mendapatkan keberuntungan yang hakiki ini adalah mereka, orang-orang yang bertakwa. Sebagaimana dinyatakan oleh Allah di dalam Surah Āli ‘Imrān ayat 185: > كُلُّ نَفْسٍۢ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَـٰعُ ٱلْغُرُورِ "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Maka barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya." (QS. Āli ‘Imrān: 185) Inilah kebahagiaan yang abadi, keberuntungan yang hakiki, dan kemerdekaan yang sejati, yang seharusnya setiap kita memil...