Langsung ke konten utama

Postingan

Kurban Ibadah Penuh Hikmah

 Hikmah Kurban. الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله, وبعد: Saudaraku kaum muslimin yang berbahagia yang semoga dirahmati Allah ﷻ, sesungguhnya Allah ﷻ menciptakan manusia bukan tanpa suatu tujuan, Allah ﷻ menciptakan manusia untuk suatu tujuan yang agung yaitu untuk beribadah kepada Allah ﷻ semata. Allah ﷻ berfirman, وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ "Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." (Qs. Adz Dzariyat:56) Ibadah sebagaimana telah dijelaskan oleh ulama kita dalam definisinya yaitu, الْعِبَادَة هِيَ اسْم جَامع لكل مَا يُحِبهُ الله ويرضاه من الْأَقْوَال والأعمال الْبَاطِنَة وَالظَّاهِرَة “Suatu ungkapan yang mencakup segala yang Allah ﷻ cintai dan Allah ﷻ ridhai berupa ucapan maupun perbuatan baik yang tampak maupun tersembunyi.” (Al ‘Ubudiyah, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah) Ibadah ini cakupanannya begitu luas yang meliputi ibadah hati, ibadah lisan, dan ibadah anggota badan. Dan ibadah...

Kisah Nabi Musa Dan Fir'aun

 Tafsir surat An Naziat bag. 3 ayat 15-26. Setelah Allah menyebutkan sumpahnya dengan malaikat-malaikat Nya, untuk menjelaskan tentang dahsyatnya hari kiamat, maka Allah ﷻ mulai menyebutkan tentang kisah Nabi Musa ‘Alaihissalam. Allah ﷻ berfirman, ﴿هَلۡ أَتَىٰكَ حَدِیثُ مُوسَىٰۤ ۝١٥ إِذۡ نَادَىٰهُ رَبُّهُۥ بِٱلۡوَادِ ٱلۡمُقَدَّسِ طُوًى ۝١٦ ٱذۡهَبۡ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ إِنَّهُۥ طَغَىٰ ۝١٧ فَقُلۡ هَل لَّكَ إِلَىٰۤ أَن تَزَكَّىٰ ۝١٨ وَأَهۡدِیَكَ إِلَىٰ رَبِّكَ فَتَخۡشَىٰ ۝١٩ فَأَرَىٰهُ ٱلۡـَٔایَةَ ٱلۡكُبۡرَىٰ ۝٢٠ فَكَذَّبَ وَعَصَىٰ ۝٢١ ثُمَّ أَدۡبَرَ یَسۡعَىٰ ۝٢٢ فَحَشَرَ فَنَادَىٰ ۝٢٣ فَقَالَ أَنَا۠ رَبُّكُمُ ٱلۡأَعۡلَىٰ ۝٢٤ فَأَخَذَهُ ٱللَّهُ نَكَالَ ٱلۡـَٔاخِرَةِ وَٱلۡأُولَىٰۤ ۝٢٥ إِنَّ فِی ذَ ٰ⁠لِكَ لَعِبۡرَةࣰ لِّمَن یَخۡشَىٰۤ ۝٢٦﴾ [النازعات ١٥-٢٦] Sudahkah sampai kepadamu (ya Muhammad) kisah Musa. Tatkala Tuhannya menjelajah di lembah suci ialah Lembah Tuwa, "Pergilah kamu kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas, dan berkata (kepada Fir'aun), "Adakah kei...

Mahalnya Waktu Bagi Seorang Muslim.

Saudaraku yang semoga dirahmati Allah ﷻ, ketahuilah sesungguhnya waktu amatlah berharga bagi seorang muslim. Mengapa bisa dikatakan demikian? Karena pada dasarnya waktu adalah kehidupan, barangsiapa yang menyia-nyiakan waktunya maka sungguh dia telah menyia-nyiakan kehidupannya, dan kelak dia akan ditanya tentang perbuataannya tersebut, kebanyakan manusia terlalaikan dari waktunya maka dia merugi sedangkan dia menggunakan waktunya untuk sesuatu yang akan mengakibatkan kerugian bagi dirinya di dunia dan di akhirat. Allah ﷻ bersumpah dengan waktu dan Allah ﷻ mengabarkan bahwa seluruh manusia benar-benar mengalami kerugian disebabkan tidak menggunakan waktunya dengan sebaik-baiknya. Allah ﷻ berfirman,  وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ 1. Demi masa. 2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, 3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan naseh...

Meraih Kebahagiaan Hidup.

Meraih Kebahagiaan Hidup. Semua orang menginginkan, bercita-cita mendapatkan kebahagiaan. Kebahagiaan adalah milik Allah ﷻ. Manusia berbeda-beda latar belakang, berbeda-beda cara meraih kebahagiaan. Ada yang menurut orang lain sudah bahagia ternyata belum, dan kebalikannya ada yang dianggap tidak bahagia ternyata dia tidak demikian. Dari mana kebahagiaan bisa diperoleh? Sebagian orang mengira kebahagiaan itu dengan banyaknya harta dan segala fasilitas, sebagian yang lain menganggapnya dengan kedudukan dan garis keturunan. Sebagian ada yang mengejar kebahagiaan dengan menempuh perkara yang diharamkan dia mengira akan bahagia tapi ternyata tidak. Perlu diingat bahwa kebahagiaan tidak mungkin diraih kecuali dengan bertakwa kepada Allah ﷻ yaitu dengan menaati Allah ﷻ dan menaati Rasul Nya ﷺ, serta menjauhkan diri dari maksiat dan kejelekan. Allah ﷻ berfirman, " يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ...

Keagungan Surat Al Ikhlas

 Keagungan Surat Al Ikhlas Dalam sebuah hadits dari Aisyah radhiyallahu anha beliau menceritakan, “Sesungguhnya Nabi ﷺ mengutus seseorang kepada sekelompok pasukan, dan ketika orang itu mengimami yang lainnya di dalam shalatnya, ia membaca, dan mengakhiri (bacaannya) dengan surat al Ikhlas maka tatkala mereka kembali pulang, mereka menceritakan hal itu kepada Rasulullah ﷺ , lalu beliau pun bersabda: سَلُوْهُ، لأَيِّ شَيْءٍ يَصْنَعُ ذَلِكَ؟ “Tanyalah ia, mengapa ia berbuat demikian?” Lalu mereka bertanya kepadanya. Ia pun menjawab: لأَنَّهَا صِفَةُ الرَّحْمَنِ، وَأَنَا أُحِبُّ أَنْ أَقْرَأَ بِهَا “Karena surat ini (mengandung) sifat ar Rahman, dan aku mencintai untuk membaca surat ini,” lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: أَخْبِرُوْهُ أَنَّ اللهَ يُحِبُّهُ “Beritahu dia, sesungguhnya Allah pun mencintainya”. (HR al Bukhari no. 6940; Muslim no. 813; dan lain-lain) Diriwayatkan bahwa dahulu orang-orang musyrikin bertanya kepada Rasulullah ﷺ صِفْ لَنا رَبَّك “Sifatkan...

Kiat Istiqamah Setelah Ramadhan

  Saudaraku rahimakumullah, Allah ﷻ telah memudahkan kita untuk melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan, dan memang beribadah di bulan Ramadhan jauh terasa lebih ringan untuk kita kerjakan.  Setelah Ramadhan berakhir hendaknya kita sangat berharap agar amal ibadah kita diterima oleh Allah ﷻ karena diantara tanda suatu amal diterima oleh Allah adalah orang tersebut akan dimudahkan untuk beramal setelahnya. Sebagian ulama terdahulu berkata, "إن من ثواب الحسنة الحسنةَ بعدها، وإن من عقوبة السيئة السيئةَ بعدها" [قاله ابن تيمية في الصفدية]. "Sesungguhnya diantara pahala amal kebaikan adalah melakukan kebaikan setelahnya. Dan diantara bentuk hukuman dari perbuatan buruk adalah berbuat buruk setelahnya." (Perkataan syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah) Setelah Ramadhan berlalu, muncul suatu pertanyaan akankah kita masih bisa beribadah sebagaimana ketika berada di bulan Ramadhan? Yang harus ditanamkan pada diri kita adalah bahwa kita hidup di dunia untuk beribadah kepada ...

Surga dan neraka dalam surat An Naba

  Surga dan Neraka. Di dalam Al Quran disebutkan perkara secara berpasangan, jika disebutkan pahala disebutkan pula siksa, jika disebutkan sifat orang-orang beriman disebutkan pula sifat orang-orang beriman, jika disebutkan surga maka juga disebutkan neraka. Yang demikian supaya seorang insan tatkala membaca Al Quran dalam keadaan takut dan berharap, apabila membaca Al Quran disebutkan pahala bagi orang yang beriman dia termotivasi, berharap, dan bercita-cita. Dan apabila disebutkan ancaman siksa bagi orang kafir diapun takut. Seorang mukmin berjalan menuju Allah ﷻ diantara rasa takut dan berharap, tidak boleh baginya merasa aman dari makar Allah ﷻ dan tidak boleh merasa putus asa dari Rahmat Allah ﷻ. Berkata imam Ahmad bin Hambal rahimahullah, ينبغي أن يكون الإنسان في عبادته لربه بين الخوف والرجاء، فأيهما غلب هلك صاحبه. Seyogyanya seorang insan dalam beribadah kepada Rabbnya berada diantara rasa takut dan berharap, mana dari keduanya yang mendominasinya maka dia akan binasa. Pe...