Langsung ke konten utama

Postingan

Laksana Ruh-ruh yang berkelompok.

Kaidah ke-7. "Sudah menjadi sunnatullah pada ciptaan Nya dan agungnya kuasa Nya adalah Allah ﷻ menjadikan setiap makhluk itu berkelompok dan nyaman dengan yang cocok sesuai dengan tabiatnya." Shahabat Ibnu Abbas pernah melihat seorang laki-laki, lalu beliau berkata, "Sesungguhnya dia itu mencintaiku," mereka bertanya, "Darimana engkau mengetahuinya?" Beliau mengatakan, "Sesungguhnya aku benar-benar mencintainya, dan ruh-ruh itu adalah prajurit yang berkelompok-kelompok." Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:  الْأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ "Roh-roh itu seperti prajurit yang berkelompok-kelompok, jika saling mengenal mereka akan menjadi akrab, dan jika saling bermusuhan maka mereka akan saling berselisih." [HR. Muslim no. 2638] Kaidah dari hadits ini menerangkan satu diantara hikmah Allah ﷻ dalam ciptaan Nya yaitu adanya kesamaan bentuk dal...

Sedekah Tidaklah Mengurangi Harta.

Sedekah tidaklah mengurangi harta, kalimat ini merupakan cuplikan dari hadits Nabi ﷺ dalam riwayat imam Muslim, ما نقصت صداقة من مال “Tidaklah sedekah itu mengurangi harta.” (HR. Muslim no. 2588) Betapa menawannya penjelasan Nabi ini! Hanya saja kaidah Nabi ini menghujam ke dalam hati untuk mengganti darinya suatu makna yang menyelisihi gambaran secara visual yang dilihat manusia dengan perspektif material. Kita katakan kepadanya, “Sesungguhnya sedekah itu meskipun mengurangi secara materi, maka dia hakikatnya kembali kepadanya menjadi berkembang dan berkah, yang menjadikan sesuatu yang sedikit yang diberkahi menjadi lebih baik dari harta yang banyak namun tercabut keberkahannya. Allah ﷻ berfirman, مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji y...

Kurban Ibadah Penuh Hikmah

 Hikmah Kurban. الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله, وبعد: Saudaraku kaum muslimin yang berbahagia yang semoga dirahmati Allah ﷻ, sesungguhnya Allah ﷻ menciptakan manusia bukan tanpa suatu tujuan, Allah ﷻ menciptakan manusia untuk suatu tujuan yang agung yaitu untuk beribadah kepada Allah ﷻ semata. Allah ﷻ berfirman, وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ "Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." (Qs. Adz Dzariyat:56) Ibadah sebagaimana telah dijelaskan oleh ulama kita dalam definisinya yaitu, الْعِبَادَة هِيَ اسْم جَامع لكل مَا يُحِبهُ الله ويرضاه من الْأَقْوَال والأعمال الْبَاطِنَة وَالظَّاهِرَة “Suatu ungkapan yang mencakup segala yang Allah ﷻ cintai dan Allah ﷻ ridhai berupa ucapan maupun perbuatan baik yang tampak maupun tersembunyi.” (Al ‘Ubudiyah, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah) Ibadah ini cakupanannya begitu luas yang meliputi ibadah hati, ibadah lisan, dan ibadah anggota badan. Dan ibadah...

Kisah Nabi Musa Dan Fir'aun

 Tafsir surat An Naziat bag. 3 ayat 15-26. Setelah Allah menyebutkan sumpahnya dengan malaikat-malaikat Nya, untuk menjelaskan tentang dahsyatnya hari kiamat, maka Allah ﷻ mulai menyebutkan tentang kisah Nabi Musa ‘Alaihissalam. Allah ﷻ berfirman, ﴿هَلۡ أَتَىٰكَ حَدِیثُ مُوسَىٰۤ ۝١٥ إِذۡ نَادَىٰهُ رَبُّهُۥ بِٱلۡوَادِ ٱلۡمُقَدَّسِ طُوًى ۝١٦ ٱذۡهَبۡ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ إِنَّهُۥ طَغَىٰ ۝١٧ فَقُلۡ هَل لَّكَ إِلَىٰۤ أَن تَزَكَّىٰ ۝١٨ وَأَهۡدِیَكَ إِلَىٰ رَبِّكَ فَتَخۡشَىٰ ۝١٩ فَأَرَىٰهُ ٱلۡـَٔایَةَ ٱلۡكُبۡرَىٰ ۝٢٠ فَكَذَّبَ وَعَصَىٰ ۝٢١ ثُمَّ أَدۡبَرَ یَسۡعَىٰ ۝٢٢ فَحَشَرَ فَنَادَىٰ ۝٢٣ فَقَالَ أَنَا۠ رَبُّكُمُ ٱلۡأَعۡلَىٰ ۝٢٤ فَأَخَذَهُ ٱللَّهُ نَكَالَ ٱلۡـَٔاخِرَةِ وَٱلۡأُولَىٰۤ ۝٢٥ إِنَّ فِی ذَ ٰ⁠لِكَ لَعِبۡرَةࣰ لِّمَن یَخۡشَىٰۤ ۝٢٦﴾ [النازعات ١٥-٢٦] Sudahkah sampai kepadamu (ya Muhammad) kisah Musa. Tatkala Tuhannya menjelajah di lembah suci ialah Lembah Tuwa, "Pergilah kamu kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas, dan berkata (kepada Fir'aun), "Adakah kei...

Mahalnya Waktu Bagi Seorang Muslim.

Saudaraku yang semoga dirahmati Allah ﷻ, ketahuilah sesungguhnya waktu amatlah berharga bagi seorang muslim. Mengapa bisa dikatakan demikian? Karena pada dasarnya waktu adalah kehidupan, barangsiapa yang menyia-nyiakan waktunya maka sungguh dia telah menyia-nyiakan kehidupannya, dan kelak dia akan ditanya tentang perbuataannya tersebut, kebanyakan manusia terlalaikan dari waktunya maka dia merugi sedangkan dia menggunakan waktunya untuk sesuatu yang akan mengakibatkan kerugian bagi dirinya di dunia dan di akhirat. Allah ﷻ bersumpah dengan waktu dan Allah ﷻ mengabarkan bahwa seluruh manusia benar-benar mengalami kerugian disebabkan tidak menggunakan waktunya dengan sebaik-baiknya. Allah ﷻ berfirman,  وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ 1. Demi masa. 2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, 3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan naseh...

Meraih Kebahagiaan Hidup.

Meraih Kebahagiaan Hidup. Semua orang menginginkan, bercita-cita mendapatkan kebahagiaan. Kebahagiaan adalah milik Allah ﷻ. Manusia berbeda-beda latar belakang, berbeda-beda cara meraih kebahagiaan. Ada yang menurut orang lain sudah bahagia ternyata belum, dan kebalikannya ada yang dianggap tidak bahagia ternyata dia tidak demikian. Dari mana kebahagiaan bisa diperoleh? Sebagian orang mengira kebahagiaan itu dengan banyaknya harta dan segala fasilitas, sebagian yang lain menganggapnya dengan kedudukan dan garis keturunan. Sebagian ada yang mengejar kebahagiaan dengan menempuh perkara yang diharamkan dia mengira akan bahagia tapi ternyata tidak. Perlu diingat bahwa kebahagiaan tidak mungkin diraih kecuali dengan bertakwa kepada Allah ﷻ yaitu dengan menaati Allah ﷻ dan menaati Rasul Nya ﷺ, serta menjauhkan diri dari maksiat dan kejelekan. Allah ﷻ berfirman, " يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ...

Keagungan Surat Al Ikhlas

 Keagungan Surat Al Ikhlas Dalam sebuah hadits dari Aisyah radhiyallahu anha beliau menceritakan, “Sesungguhnya Nabi ﷺ mengutus seseorang kepada sekelompok pasukan, dan ketika orang itu mengimami yang lainnya di dalam shalatnya, ia membaca, dan mengakhiri (bacaannya) dengan surat al Ikhlas maka tatkala mereka kembali pulang, mereka menceritakan hal itu kepada Rasulullah ﷺ , lalu beliau pun bersabda: سَلُوْهُ، لأَيِّ شَيْءٍ يَصْنَعُ ذَلِكَ؟ “Tanyalah ia, mengapa ia berbuat demikian?” Lalu mereka bertanya kepadanya. Ia pun menjawab: لأَنَّهَا صِفَةُ الرَّحْمَنِ، وَأَنَا أُحِبُّ أَنْ أَقْرَأَ بِهَا “Karena surat ini (mengandung) sifat ar Rahman, dan aku mencintai untuk membaca surat ini,” lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: أَخْبِرُوْهُ أَنَّ اللهَ يُحِبُّهُ “Beritahu dia, sesungguhnya Allah pun mencintainya”. (HR al Bukhari no. 6940; Muslim no. 813; dan lain-lain) Diriwayatkan bahwa dahulu orang-orang musyrikin bertanya kepada Rasulullah ﷺ صِفْ لَنا رَبَّك “Sifatkan...